Skip to main content

HIJRAH SEPANJANG MASA



Dari segi bahasa, hijrah artinya berpindah. Sedangkan dalam konteks sejarah, hijrah merupakan peristiwa perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat dari Makkah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syari’at Islam.



Mereka berhijrah, berharap memperoleh rahmat Allah Ta’ala. Sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah [2]: 218).


Pada ayat lain, Allah tegaskan bahwa orang yang berhijrah adalah orang yang benar keimanannya. “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal [8]: 74).

Allah juga menjelaskan bahwa mereka yang berhijrah di jalan Allah adalah orang yang tinggi derajatnya dan termasuk orang yang mendapat kemenangan besar.

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. At-Taubah [9]: 20).

Atas dasar beberapa keterangan tersebut, maka momentum menyambut tahun baru hijrah hendaknya kita maknai sebagai sarana untuk melakukan perubahan diri secara maksimal dalam menyempurnakan iman dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Peralihan tahun harus kita jadikan sebagai momen untuk melihat kembali catatan yang mewarnai perjalanan hidup masa lalu, dengan melakukan renungan atas apa yang telah kita perbuat.

Secara filosofis, renungan dan evaluasi untuk melihat catatan perjalanan hidup bukan hanya dilakukan pada saat pergantian tahun, namun harus dilakukan setiap hari, sepanjang hayat.

Seperti diungkapkan dalam Qur’an Surat Al-Hasyr [59] : 18 Allah menegaskan, “Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah,dan setiap diri hendaklah selalu melihat apa yang telah dikerjakan untuk hari esuk. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha teliti serta Maha Mendengar.”

Saat ini kita perlu mengejawantahkan hijrah dalam konteks yang lebih luas. Makna hijrah dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks kehidupan.

Hijrah juga bermakna perpindahan atau perubahan dari satu situasi kepada situasi lain yang lebih baik, perubahan dari satu perilaku menuju perilaku yang lebih baik.

Maka, langkah nyata yang harus dilakukan, baik secara pribadi maupun organisasi atau komunitas adalah dengan memperbanyak amalan shalih (kebaikan) dalam kehidupan sehari-hari, sepanjang masa. Kebaikan yang bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. 

Yakinlah, dengan  kebaikan itu, akan berbuah dan melahirkan kebaikan pula. Sebagaimana firman Allah, “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman [55]:60). 

Suparto
#HijrahSepanjangMasa

Comments

  1. "Tidak ada balasan untuk kebaikan, selain kebaikan pula."

    Terima kasih Pak Parto tulisannya reminder untuk saya. 😊🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Fitri. Ini terutama juga pesan untuk saya sendiri.

      Delete
  2. Semoga kita mampu istiqomah dalam menjalaninya. Aamiin

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pidato Kocak Dai Gokil

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

ATUR PANAMPI PASRAH CALON TEMANTEN BADE IJAB

Selamat Jalan, Novitasari

ATUR PAMBAGYA HARJA WILUJENG

Tanggap Wacana Basa Jawi dan Contoh Lamaran