Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2017

Menjadi Nyala Lilin Kecil

Tengah malam yang tenang Tak ada hujan dan angin topan Tak ada suara gelegar halilintar Lampu seluruh ruangan mendadak padam
Di tengah pekatnya kegelapan Kucari lampu senter tak ada Battery Handphone susah menyala Kutemukan sebatang lilin satu-satunya Dengan korek api kunyalakan ujungnya Kini sinar temaramnya menyibak kegelapan
Di tengah malam nan gelap gulita Lilin ini memberikan nyala apinya Walau tak seberapa terangnya Telah menerangi sekelilingnya

Kupandangi nyala lilin kecil itu Memberi inspirasi kehidupanku Tak perlu aku sibuk mengutuk kegelapan Lebih baik memberi nyala terang Bagi yang membutuhkan Dengan kemampuan yang ada Aku bisa menjadi sepertinya
Dengan tulisan yang menyalakan semangat Dengan kebajikan yang memberikan manfaat Dengan ilmu yang menyibak gelapnya kebodohan Dengan cinta yang menggerakkan gairah hidup Dengan dzikir yang mendekatkan diri pada Ilahi Yang mampu menerangi pekatnya hati

Suparto #OneDayOnePost #MenjadiNyalaLilinKecil

Inikah Cinta (Part.3)

hati gelisah tak tertahankan bergejolak menekan di dalam dada inilah pengembaraan api cinta ketika ingin bertemu sang kekasih dia yang terus membayang
ingin selalu berdua enggan berpisah darinya puaskan dahaga cinta bersamanya tak ada pikiran lain kecuali tentangnya dunia seakan milik berdua menjadi monopoli cinta
apapun yang terjadi siap berkorban dan dijalani semua tenaga tercurah demi meraih cinta nan indah
demi kebahagiaan yang dicintainya rela diri ini tuk menderita memaklumi segala kekurangannya selalu memaafkan semua kesalahannya
ketika cinta sudah memabukkan seperti orang gila di jalanan lupa diri dan tak menyadari apa yang terjadi
rasa cinta yang berlebihan

Senyum Hari Ini

Senyum itu bahasa dunia Mudah dipahami manusia Senyum itu ungkapan hati Memiliki banyak arti
Senyuman yang hangat Tanda persahabatan kian erat Senyuman yang sinis Membuat hati orang teriris
Senyuman merayu dan menggoda Bikin orang terjerumus dalam dosa Tetap tersenyum dalam kepahitan Itu senyumnya orang dalam ketabahan
Ketika orang tersenyum dengan ceria Orang lain pun merasa bahagia Saat ada yang tersenyum sendirian Itu orang yang perlu perhatian
Senyumlah setulus hati  Dunia pun tersenyum mengikuti  Hargai senyum dirimu sendiri Ciptakan bahagia hari ini 

Waktu bangun pagi 



Aku Takluk Dipelukannya

Dia bukan nama yang kusuka Tak ingin menyebut namanya Apalagi bertemu dengannya
Meski banyak orang mengerubuti Di setiap hari tak pernah henti Aku tetap membenci
Fasilitasnya serba mewah Dengan penampilan nan indah Tapi aku tak goyah
Wanita-wanita cantik siap sedia Dengan senyum mempesona Aku tak kan tergoda
Tapi hari ini aku tak berdaya Tak kuasa menolaknya Harus takluk dipelukannya
Ketika tubuh ini lunglai lemas Perut nyeri terasa panas Tenaga habis terkuras
Tertatih-tatih aku mendekatnya Ingin bertemu dengannya Aku butuh belaiannya
Hari ini aku bagaikan benda layu Saat sosok lembut itu menyentuhku Bangkit lagi semangatku
Maafkan aku Yang selama ini membencimu Hari ini takluk dipelukanmu
Hari ini aku sakit hampir sekarat Di tempat ini aku cari obat Semoga Allah memberiku sehat…
Suparto #OneDayOnePost #TerkaparDiSebuahKlinik

ORANG AUSTRALIA DALAM TEMU KELUARGA KAMI

Pertemuan keluarga “nDeso” kami yang berlangsung Ahad (26/2/2017) terasa istimewa dari biasanya. Pertemuan rutin setiap Ahad Pahing yang terikat dalam “Paguyuban Keluarga Eyang Pawiro Sarono” Sragen ini sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun. Tempat pertemuan yang berpindah atau keliling di rumah para anggota, di pelosok desa, disamping untuk bersilaturahmi dan mengenal keluarga dengan segala kondisinya, juga sebagai bentuk kesadaran dalam berbakti kepada orang tua dan para leluhur.
Lantas, apa yang istimewa pada pertemuan keluarga di rumah Bude Sam di Dukuh Geneng, Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen kali ini? Di tengah keluarga kami, ada sosok tamu yang berbeda dengan kami yang “Wong Ndeso” ini. Ya, tamu kami satu ini namanya Craig Smith, warga dari Kota Belbourne, Australia.
Craig Smith orangnya murah senyum, ramah, suka humor dan enerjik. Craig ngga bisa bicara bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa. Tetapi dia sedikit memahami bahasa Indonesia yang dia dengar. Ketika…

TANTANGAN SEBAGAI ANUGERAH

Dalam menjalani kehidupannya, manusia sering mengeluh jika berhadapan dengan tantangan (kesulitan). Padahal kalau direnungkan, sebenarnya salah satu anugerah Allah bagi manusia adalah ketika diberi banyak tantangan.
Oleh karena itu, semakin banyak tantangan dan kesulitan yang menghadang insya Allah kita akan semakin dekat dengan Allah, dan peluang untuk meraih keberhasilan hidup pun kian besar.
Sebagaimana Firman Allah dalam al-Quran Surat Al-Syarh/Alam Nasyrah [94]:5-7, “Maka, bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka, apabila kamu selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.”
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tantangan diartikansebagai hal atau objek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah.
Menurut Abdullah Gymnastiar (2005), orang yang hidupnya tanpa tantangan tidak akan memiliki tingkat kesungguhan yang bagus dalam berharap dan memohon pertolongan-Nya. Persaingan dem…

Menghemat Waktu

Waktu merupakan komoditi yang terbatas (Keenan, 1995). Semua orang mempunyai sumber waktu yang sama yaitu 24 jam setiap hari. Namun ada sebagian orang yang mengaku tidak mempunyai cukup waktu untuk melakukan sesuatu, sebagian lagi justru dapat menyelesaikan banyak hal dibandingkan dengan orang lain.

Kebiasaan-kebiasaan yang seringkali dilakukan bahkan menjadi sumber masalah dalam pemborosan waktu. Karena itu kita perlu melakukan berbagai cara untuk menghemat waktu. Menghemat waktu itu sebenarnya lebih mudah dari yang kita perkirakan. Kita tinggal mengorganisasikan diri kita sendiri. Ada banyak cara yang praktis dan bagus untuk melakukan hal ini.

Banyak orang mengira bahwa mereka dapat melakukanbeberapa hal dalam waktu yang sama. Mereka biasanya keliru atau bahkan tidak menyelesaikannya sama sekali. Rahasianya, yaitu dengan membiasakan diri membuat daftar pekerjaan sesuai prioritas agar kita dapat mengingat apa yang harus kita lakukan menurut tingkat kepentingannya.

Menurut Kate Keenan, …

Sekokoh Batu Karang

Kau yang sekokoh batu karang Terpaan badai terus menggoyang Namun tetap tegak di kedalaman samudra Ketika pukulan ombak kian keras menekan Tapi kau tak mundur dari tempat berpijak Kau tak pernah berubah Kau tetap kau yang kokoh di tempatnya
Kau yang sekokoh batu karang Gelombang dahsyattak henti menghantam Kau tak kan tersungkur karenanya Ketika garam laut menjilat lukamu yang menganga Kau tak merintih walau terasa perih
Kau yang sekokoh batu karang Saat dingin dan gelap malam mencekam Atau terik mentari di siang yang membakar Kau tetap kuat bertahan Tak kan menghilang
Kau yang sekokoh batu karang Saat datang semilir angin sempoi Membisikkan rayuan menggoda Bersama tarian riak halus menyentuh Pun ketika ada mega jingga  Di senja yang melenakan Kau tak sedikitpun terpesona
Kau yang sekokoh batu karang Hantaman dan cobaan terus datang Semangatmu tak kan hilang Kau pantang menyerah dan putus asa Menjadi pemenang di tengah pusaran gelombang
Kau batu karang Tetap kokoh berdiri Tak kan tergoda

Misteri Awan Dan Penjelasan Al-Qur’an

Pada tulisan sebelumnya berjudul Misteri Hujan dan Jawaban Allah Dalam Al-Qur’an, saya sampaikan tentang fenomena proses pembentukan hujan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum [40]:48.
Tulisan berikut saya sampaikan penjelasan lain dalam Al-Quran yang berkaitan dengan hujan melalui proses pembentukan awan.
Seperti diketahui, para ilmuwan telah mempelajari beragam jenis awan. Selain itu, kalangan ilmuwan juga meneliti proses terbentuknya awan dan bagaimana hujan terjadi. Secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa proses terjadinya hujan dimulai dari awan yang didorong angin.
Dalam buku berjudul “Al-Qur’an Mengungkap Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Modern”, Harun Yahya (2004) mengungkapkan, para ilmuwan yang mengkaji jenis-jenis awan menemukan fenomena yang amat mengejutkan berkenaan dengan formasi gumpalan awan hujan. Gumpalan-gumpalan awan terbentuk berdasarkan susunan udara dan tahap yang amat jelas. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan Allah dalam Al-Qur'an. 
Dalam Al-Qur’an Su…