Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Hidup Sehat dan Bermanfaat

Alhamdulillah. Hari ini saya bisa donor darah yang ke-95.

Dalam setiap doa sehabis Sholat, saya sering selipkan permohonan agar dikaruniai hidup yang sehat dan bermanfaat. InsyaAllah, melalui donor darah sukarela, saya merasakan hidup ini menjadi sehat sekaligus bermanfaat.

Sehat, karena untuk bisa diambil darah tiap tiga bulan sekali harus melalui beberapa tahapan pemeriksaan fisik. Mulai dari tekanan darah (tensi), hemoglobin (hb) dan kondisi tubuh lainnya harus normal.

Setelah disedot dari tubuh pendonor,  darah tidak bisa langsung dipakai oleh orang yang membutuhkan,  tetapi harus melalui proses lagi. Darah akan diperiksa lagi dengan perlengkapan yang sudah standar medis.

Jika ditemukan indikasi penyakit berbahaya, misalnya hepatitis atau HIV, maka darah tidak bisa dipergunakan untuk pasien. Petugas kemudian memberitahu secara individu kondisi darahnya untuk keperluan tindakan medis selanjutnya.

Sedangkan keuntungan bagi para pendonor, secara rutin minimal tiap tiga bulan terdetek…

Matra dan Disdikbud Sragen Bantu Korban Kebakaran Kantin SMPN1 Gesi

Kepala Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK), Nunuk Sri Rejeki, bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Firdaus, Selasa (6/11/2018) meninjau lokasi bekas kebakaran yang menghanguskan rumah penjaga dan kantin SMPN1 Gesi. Dalam kesempatan tersebut Nunuk menyerahkan bantuan dana Matra Rp. 5 Juta, sedangkan Firdaus juga menyerahkan bantuan dari Disdikbud sebesar Rp. 5 Juta. Bantuan diterima Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN1 Gesi, Dwi Yarsono. Bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung pembangunan kembali kantin sekaligus rumah penjaga sekolah yang terbakar habis pada Senin (22/10/2018).





Dengan bantuan dana ini, baik Nunuk maupun Firdaus berpesan kepada Dwi Yarsono untuk segera membangun kembali kantin tersebut karena keberadaannya sangat penting bagi sekolahan.

Setelah mendapatkan bantuan, pihak sekolah langsung membentuk tim yang diketuai Sugito, Wakasek Bidang Humas, dibantu Sugiyanto bagian Saspras, Sri Widayati (bendahara) dan Dwi Yars…

Dorongan Meningkatkan Ilmu dan Mendalaminya

Turunnya ayat Al Quran yang pertama sebagaimana tercantum didalam Surat Al 'Alaq :1, "Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan", mengandung pelajaran dan makna yang tak terhingga.

Dari firman-Nya, Iqra' (Bacalah)- yang merupakan kata perintah dari kata kerja qara-a- dipahami sebuah perintah yang pasti dan tegas untuk membaca, sekaligus anjuran untuk mempelajari dan mengajarkannya.

Kemudian ada perintah lain di dalam Al Quran yang menguatkan perkara ini dan berisi anjuran untuk senantiasa menambah ilmu. Allah berfirman, "...dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: 'Wahai Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (QS. Thaha : 114).

Ibnul Qayyim berkata, "Cukuplah perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memohon dikaruniai tambahan ilmu, menjadi sebuah kemuliaan bagi ilmu."

Di dalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengatakan, "Yaitu tambahkanlah ilmu kepadaku ilmu …

Ulama Gila Buku

Dalam berbagai khazanah pustaka, kita menemukan fakta mengagumkan tentang perilaku para Ulama zaman dulu yang ternyata amat "gila" terhadap buku dan ilmu pengetahuan. Kegilaan dan kegandrungan mereka terhadap buku dan ilmu pengetahuan diungkapkan dalam bentuk prosa maupun puisi.

Sejumlah ungkapan dapat kita temukan dalam mukadimah buku al-Hayawan karangan al-Jahizh seperti ditulis Ali bin Muhammad Al Imran (2012).

Berikut  contoh ungkapannya.

"Seseorang tidak akan mencapai derajat keilmuan yang memuaskan sampai uang yang ia belanjakan untuk membeli buku terasa lebih nikmat daripada yang digunakan oleh mereka yang menggemari budak-budak perempuan, atau memiliki hobi mendirikan bangunan megah. Dan ia tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari uang yang dikeluarkan, sampai ia lebih mengutamakan membeli buku seperti halnya seorang a'rabi yang lebih mengutamakan kudanya untuk minum susu daripada anak-anaknya sendiri. Dan sampai ia menyimpan harapan terhadap ilmu sebagaimana…

Melacak Sumber Ketakutan dan Kesedihan

Ketakutan dan kesedihan sebagai sebuah gejala psikologis dan religius dapat dilacak asal-usulnya melalui pemahaman mengenai sejumlah faktor yang memperpanjang proses ketakutan dan kesedihan tersebut.
Menurut M. Ali Rahmatullah (2005), ada empat faktor yang menjadi sumber munculnya ketakutan dan kesedihan.
Pertama, ketiadaan atau kurangnya ilmu
Seseorang yang tiada atau kurang berilmu,  terutama keilmuan agama, akan menderita kesedihan yang panjang. Seseorang yang tidak mengetahui hakikat sesuatu akan tersesat dalam segala hal.
Manusia lebih sering berprasangka buruk kepada Allah karena kurangnya ilmu pengetahuan keagamaan. Contohnya, ketika seseorang ditimpa penyakit, kebanyakan manusia menganggapnya suatu siksaan baginya, padahal itu tidak seluruhnya benar. Dalam beberapa nash agama diterangkan bahwa penyakit itu sebenarnya ujian bagi manusia, yang dengan penyakit itu Allah berkehendak mengangkat derajatnya dan mengampuni dosanya. 

Begitupun dengan kemiskinan, yang nampak menyengsarakan…

Tanggal Tua Tetap Ceria

Tanggal tua, seperti kebanyakan orang, menjadi saat penuh derita. Duit di dompet tak lagi terlihat, sedangkan kebutuhan hidup terus meningkat. 
Di tengah situasi serba susah, tiba-tiba dapat kiriman dari teman beberapa paket humor pengusir stress. 
Lumayan, bisa sejenak melupakan  penyakit menahun di tanggal tua. Merubah derita menjadi ceria.

Tapi, saat menikmati beberapa kiriman paket humor penglipur lara itu, saya jadi senyum-senyum dan ngakak sendiri.

Lho, gimana. Gawat, malah tambah stres ini.... 





Rahasia Di Balik Musibah

Semua orang, dalam kehidupannya ingin menghindari terjadinya musibah atau bencana. Apapun bentuknya, musibah atau selalu menimbulkan rasa sedih bagi yang mengalami dan keluarga yang ditinggalkan. Ada yang merespon musibah yang menimpanya dengan sedih berkepanjangan, ada pula yang kecewa dan putus asa. 

Namun bagi orang yang beriman dan bertaqwa, musibah yang dialami akan diterima dengan sikap sabar, ikhlas dan penuh tawakal. 

Hikmah
Orang yang beriman dan bertaqwa sadar, bahwa seluruh kehidupan makhluk di dunia ini diatur oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Manusia dengan seluruh gerakya dibawah kehendak dan kendali-Nya. Manusia memang diwajibkan berusaha, namun ketentuan akhir berada dalam wilayah kekuasaan-Nya. 

Didalam Al-Qur'an Surat Yaasiin [35] : 83, dinyatakan, "Maka, Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan."




Proses Memaafkan Menurut Al-Qur'an

Manajemen diri dalam proses memaafkan menurut Al-Qur’an
Ketika ada orang lain yang menyakiti hati kita, secara tidak sadar kita langsung marah. Terjadi perubahan emosi menjadi emosi negatif dalam diri kita terhadap seseorang atau peristiwa tertentu. Oleh sebab itu, dalam proses memaafkan terlebih dulu seseorang harus dapat mengalahkan amarahnya.
Dalam surat Ali-Imran[3] : 133 disebutkan, “Dan bersegeralah kamu pada ampunan Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang yang bertaqwa. Yaitu orang yang berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan kesalahan orang lain.”
Di dalam ayat tersebut ada tiga fase sikap, yaitu : Menahan amarahDi dalam fase ini, di dalam hati ada keinginan bereaksi kepada orang lain yang berbuat salah, namun ia menahan reaksi tersebut dan di dalam hatinya masih ada perasaan tidak tenang. Dalam sebuah hadist riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah …

Sumpah Pemuda

Hari ini, Minggu, 28 Oktober 2018 diperingati 90 Tahun Sumpah Pemuda.  Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia".
Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.
Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum S…

Bahagia Dengan Memaafkan Orang Lain

Diantara ciri orang bertaqwa adalah mampu menahan amarah dan mau memafkan kesalahan orang lain. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran [3]: 134. Perintah Allah agar memaafkan orang lain itu ternyata untuk kebahagiaan bagi yang bersangkutan. Berikut penjelasannya. 

Jika kita menyimpan dan memendam kemarahan, dendam, dan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, maka sebenarnya kita sedang membawa beban kebusukan dihati kita. Akan ada perasaan berat, tertekan, juga kegalauan menyelimuti hati kita. Dan ini adalah suatu penyakit hati.
Oleh karena itu, dengan menjadi pemaaf, maka diri kita telah memusnahkan hasrat permusuhan yang merupakan sifat-sifat setan. Orang yang bersikap pemaaf akan menemukan kemuliaan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Tapi syaratnya, orang yang memaafkan itu harus menghapus bekas-bekas luka di hatinya. Bukanlah memaafkan namanya, apabila masih tersisa bekas luka itu di dalam hati, bila masih ada dendam yang membara. 

Menutup pintu maaf bagi orang l…

Meraih Hidup Bahagia Dengan Iman dan Amal Saleh

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."(QS. An Nahl[16] : 97).
Menurut Abu Nabilah Al Makassary (2011), yang dimaksud dengan amalan saleh adalah amalan kebaikan yang didalamnya mengandung tiga perkara yaitu :
1. Sesuai dengan petunjuk Nabi SAW. Sesuai firman Allah Ta'ala : "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah". (QS. Al Hasyr[59]:7).
2. Hendaknya ikhlas, semata-mata karena Allah SWT, seperti dalam firman-Nya : "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya"(QS. Al Bayyinah :5).
Allah juga berfirman, "Katakanlah: 'Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya d…

Komunikasi Politik Untuk Raih Sukses Pemilu

Partai politik (parpol) dan Calon anggota legislatif (Caleg) yang ingin meraih sukses pada Pemilu, perlu membangun komunikasi politik yang baik. Politik sebagai sarana merealisasikan tujuan bersama, tidak mungkin lepas dari komunikasi politik diantara pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Moh. Yulianto, S.Sos, M.Si, dosen FISIP UNDIP Semarang saat memberikan materi pada Sarasehan Komunikasi Politik di ruang Sukowati Setda Sragen beberapa waktu lalu.

Menurut Yulianto, peran komunikasi politik sebagai sarana membangun demokrasi yang sehat ditentukan oleh beberapa pendekatan.

Pertama, pendekatan linguistik, yang berkaitan dengan pemakaian bahasa politik para aktor yang akan disimak publik.

Kedua, pendekatan fungsional, menyangkut dinamika politik yang ditentukan oleh media komunikasi serta dampak dan pengaruhnya, seperti  fenomena iklan politik.

Ketiga, pendekatan soal lingkungan, yang dipengaruhi oleh relasi antara sistem politik dengan kultur dan perilaku …

Tiga Hal Perusak Kehidupan Manusia

Ada tiga faktor perusak kehidupan umat manusia yang perlu diwaspadai. Hal ini sesuai peringatan Rasulullah SAW dalam hadits, "Ada tiga hal yang merusak, hawa nafsu yang diikuti, kekikiran yang ditaati, dan bangga terhadap dirinya sendiri."(HR. Thabrani). 
1. Hawa Nafsu Yang Diikuti     Setiap orang punya nafsu ingin kaya, kedudukan yang tinggi, dan nafsu seksual. Kalau nafsu itu diarahkan dengan baik sesuai ketentuan dan norma, insya Allah akan berbuah kebaikan. Namun jika diikuti tanpa kendali kemudian melanggar aturan yang ditetapkan Allah, maka akan menimbulkan kerusakan pada kehidupan manusia. 
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkan sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?." (QS. Al-Jatsiyah :2…

DISIPLIN PRIBADI MELAHIRKAN DISIPLIN NASIONAL

Secara pribadi, dimanapun berada, kita mesti bisa berlaku disiplin dengan penuh kesadaran. Kalau disiplin pribadi sudah tertanam, akan muncul disiplin kelompok, disiplin organisasi, dan akhirnya terbentuk disiplin nasional. Jika hal ini terwujud, alangkah indahnya dunia ini, karena semua elemen akan berjalan menurut aturan, etika dan norma yang berlaku.
Disiplin pribadi adalah disiplin yang didasarkan atas kesadaran individu sendiri. Disiplin ini sangat diharapkan didalam suatu organisasi karena tidak memerlukan perintah atau teguran langsung. Sebaliknya, disiplin berdasarkan perintah yakni dijalankan karena adanya sanksi atau ancaman hukuman. Orang yang melaksanakan disiplin ini karena takut terkena sanksi atau hukuman, sehingga disiplin dianggap sebagai alat untuk menuntut pelaksanaan tanggung jawab.
Pada kondisi tertentu, seseorang mungkin perlu dipaksa dan dirubah perilakunya bahkan diberikan sanksi (punishment) agar bertindak sesuai aturan. Dengan adanya sanksi tersebut diharapkan …

Seuntai Doa

Ya Allah
Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Kami bersyukur atas segala nikmat-Mu
Hari ini masih menjadi bagian hidup kami
Berikanlah kami bimbingan,  kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya

Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran

Tuntunlah lisan kami agar bisa menebarkan kejujuran, kebenaran dan kemuliaan

Gerakkanlah tangan dan kaki kami untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain, sebagai bagian dari ibadah kami

Berilah kami rezeki halal dan baik yg mencukupi, agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan.

Yaa Allah Ya Tuhan kami

Jadikanlah keluarga, saudara, dan teman-teman kami sebagai warna-warni kehidupan yg penuh keindahan, kasih sayang, rukun dan damai selalu

Berikanlah kepada kami kesehatan yang sempurna serta sisa umur yang penuh manfaat dan barokah...

Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin