Skip to main content

Otak Miring





Kita sering meremehkan orang yang punya gagasan atau ide aneh, nyleneh, atau tidak umum, dan menyebutnya sebagai orang “tidak waras” atau “gila”. Memang, awalnya, ide-ide gila itu sering diejek dan ditertawakan orang, tetapi setelah gagasan tersebut menjadi kenyataan, banyak orang yang berlomba-lomba untuk meniru dan memanfaatkannya.
Cerita berikut ini menggambarkan, bagaimana ide nyleneh dapat dijadikan inspirasi. Terutama bagi orang yang ingin menerbitkan buku.
Seperti diceritakan Sulaiman Budiman (2011 : 63), ada seorang anak muda,  yang baru saja dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawatnya di rumah sakit jiwa. Anak muda tersebut berkeinginan untuk menulis sebuah buku tentang kehebatan cara kerja otak guna membuktikan kepada dokter dan kedua orang tuanya bahwa dirinya memang sudah waras dan tidak perlu dikucilkan lagi.
Suatu hari, ia berkunjung ke sebuah toko buku paling besar dan paling lengkap yang terletak di daerah Matraman, Jakarta Timur, untuk mencari ide dan inspirasi tentang  judul buku yang akan ditulisnya itu. Di toko buku tersebut, ia berbincang-bincang dengan karyawan yang melayaninya sembari mencari tahu tentang buku apa saja yang laku dan sedang diminati konsumen.
“Mas, apakah buku-buku tentang otak sudah banyak ditulis orang? Dan, apakah buku-buku tersebut banyak dibeli orang?” tanya anak muda itu kepada salah seorang pegawai toko buku.
“Oh, laku sekali dan sudah banyak penulis yang membahas tentang topik tersebut,” jawab si penjaga toko sembari menunjukkan judul buku laris yang dijual di toko buku tersebut.
“Ada Buku Pinter Mind Map karangan Tony Buzan, salah seorang pemikir dunia. Kemudian, Super Great Memory yang ditulis oleh Irwan Widiatmoko, atau yang paling sering dipanggil Mr. SGM. Ada lagi, Mengenal Rahasia Kecerdasan Otak karangan Shifu Yonathan Purnomo, dan Methode Jitu Meningkatkan Daya Ingat karya Deasy Hariyanti, serta banyak judul buku menarik lainnya tentang kecerdasan otak,” ujar si penjaga toko.
“Kalau tentang otak kanan, apakah sudah ada yang menulis?” lanjut si anak muda bertanya.
Makoto Shichida dari Jepang sudah menerbitkan bukunya yang berjudul The Mistery of Right Brain dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul “Mengungkap Misteri Otak Kanan,” jawab si penjaga toko.
“Kalau tentang otak kiri, apakah juga sudah ada yang menerbitkan?” tanya anak muda lebih lanjut.
“Lha ini apa,” jawab si petugas toko buku sembari menunjukkan sebuah buku yang berjudul Dahsyatnya Otak Kiri.
“Kalau otak tengah, apakah sudah ada yang membahasnya?”
“Itu, lihat saja sendiri di rak buku best seller,” ujar si penjaga toko sambil menunjuk ke sebuah buku yang berjudul Dahsayatnya Otak Tengah yang kebetulan sedang hangat dibicarakan orang.
“Otak kanan sudah, otak kiri sudah, otak tengah juga sudah. Kalau begitu otak apalagi yang belum ditulis orang?” tanya anak muda itu penasaran.
Saking kesalnya si penjaga toko kepada anak muda itu, yang sejak tadi bertanya terus, maka ia pun menjawab dengan ngawur, “Bikin aja buku tentang dahsyatnya otak miring. Saya yakin pasti laku.”
“Aha…. Akhirnya ketemu juga ide yang brilian,” teriak anak muda itu dengan wajah kegirangan.
***
Ada salah satu cara mengumpulkan pendapat atau gagasan dengan cepat yang disebut brain storming atau sumbang saran. Dalam metode tersebut, setiap orang boleh mengemukakan pendapatnya dengan spontan, baik yang masuk akal maupun yang tidak masuk diakal. Dan anehnya, dari ide atau pendapat yang kedengarannya aneh itu kerap muncul sebuah hasil karya yang cemerlang. Begitu juga yang terjadi dengan anak muda di atas yang berteriak kegirangan karena mendapatkan ide cemerlang dari jawaban ngawur seorang penjaga toko buku. 
  
Makanya, jangan malu jika Anda dikatakan orang “Otak Miring”, karena tokoh-tokoh jenius seperti Thomas Alfa Edison dan Albert Einstein adalah orang-orang hebat yang juga dianggap memiliki “Otak Miring”.

Comments

Post a Comment