Skip to main content

Hideyoshi (2) Strategi Meraih Keberuntungan




STRATEGI HIDEYOSHI
Apa yang menarik dari buku Strategi Hideyoshi?
Dalam catatan sejarah Jepang, nama Hideyoshi (lengkapnya Toyotomi Hideyoshi) adalah tokoh luar biasa hebatnya dalam mencapai puncak prestasi. Ia lahir dari keluarga petani miskin, hidup penuh kepahitan, pernah menjadi gelandangan, wajahnya jelek dan tubuhnya pendek (ada yang menyebut seperti monyet). 
Namun  kemalangan hidupnya itu tak menjadikannya meratapi nasib yang membelitnya. Kemiskinan yang melilitnya ia ubah menjadi keberuntungan dengan mengandalkan otak daripada tubuh, mementingkan akal daripada senjata, menggunakan strategi daripada tombak. Sejarah membuktikan, ia kemudian mampu meraih puncak karier gemilang;  menjadi wakil kaisar bukan berdasarkan garis keturunan, melainkan dari kecerdikan otak.
Perjuangan Hideyoshi dalam meraih prestasi - dari petani miskin bisa menjadi wakil kaisar - itu mengundang kekaguman banyak orang. Tak sedikit warga Jepang, terutama kalangan bawah, ingin tahu rahasia di balik kesuksesan Hideyoshi. Di antara orang yang ingin tahu itu adalah Jiro dan Gonsuke. Dua petani itu  ingin mengikuti jejak Hideyoshi. Keinginan untuk mengubah nasib itulah yang membawa keduanya menemui Hideyoshi dengan tujuan ingin mencari kebijaksanaan atau menimba ilmu.
Kehadiran kedua petani itu diterima Hideyoshi dengan hormat. Apalagi mereka datang tidak untuk mencari pekerjaan, tetapi ingin mencari jalan menuju keberuntungan. Hideyoshi kemudian berbagi kisah perjuangan meraih kesuksesannya. Di sela-sela kisah perjalanan hidup yang dituturkan itu, Hideyoshi membeberkan mengenai kunci sederhana yang membawanya mencapai puncak prestasi. 
Inilah yang dikisahkan dalam buku Strategi Hideyoshi.

Apa saja kunci untuk membuka keberuntungan itu?

Pertama, menentukan tujuan hidup dengan membayangkan jalan yang akan mengantarkan ke tempat yang diinginkan. Dalam bahasa  Hideyoshi, Terbayangkan Berarti Terjangkau. Artinya, membayangkan/mengkhayalkan sesuatu yang benar-benar mungkin. Tahu apa langkah pertama yang harus ditempuh. Ibarat seseorang yang ingin menempuh perjalanan maka ia harus mempunyai tujuan. Sebab bagi Hideyoshi, kegagalan manusia lebih sering disebabkan oleh ketiadaan tujuan yang jelas dibandingkan dengan ketiadaan kemampuan.

Kedua, memupuk rasa bersyukur. Sebab rasa bersyukur itu akan mendatangkan keberuntungan, dan setiap kata dan perbuatan baik yang dilakukan seseorang akan mendatangkan kebaikan (balik) kepadanya. Dalam pandangan Hideyoshi,  makna kehidupan bukanlah untuk dilayani, tetapi melayani. Dan hanya jiwa yang bersyukurlah yang bisa memberi pelayanan seperti seharusnya.

Ketiga, mengenali bakat yang dimiliki. Keberhasilan itu tidak datang dengan sendirinya. Ia muncul karena pengabdian seseorang dalam mengerahkan bakat (ketrampilan) yang dimiliki dan usahanya sendiri. Seseorang tak bisa mengharapkan akan disegani orang lain, tanpa  mengembangkan dan menguatkan kemampuannya sendiri. Dan itu yang membuatnya meraih keberuntungan.

Keempat, usaha akan menentukan hasil. Usaha setengah-setengah akan membuahkan hasil setengah, usaha baik membuahkan hasil baik, tapi usaha yang luar biasa akan membuahkan hasil yang luar biasa. Usaha luar biasa itulah satu cara untuk mendapatkan keberuntungan. Hideyoshi menyatakan, akan mengabdikan tubuh dan jiwanya untuk setiap tugas yang diberikan kepadanya, tak pedui betapa pun sulitnya. Semua dilakukannya dengan perasaan gembira.

Kelima, kerjasama akan melahirkan keberhasilan. Sebab, di mata Hideyoshi, tak ada seseorang yang bisa berhasil meraih puncak prestasi dengan sendirian. Ia selalu membutuhkan bantuan dan uluran tangan orang lain. Seorang pemimpin dapat meraih jabatan tinggi, lantaran bantuan dari mitra dan bawahan. Jadi, kerjasama adalah salah satu kunci yang akan menyelamatkan seseorang dari kegagalan. Dengan kerjasama,  jalan keberuntungan itu bisa diraih.

***

Akhir kisah, seiring malam yang menyelimuti kuil, sekumpulan murid tetap duduk untuk berdiskusi dengan penuh semangat. Mereka merasakan kebenaran kata-kata Hideyoshi. Memang, sekarang adalah era yang penuh harapan. Perubahan tengah terjadi, baik untuk Jepang sendiri maupun tiap penghuninya yang menerapkan strategi mendapatkan keberuntngan dari Hideyoshi.
Dan benar saja, cuma beberapa tahun setelah itu, mereka menjadi saksi lahirnya seorang pemimpin baru yang pandangannya melampaui segala tantangan.
Ia mengembangkan impian menyatukan bangsa yang terkoyak akibat perang dan mengisi era baru yang damai dan sejahtera. Ia akan meraih cita-cita ini dan memiliki nama yang abadi sepanjang sejarah.
Kisah-kisah keberhasilannya akan bergema selama berabad-abad. Dan semua orang yang mendengarnya akan terperangah karena lelaki hebat itu terlahir sebagai petani yang sederhana. Namanya adalah Hideyoshi…

Comments