Skip to main content

Bukan Halusinasi ( Bag. 6 )


Kabar misteri sumur tua di pekarangan Suto sampai di telinga Guritno, Kepala Desa setempat. Setelah menerima laporan dari perangkat Desa dan banyak mendengar cerita dari warga, siang itu Guritno menggelar pertemuan khusus. Pertemuan diikuti semua perangkat desa, mulai dari Sekretaris Desa (Carik) beserta Kepala Urusan, Kepala Seksi dan Kepala Dusun atau Kebayan.

“Bapak-bapak yang saya hormati. Hari ini kita adakan pertemuan untuk menyikapi kejadian di lingkungan rumah Pak Suto. Karena ini menyangkut keamanan wilayah kita,” kata Guritno membuka rapat.

“Berdasarkan laporan lisan Bapak-bapak Perangkat Desa dan cerita warga serta pemberitaan koran, kita harus segera mengantisipasi jangan sampai menimbulkan dampak negatif, bukan hanya bagi keluarga pak Suto, tapi juga masyarakat sekitar dan keamanan Desa kita,” Guritno melanjutkan.

Kepala Desa yang baru menjabat tiga tahun ini memimpin rapat tidak bertele-tele.  Ia  paparkan kronologi kejadian berdasarkan laporan yang ada dan langsung membagi tugas.

“Pak Carik. Hasil pertemuan ini nanti dilaporkan kepada bapak Camat. Tembusan ke unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang lain, seperti Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) dan Komandan Komando Rayon Militer (Koramil),”

“Siap Pak !”

“Pak Bayan Randu. Ini wilayah tanggung jawab Sampeyan. Awasi dengan cermat segala kemungkinan yang ada. Agar tidak kewalahan, segera terjunkan beberapa orang Hansip,”

“Siap Pak Lurah!”

“Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra), tolong bantu dan dampingi keluarga Pak Suto. Jangan sampai dia makin parah pikirannya dengan kejadian ini,”

“Saya sudah melakukannya Pak.   Bahkan saya minta Pak Suto untuk banyak berzikir dan berdoa biar pikiran dan hatinya tenang,”

"Perangkat yang lian agar saling koordinasi sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing,"

“Ada pertanyaan?”

“Tidak ada Pak….” Peserta rapat menjawab serentak.

“Baiklah. Kita langsung saja ke lokasi sumur milik Pak Suto. Nanti sambil mengamati segala hal yang terjadi di lapangan, kita bisa mengambil langkah-langkah konkrit di sana,”

***
Sifat manusia, setiap ada kerumunan orang selalu menarik perhatian untuk ikut mendatangi dan terlibat di dalamnya. Mereka bertemu secara kebetulan di suatu tempat dan tidak saling mengenal. Namun punya tujuan yang sama, ingin mengetahui obyek atau kabar yang belum jelas.

Dalam situasi seperti itu, sebagian orang kadang mengabaikan akal sehat. Bahkan, orang bisa menjadi lebih bodoh ketika berada dalam kerumunan. Namun bisa juga terjadi, hal tersebut melahirkan kreatifitas seseorang. Itulah pemandangan yang terlihat di lingkungan rumah Suto.

Berawal dari pikiran dan perasaan seorang individu bernama Suto. Ia mengalami guncangan jiwa yang hebat ketika dalam beberapa malam diteror oleh suara misterius di belakang rumahnya. Ketakutannya memuncak saat ia merasa mendengar suara misterius seperti tangis menyayat dan “ngoroknya” orang tidur di dalam sumur tua miliknya.

Misteri itu yang mengundang kerumunan ratusan manusia. Apa yang sebenarnya terjadi, belum bisa diketahui. Bahkan ada tanda-tanda munculnya persoalan baru yang perlu dipecahkan. Ya, semua masih menjadi misteri.


Bersambung

#OneDayOnePost
Suparto

Comments

  1. Wah.... kembali tegang dan penasaran

    ReplyDelete
  2. Misteri itu berbanding lurus dengan bulu kuduk yang berdiri. Hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bulu kuduk yg berdiri? Jangan2 ada kaitannya dg misteri topeng yg kau ciptakan itu...

      Delete
  3. Bapak masih suka buat kita penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. soalnya apa yg akan ditulis hari ini aja masih misteri.. hehehe...

      Delete
  4. aduh, makhluk apa yang kan muncul nanti...

    ReplyDelete

Post a Comment