Skip to main content

Bukan Halusinasi ( Bag. 8 )


“Ini fenomena aneh. Nggak masuk akal !!” kata Guritno di ruang kerjanya, saat ditanya wartawan surat kabar “Warta Baru” bernama Wartono, soal keberadaan sumur milik Suto yang kini makin banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah.

“Fenomena aneh dan nggak masuk akal. Maksudnya gimana Pak?”

“Semua jadi aneh dan nggak masuk akal!”

“Kok semua, yang dimaksud siapa?”

“Suto dan masyarakat. Termasuk Anda juga!”

“Maaf. Saya atau pertanyaan saya yang dianggap aneh?” kata Wartono agak tersinggung.

“Nggak ah. Kalau soal Anda, ini hanya guyon saja…” Guritno menetralisir pernyataan terakhirnya karena seolah dianggap serius dan menyudutkan profesi wartawan.

Monggo mas, diminum dulu,” dengan santai Guritno menyilahkan wartawan tersebut untuk menikmati air mineral dan caminal yang tersedia di atas meja. Suasana kembali cair. 

Meski hanya sebagai kepala desa, Guritno terlihat sangat tenang menghadapi berondongan pertanyaan wartawan. Tidak seperti kepala desa yang lain. Bahkan beberapa Camat, Bupati dan pejabat pemerintah pada umumnya, sering merasa alergi kalau diwawancara oleh wartawan.

“Jadi, bagaimana langkah pemerintah desa menyikapi fenomena yang Bapak anggap aneh dan tidak masuk akal itu?” wartawan melanjutkan pertanyaan.

“Saya sudah adakan rapat khusus dan perintahkan seluruh aparat desa untuk terjun sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Kami juga sudah lapor kepada Camat dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) lain seperti Kapolsek dan Komandan Koramil,”

“Bagaimana mereka merespon laporan Bapak?”

“Lihat aja. Di lokasi sekitar sumur itu sudah ada aparat kepolisian dan TNI yang bertugas,”

“Soal isu yang berkembang bahwa di dalam sumur ada suara seperti tangis bayi atau orang tidur ‘ngorok’ itu, bagaimana menurut Bapak?”

“Itu yang saya maksud aneh. Masyarakat kita mudah sekali terbius dengan isu. Meski demikian, kami akan bekerjasama dengan pihak-pihak yang berkompeten untuk meneliti kebenaran isu tersebut,”

“Berdasarkan hasil pengamatan Bapak di seputar sumur kemarin, apakah Bapak juga mendengar suara itu?”

“Tidak mendengar. Mungkin karena saya hanya mengamati sekilas,”

“Kemarin Bapak kabarnya ngobrol sama pak Suto. Apakah ada keterangan penting yang bisa mengungkap misteri sumur tersebut?”

“Keterangan dari pak Suto masih membingungkan,”

***

Usai mewancarai kepala desa, Wartono  melanjutkan investigasinya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap. Jurnalis “Warta Baru” ini ingin membuat reportase yang mendalam dan seimbang dari berbagai sisi.  Namun dari hasil menelusuran terhadap berbagai sumber dan pengamatan di lapangan, ia belum juga menemukan titik terang mengenai misteri sumur tua milik pak Suto. Ini tergambar dari judul berita yang ditulisnya.

“Misteri Sumur Pak Suto Makin Gelap”

Bersambung

#OneDayOnePost
Suparto 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Pidato Kocak Dai Gokil

ATUR PAMBAGYA HARJA WILUJENG

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

ATUR PANAMPI CALON TEMANTEN PUTRI BADE IJAB

Tanggap Wacana Basa Jawi dan Contoh Lamaran

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Maaf, Ini Off The Record