Skip to main content

Bukan Halusinasi ( Bag. 3 )


Sosok hitam tinggi besar yang sulit dikenali itu makin dekat dan langsung membekap Suto yang ketakutan. Suto berusaha sekuat tenaga melepaskan cenkeraman makhluk misterius itu, namun tak berdaya. Disaat Suto merasa tubuhnya mau diangkat raksasa hitam itu, ia dikejutkan suara dari luar rumah.

Kang Suto ! Lir. Nglilir. Bangun. Bangun Kang." Teriakan Ngadimin yang lagi keliling ronda kampung bersama dua orang temannya, Kardi dan Paimin Kempul, menyadarkan Suto yang tengah bergulat dengan bayangan hitam menakutkan.  

“Kang Suto. Nglirir…Bangun..“ Paimin Kempul teriak sambil memukul kentongan kecil keras-keras.

"Ya. Ya. Aku sudah bangun!” Suto menyahut sembari geragapan. Suto kaget, tiba-tiba bisa bicara dan berdiri. Lebih kaget lagi, makhluk yang membekapnya sudah menghilang.  

“Ya. Matur nuwun Kang.  Yang penting keadaan aman." Peronda itu meneruskan tugasnya. Keliling kampung mulai tengah malam hingga pukul 03.00 dini hari untuk menjaga keamanan lingkungan.

Mereka berteriak membangunkan setiap warga sampai terjaga. Kalau belum dijawab akan terus diteriaki. Kadang agak menjengkelkan juga. Tapi memang maksudnya baik, mengajak warga tetap waspada dan tidak terlena di tengah malam. Itu bagian dari sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Suto  masih tertegun di tempat tidurnya. Ia berulang kali meraba-raba sekujur tubuhnya sambil mengingat-ingat kembali rentetan kejadian yang barusan dialami. Suto tidak bisa tidur lagi, hingga azan Subuh terdengar.

Pagi harinya, dengan kondisi tubuh yang agak lemas karena kurang tidur, ia ngobrol dengan isteri dan anaknya di teras rumah.

“Tadi malam ibu apa dengar suara ketukan di pintu belakang, atau ada benda jatuh ke dalam sumur?” tanya Suto kepada isterinya.

Ngga dengar apa-apa itu Pak."

“Ada orang masuk ke rumah kita?”

“Ngga ada."

“Kemarin-kemarin malam juga tidak dengar apa-apa?” 

“Tidak pernah dengar.”

“Kalau Yani, pernah dengar?”

“Ngga pernah dengar juga …” jawab Yani, putri tunggalnya itu.

“Hemm, ya sudah…”

“Memang ada apa to Pak?” tanya isteri dan anaknya hampir bersamaan. 

“Ya sudah. Besok saja Bapak ceritakan.”

***
Suto melamun. Matanya menerawang entah  kemana. Pikirannya kalut, seperti tertutup kabut. Bingung.

“Apakah suara ketukan pintu, benda jatuh ke dalam sumur dan orang tinggi besar yang membekapku itu hanya lamunanku? Ah tidak, itu semua asli, nyata. Isteri dan anakku saja yang tidak mendengar karena tidurnya terlalu nyenyak,” Suto membatin. Suto makin linglung. Pandangan matanya kosong.

Wis Pak.. jangan mikir berat-berat. Nanti kalau ada setan nempel” kata Poni mengejutkan Suto.

Bersambung

#OneDayOnePost
Suparto 

Comments

  1. Jadi lemes gitu ya kalau habis dapat pengalaman menyeramkan.

    Syukurlah ada yg sistem rondanya bangunin orang. Kebayang gimana Pak Suto bisa mati lemas gara2 bayangan hitam.

    Numpang gelar tikar ya pak..nungguin lanjutannya.semangat pak!!

    ReplyDelete
  2. Kek ketindih gitu ya Pak?

    sebenarnya ada apa dengan Sato? hihi

    ReplyDelete
  3. Pak Parto bisa bikin yang baca tegang, hebat

    ReplyDelete
  4. Pak Parto bisa bikin yang baca tegang, hebat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pidato Kocak Dai Gokil

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

ATUR PANAMPI PASRAH CALON TEMANTEN BADE IJAB

Selamat Jalan, Novitasari

ATUR PAMBAGYA HARJA WILUJENG

Tanggap Wacana Basa Jawi dan Contoh Lamaran