Skip to main content

Puasa dan Balas Dendam


Ibadah puasa, bagi orang Islam, artinya menahan diri dari makan, minum dan segala hal yang membatalkannya sejak fajar hingga matahari terbenam. Syariat ini sebenarnya, disamping bertujuan menciptakan perilaku mulia (taqwa), juga  untuk melatih pengendalian diri, termasuk tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.

Tapi kenyataan yang kita lihat di bulan Ramadhan ini jauh dari tuntunan. Padahal logikannya, saat umat Islam menjalankan ibadah puasa, kebutuan pangan mestinya berkurang, namun justru meningkat tajam.

Lho kok bisa?

Nah, itu dia. Ternyata hampir tiap rumah tangga, anggaran belanjanya menjadi berlipat, karena untuk menyiapkan makan minum konsumsi pada malam hari biar terlihat lebih sempurna.

Para pedagang bermunculan menjamur di berbagai tempat yang sudah siap setelah ashar, menjajakan makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Hampir semua warung dan penjual makanan tersebut diserbu warga. Mereka yang masak di rumahpun tidak kalah hebatnya : menyediakan segala macam menu istimewa. Pokoknya mereka ingin memuaskan seleranya setelah seharian menahan lapar dan dahaga. 

Pola makan di bulan ramadhan seolah hanya berubah waktunya saja. Sementara nafsu makan justru makin meningkat. Tidak sedikit di antara mereka yang berpuasa itu niatnya ingin ‘balas dendam’ makan minum dengan rakus. Karena seharian tidak makan dan minum, maka sewaktu berbuka semua aneka makanan dan minuman yang terhidang habis disantap. 

Perilaku seperti ini disamping kurang bagus bagi kesehatan juga membuat banyak keluarga malah meningkat pengeluarannya. Akibatnya, muncul pikiran seolah bulan Ramadhan itu penuh dengan beban hidup. Jadinya kurang ikhlas menjalani ibadah. Jadinya kurang berkah.

Ironis. Puasa yang seharusnya mampu melatih diri agar tidak konsumtif dalam membelanjakan uang, kenyataannya malah sebaliknya. Sementara nilai-nilai ilahiah yang terkandung di dalam ibadah puasa terabaikan, karena konsentrasinya hanya bagaimana bisa ‘balas dendam’ makan minum sepuasnya saat adzan maghrib berkumandang. Dan itu berlangsung selama sebulan.  



Allah SWT dalam Qur'an Surat Al=A'raf [7]: 31 mengingatkan, "..... makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan."

Saatnya kita introspeksi diri.

Suparto
#RamadhanBerkah

Comments

Popular posts from this blog

Pidato Kocak Dai Gokil

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

ATUR PAMBAGYA HARJA WILUJENG

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

ATUR PANAMPI CALON TEMANTEN PUTRI BADE IJAB

Maaf, Ini Off The Record