Skip to main content

Gerakan Nasional Revolusi Mental : Apa Kabar?


Revolusi Mental begitu gencar diserukan oleh JokoWidodo sejak awal menjabat sebagai Presiden. Berbagai pihak menyambut baik, namun tidak sedikit yang skeptis bahkan sinis dengan gagasan tersebut sehingga menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Revolusi Mental  sempat bergaung beberapa bulan, namun setelah itu tidak ada kabarnya.

Kini setelah dua tahun berjalan, ditambah dengan kenyataan di lapangan tentang beberapa gejala karakter bangsa  yang mengkhawatirkan, Pemerintah mulai mengambil langkah untuk segera merealisasikan. Terbitlah  Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dan penjabarannya telah disusun Peta Jalan GNRM 2017-2019.

Demikian dikemukakan Staf Ahli Rektor Universitas Sebelas Maret – UNS – Surakarta, Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si, di depan peserta “Focus Group Discussion (FGD) Capaian Gerakan Revolusi Mental“, Rabu (22/11/2017). Kegiatan ini kerjasama UNS dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.   

Acara FGD yang berlangsung di ruang UNS Inn tersebut diikuti para pejabat Pemerintah Kabupaten Sragen, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Capil, Badan Kepegawaian, Badan Kesbanglinmas, Satpol PP.  Sedangkan dari unsur masyrakat diwakili dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Kelompok TKI Mukti Desa Mojorejo Karangmalang dan Gapoktan Desa Blimbing Sambirejo.

Drajat menjelaskan, visi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden periode 2015-2019 adalah “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-royong”. Visi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam tujuh misi dan sembilan agenda strategis yang dikenal dengan Nawa Cita. Revolusi mental merupakan penjabaran dari salah satu agenda prioritas Nawacita, yaitu melaksanakan revolusi karakter bangsa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang ditunjuk sebagai penangungjawab program kemudian menyusun pedoman umum sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar semua program dan kegiatan aksi yang telah tertuang di dalam peta jalan GNRM tersebut dapat dilaksanakan secara sistematis dan sinergis.


Dengan berpegang pada pedoman umum ini, diharapkan seluruh gugus tugas, baik di tingkat pusat maupun daerah dapat menyusun rencana program berupa aksi nyata untuk mendukung penyelesaian masalah yang terjadi di lingkungannya.
Penyusunan rencana tersebut harus melibatkan pemangku kepentingan, terukur, dan realistik dengan waktu penyelesaian yang ditetapkan. Diharapkan gugus tugas mampu mengawal pelaksanaanya secara seksama, transparan dan akuntabel serta melibatkan pemangku kepentingan dan menggerakkan sebanyak mungkin partisipasi masyarakat.

Program GNRM meliputi 5 (lima) gerakan perubahan, yaitu gerakan Indonesia Melayani (GIM), Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Gerakan Indonesia Tertib (GIT), Gerakan Indonesia Mandiri (GIMa) dan Gerakan Indonesia Bersatu (GIBe). Adapun pembiayaannya dapat bersumber dari pemerintah (APBN dan APBD), swasta (CSR/PKBL), partisipasi masyarakat, dan sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat. Diharapkan gugus tugas bersama-sama pemangku kepentingan dapat melakukan pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan pengendalian serta menangani pengaduan dengan sistem pengaduan yang mudah diakses.

Dalam diskusi mengemuka beberapa hal penting. Diantaranya diketahui bahwa selama ini sosialisai program GNRM ternyata belum sampai ke tingkat Pemkab/Kota. Meski belum pernah menerima sosialisasi tentang GNRM, hampir semua peserta menyatakan, Sragen telah melaksanakan program seperti yang dicanangkan dalam GNRM. Hanya saja, Revolusi Mental yang sudah dilaksanakan Sragen belum terorganisasi secara spesifik. 

Drajat mengaku mendapat banyak masukan dalam diskusi kali ini. Dari hasil diskusi ini, sangat penting bagi pihak UNS dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk merusmuskan kebijakan dan langkah lanjut guna menyukseskan GNRM. 

Suparto 

Comments

Popular posts from this blog

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Atur Wangsulan Lamaran Calon Temanten

Meski tugas juru bicara untuk menyampaikan lamaran (pinangan) seperti yang saya tulis kemarin berlangsung 'glagepan' dan 'gobyoss', namun oleh beberapa teman,  saya dianggap 'sukses'.  "Bagus Pak. Sederhana dan 'cekak aos' apa yang menjadi inti," kata teman.  Tapi bagi saya pribadi, respon teman itu mungkin bisa diartikan lain. Sekedar untuk menyenangkan saya atau 'nyindir'. Namun tetap saya ucapkan terima kasih, karena memberi saya kesempatan untuk belajar dari pengalaman.  Betul. Beberapa hari setelah kejadian itu, saya diminta lagi untuk menjadi 'juru bicara' sebagai pihak yang harus menyampaikan jawaban/tanggapan atas lamaran di keluarga lain. Saya pun tak bisa mengelak. Karena waktunya sangat mendadak maka konsep saya tulis tangan dengan banyak coretan.  Seperti diketahui, setelah adanya lamaran dari keluarga pihak lelaki, biasannya diikuti dengan kunjungan balasan untuk  menyampaikan jawaban atau balasan. ...

Bukan Halusinasi ( Bag. 4 )

Malam ke empat. Suto memutuskan tidak akan tidur semalaman. Ia menyiapkan satu bungkus rokok kretek dan kopi panas untuk menemani bergadang. Ia berharap kejadian kemarin yang terus menghantui pikirannya tidak akan terulang lagi. Namun ketika ia terus membayangkan sesuatu yang ditakuti, pikirannya justru makin tegang. Tengah malam. Saat Suto mengisap rokok sambil sesekali minum kopi yang sudah mulai dingin, mendadak pikirannya seperti melayang. Dalam kondisi setengah sadar, ia mendengar lagi ketukan di pintu belakang. Ia mengucek-ngucek matanya dan memasang telinga, memastikan datangnya suara. Namun kali ini, ia memutuskan untuk tidak menggubris suara tersebut. Ia sempat menghitung, suara ketukan di malam itu sampai sembilan kali. Ia tetap duduk di kamar tidur, sambil terus merokok. Sayup-sayup ia masih mendengar suara ketukan itu, tapi dibiarkan. Aneh, suara itu menghilang dengan sendirinya. Suto pun lega. Akhirnya tertidur. *** Setelah ia mengambil keputusan ...

Bukan Halusinasi ( Bag. 7 )

Sesuai rencana, Guritno bersama perangkatnya mendatangi rumah Suto. Melihat kedatangan Guritno, puluhan warga yang berkerumun berebut menyalami Kepala Desa yang simpatik ini. Beberapa orang dari luar desa yang belum mengenalnya juga mendekat Guritno. “Selamat Siang, Pak Lurah..” beberapa orang menyapa. “Selamat Siang. Gimana kabarnya. Sehat semua kan?” Sapa Guritno. “ Nggih,  Pak Lurah…” Guritno langsung menuju lokasi sumur tua milik Suto . Ia segera me lo ngok ke dalam sumur seperti yang dilakukan warga. Ia berkali-kali melongok ke lubang sumur yang berkedalaman 15 meter. Sesaat kemudian, ia melihat ke sekeliling, mengamati puluhan rumpun pohon bambu yang tumbuh subur di pekarangan Suto . Beberapa orang yang menyaksikan gerak gerik Kepala Desa itu saling berpandangan dan berbisik satu sama lain. Mereka menerka apa yang akan dilakukan pemimpin desa itu. Diantara mereka ada yang memberanikan diri bertanya dan usul kepada Guritno. “Bagaimana, Pak. Apa b...

Pertanyaan Yang Membuat Orang Bisa Jadi Gila

Ilustrasi (foto google image) Ini kisah yang membuat saya seperti orang gila. Bayangkan, saat membaca kisah ini tingkah saya jadi aneh. Ketawa, cemberut, jengkel, dan pusing kepala jadi satu.   Untungnya, setelah membaca kisah ini saya tidak benar-benar jadi gila. Saya justru    mendapat inspirasi dan pencerahan.   Seperti dikisahkan Sulaiman Budiman (2011:45), pada waktu   istirahat makan siang, tampak serombongan karyawan tengah bingung memilih menu di sebuah lokasi tempat makan yang dipenuhi banyak pedagang dengan berbagai macam jenis makanan. Di lokasi itu ada lontong Cap Go Meh, nasi goreng gila, soto betawi gebrak, sop buntut Bang Kumis, es teler, gado-gado, soto mie Bogor, dan macam-macam hidangan lainnya. Setelah berputar-putar, akhirnya mereka memutuskan untuk mampir di sebuah warung yang tampak masih sepi pengunjungnya.   “Nah, kita makan di sini saja, tempatnya enak dan belum ada orang yang datang. Jadi kita bisa makan sambil n...

Orang Asing Yang Saya Kenal (Bag.3)

Selina, Gadis Volunteer. Senyum Selina   Oleh : Suparto Selina datang di Sragen sebagai volunteer (relawan asing) untuk melakukan kegiatan pendampingan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Gemolong. Bagaimana ceritanya Selina bisa bertugas cukup lama di Sragen Indonesia?   Ini lanjutan catatan harianku tentang gadis Jerman itu. ****** Sabtu siang , 29 September 2012. Suasana penuh ceria mewarnai SMP N 1 Gemolong, Sragen, ketika sekolah ini mendapat kunjungan 6 orang volunteer dari Jerman. Mereka adalah Selina Denise Trapp, Laura Schulze, Sophie Karina   Kaehler, Jonathan   Blumcke, Marcus Schnetter, dan Philipp Unbehaun. Kedatangan remaja Jerman ini dipandu petugas dari Dejavato Foundation , sebuah lembaga penyedia relawan asing ( volunteer ) yang berkantor di Semarang. Selina di hadapan para siswa SMP Salah satu diantara enam orang warga Jerman ini, yakni Selina Denise Trapp, terlihat paling lincah, familiar dan berbahasa Indones...

Tanggap Wacana Basa Jawi dan Contoh Lamaran

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang berpengaruh pada perubahan perilaku masyarakat, ternyata masih banyak orang tetap memegang teguh   dan ‘nguri-nguri’ (melestarikan) warisan ‘Budaya Jawa’. Salah satu warisan tersebut adalah ‘Tanggap Wacana Basa Jawi’ atau pidato bahasa jawa dalam acara-acara adat maupun ‘pasamuan’ (pertemuan) keluarga dan warga kampung, terutama   di ‘tlatah’ (daerah) Jawa Tengah dan Jawa Timur. Atau di berbagai daerah di Indonesia yang terdapat komunitas atau kelompok masyarakat ‘Jawa’. Bagi sebagian orang, meski mereka hidup di lingkungan masyarakat berbudaya Jawa, tanggap wacana basa jawi (pidato bahasa jawa) sering dianggap momok karena sulit pengetrapannya. Ketidakmampuan mereka bisa karena sudah ngga peduli dengan bubaya jawa atau ngga mau belajar, sehingga keadaan sekarang ini ibarat ‘Wong Jowo Ilang Jawane’ – orang Jawa sudah kehilangan jatidirinya sebagai orang Jawa. Namun bagi orang yang kebetulan di- tua -...