Skip to main content

TAWA RIA SANTRI TPA


Hari Ahad (10/12/2017) menjadi saat yang membahagiakan bagi santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA)  At-Taqwa Plumbungan Indah, Karangmalang, Sragen. Mereka, sekitar 40 anak mengikuti kegiatan Taddabur alam (outbond) di kawasan Wisata Alam Air Terjun Jumog, Karanganyar. Dengan naik kendaraan dua mobil Mini Bus dan empat mobil Kijang, suasana tawa ria terlihat sejak berangkat dari halaman Masjid At-Taqwa menuju kawasan lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer.
Kegiatan yang dibimbing oleh Ustad Ali Basyarudin dan beberapa ustadzah ini diisi  berbagai kegiatan. Diantaranya permainan kelompok, jalan-jalan di alam bebas, olahraga renang dan makan siang bersama dengan menu Sate Kelinci.  Mereka juga diminta bercerita atau menuliskan pengamatannya selama perjalanan tentang keindahan alam ciptaan Allah. Semua  santri terlihat bersemangat dan bergembira mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 08.00 dan berakhir sebelum waktu dhuhur.
Koordinator  TPA At-Taqwa Plumbungan Indah, Supriyadi, menjelaskan, taddabur alam ini merupakan program dari proses pembelajaran di luar materi formal. Mereka butuh penyegaran setelah menjalani kegiatan rutin.

“Mereka memerlukan pengetahuan dan pengalaman di luar materi yang diberikan secara rutin seminggu  dua kali. Kegiatan ini kita adakan tiap tahun untuk menciptakan kesegaran dan suasana keceriaan,” kata Supriyadi.

Menurut Supriyadi, TPA At-Taqwa merupakan salah satu unit kegiatan di lingkungan Masjid At-Taqwa Plumbungan Indah untuk membina anak-anak guna mencetak generasi penerus yang Islami.

“Para santri itu adalah pemegang masa depan. Sejak dini mereka perlu dibekali dengan ilmu dan pengalaman yang dapat membentuk akhlak mulia. Anak-anak yang mengikuti TPA ini gratis, karena semua  biaya penyelenggaraan sepenuhnya dicukupi dari Kas Masjid dan didukung para donatur,” tambah Supriyadi.


Suparto 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng.
Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut.
******
Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan….

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
-Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan
Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken raos syukur dumateng ngarsanipun Allah SWT, Gusti Ingkang Maha Kawasa, awit saking peparingipun ni’mat saha Ridlani…

ATUR PASRAH TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan). 
Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin. -Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten -Panjenenganipun Bapa Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan -Para rawuh kakung putri ingkang bagya mulya.
Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung.
Sowan kula mriiki dipun saroyo dening panjenenganipun BapaHaji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepareng matur :
Sepisan. Ngaturaken salam taklim saking Bapak H…

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa.
Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya.
Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat.
****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut.
Assalamu 'alaikum wr.wb.
·*** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.
     *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan.
·*** Panjenenganipun Bapak Susilo ingkang hamikili Bapak Sukimin sekalian ingkang tuhu            kinurmatan.
·*** Bapak Sukimin sekaliyan…

Pidato Kocak Dai Gokil

Humor sebagai salah satu bumbu komunikasi dalam berpidato hingga kini masih diakui kehebatannya. Ketrampilan menyelipkan humor-humor segar dalam berpidato atau ceramah,menjadi daya pikat tersendiri bagi audien atau pendengarnya sehingga membuat mereka betah mengikuti acara sampai selesai.
Buku saku berjudul “Pidato-pidato Kocak ala Pesantren” karya Ustad Nadzirin (Mbah Rien) ini mungkin bisa menjadi referensi bagi pembaca yang ingin menciptakan suasana segar dalam berpidato. Buku setebal88 halaman yang diterbitkan oleh Mitra Gayatri Kediri (tanpa tahun) ini berisi contoh-contoh pidato penuh humor.
Membaca buku yang menyajikan enam contoh pidato yang oleh penulisnya dimaksudkan untuk bekal dakwah para dai gokil dan humoris ini saya ngakak abis

Pengin tahu cuplikannya? Silahkan simak berikut ini.
“Saudara dan saudari. 
Baik eyang putra maupun eyang putri…Semua tanpa kecuali yang saya cintai…
Meski kalian semua tidak merasa saya cintai…”
“…..Allah telah mencurahkan nikmat-Nya kepada kita t…

ATUR PANAMPI PASRAH CALON TEMANTEN BADE IJAB

Assalamu'alaikum wrwb.
-Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun Bapak….ingkang hamikili Bapak Karjiyono, SE, MM – Ibu Rr. Erniani Djihad Sismiyati (alm) ingkang tuhu kinurmatan.
Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji Mulyono Raharjo, S.Pd, MM sekalian Ibu Sri Sayekti, Sm,Hk keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah calon temanten kakung.
Ingkang sepisan, kula minangkani Bapak Mulyono Raharjo sekalian, dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapak Karjiyono, sapendherek, ingkang pidalem wonten ing Jombor Lor, RT.01/18, Kel. Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Ngayogyakarta Hadiningrat.
Kaping kalih, menggah salam taklim Bp.Karjiyono sekalian lumantar panjenengan sampun katampi, dhawah sami-sami, kanthi atur“wa'alaikum sala…

Warung PAS Sragen : Di Gang Sempit Tetap Dicari

Di Sragen - Jawa Tengah, saat ini warung makan menjamur dimana-mana dengan aneka menu yang menggiurkan. Mulai dari yang sederhana hingga paling mewah tersedia di wilayah kabupaten yang terkenal dengan julukan Bumi Sukowati ini. Warung-warung tersebut tampil dengan berbagai model dan inovasi untuk menarik konsumen.

Namun demikian, ditengah persaingan sengit bisnis kuliner, masih ada warung makan sederhana di kota Sragen yang tetap eksis sejak seperempat abad lalu. Namanya Warung PAS.

Meski lokasi warung ini di tempat tersembunyi, 'nylempit' dan 'ndlesep' di gang sempit, tetapi keberadaannya selalu dicari. Jadi klangenan banyak orang dari berbagai kalangan.

Berada di kampung Sumengko RT.02, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, lokasi warung PAS benar-benar tersembunyi.

Untuk menuju ke warung PAS, dari jalan kampung saja, masih harus berjalan melewati gang sempit diantara dua rumah, sejauh 15 meter.

Pemilik warung, Wartini (Bu War) ditemani putrinya, Ria, siap mela…

Atur Wangsulan Lamaran Calon Temanten

Meski tugas juru bicara untuk menyampaikan lamaran (pinangan) seperti yang saya tulis kemarin berlangsung 'glagepan' dan 'gobyoss', namun oleh beberapa teman,  saya dianggap 'sukses'. 
"Bagus Pak. Sederhana dan 'cekak aos' apa yang menjadi inti," kata teman. 

Tapi bagi saya pribadi, respon teman itu mungkin bisa diartikan lain. Sekedar untuk menyenangkan saya atau 'nyindir'. Namun tetap saya ucapkan terima kasih, karena memberi saya kesempatan untuk belajar dari pengalaman. 


Betul. Beberapa hari setelah kejadian itu, saya diminta lagi untuk menjadi 'juru bicara' sebagai pihak yang harus menyampaikan jawaban/tanggapan atas lamaran di keluarga lain. Saya pun tak bisa mengelak. Karena waktunya sangat mendadak maka konsep saya tulis tangan dengan banyak coretan. 


Seperti diketahui, setelah adanya lamaran dari keluarga pihak lelaki, biasannya diikuti dengan kunjungan balasan untuk  menyampaikan jawaban atau balasan. Dalam penyampaian ba…

Imam Al-Ghazali Peletak Dasar Psikologi Islam

Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama besar yang dikenal dengan sebutan "Hujjatul Islam" (Sang Pembela Islam). Dia juga terkenal sebagai tokoh Ahli Kalam, filosof, sufi, dan berbagai bidang ilmu lainnya.

Dilihat dari berbagai karya dan pemikirannya yang monumental, seorang pemikir Islam, Fuad Al-Ahwani bahkan menyebut Imam Al-Ghazali sebagai tokoh 'Peletak Dasar Psikologi Islam' yang amat terkenal.

Hal itu karena Imam Al-Ghazali mampu mengkombinasikan psikologi dengan akhlak dan agama. Dengan metode ilmu ini, menurut Ghazali, seorang Muslim dapat menelusuri jalan menuju kebaikan jiwa, kebaikan akhlak, dan akhirnya sampai kepada keselamatan dan memperoleh kenikmatan yang abadi.

Imam Ghazali banyak mengupas tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan kondisi hati atau kejiwaannya.

Dalam salah satu tulisannya, Imam Ghazali menyatakan, "Manifestasi perilaku manusia, didorong oleh 4 faktor pokok, yaitu : nafsu makan, seksual, harta benda dan pangkat. Pangkal semua…

Semua Penting

Tuhan menciptakan seluruh anggota tubuh manusia, sangat unik. Setiap bagian memiliki fungsi dan peranannya masing- masing untuk saling melengkapi dan saling mendukung.

Begitu juga dengan kehidupan manusia, setiap orang dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing dengan harapan dapat saling berbagi dan melengkapi, bukan untuk saling merendahkan atau menyombongkan diri.

Ketika setiap orang atau elemen merasa paling penting, maka yang terjadi adalah keruwetan dan perdebatan panjang yang tak berujung.

Metafora unik yang dikisahkan Sulaiman Budiman (2011) berikut menggambarkan bagaimana ruwetnya tugas ketika masing- masing pihak yang terlibat  saling ngotot dan mengklaim bahwa dirinyalah yang paling penting.

*** Suatu ketika, para anggota tubuh melakukan konferensi untuk menentukan bagian tubuh mana yang paling penting bagi kehidupan manusia.

"Aku pasti yang paling penting," kata sepasang mata. "Tanpa aku, kehidupan manusia akan gelap gulita karena tidak bis…

ATUR PANAMPI CALON TEMANTEN PUTRI BADE IJAB

Ternyata, pelan-pelan saya harus menceburkan diri kedalam tata cara adat Jawa yang semula kurang saya sukai karena serba ‘njlimet’ dan kadang terlihat tidak rasional.

Padahal yang saya jalani itu baru masuk pada bagian kecil dari serangkaian adat yang merupakan bagian dari budaya Jawa. Itupun baru sebatas pada ‘tanggap wacana’ yang jelas tampak, kasat mata,dan mudah dipelajari. Namun bagi saya masih terasa berat.
Episode berikutnya dari tugas kehidupan yang harus saya jalani adalah menjadi juru bicara dari keluarga calon mempelai wanita untuk menerima pasrah calon temanten pria.
****** Inilah tugas ‘Atur Panampi saking Calon Temanten Putri Bade Ijab’.
Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. - Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. - PanjenenganipunBapa Drs. NUR SUSANTO minangka sulih sariraBapaHaji EDY SUDADI sekalian Ibu Hajah KONITUN, S.Pd. ingkang tuhu kinurmatan.
Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Ka…