Skip to main content

Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat



Dalam Al-Qur'an Surat An-Nahl :97, Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) berfirman :"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Menurut Abu Nabilah Al Makassary (2011), yang dimaksud dengan amalan sholih adalah amalan sempurna yang didalamnya mencakup tiga perkara,  yaitu :

1. Sesuai petunjuk Nabi Sallalahu Alaihi Wasallam (SAW). 


Allah berfirman, "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah". (QS. Al Hasyr :7).

2. Ikhlas, semata-mata karena Allah SWT.

Allah berfirman, "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."(QS. Al Bayyinah :5).

Allah juga berfirman, "Katakanlah: "Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku". Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia"(QS. Az Zumar :14-15).

3. Amalan dibangun diatas pondasi aqidah yang benar.

Allah berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman." (QS. An Nahl : 97).
Dalam ayat ini Allah membatasinya dengan keimanan. Pemahaman kebalikannya adalah jika yang melakukan amalan sholih tersebut bukan seorang mukmin, maka tidak akan diterima amalannya. (Tafsir Adhwa'ul Bayan).

Imam Ibnu Katsir berkata : "amal sholih" adalah amalan yang sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah Nabi-Nya(Tafsir Al Qur'anul Adzim).

Para ulama ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna "kehidupan yang baik" dalam ayat ini. Sebagian menafsirkannya dengan kehidupan yang baik di dunia, yaitu Allah memberikan taufik kepada hamba-Nya kepada apa-apa yang diridhoi-Nya, memberikan karunia berupa kesehatan serta rezki halal, sebagaimana firman-Nya : "Ya Tuhan Kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."(QS.Al Baqarah :201)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radiyallahu 'anhuma (RA), Sa'id bin Jubair, Adh dhahak, Atha' bin Abi Rabah, bahwa "kehidupan yang baik" dalam ayat ini adalah "rezki yang baik dan halal di dunia".

Juga dari Abdullah bin Abbas Radiyallahu anhuma, menafsirkannya dengan As sa'adah (kebahagiaan).

Ali Bin Abi Tholib Radiyallahu anhu, Al Hasan Al Basri, Ikrimah, Za'id bin Wahhab, Wahhab bin Munabbih Rahimahumullah menafsirkannya dengan Al qona'ah (kecukupan).

Abu Bakar Al Waraq menafsirkannya dengan "lezatnya ketaatan."

Abdurrahman bin Nashr As Sa'di, menafsirkannya dengan "ketenangan jiwa dan hati serta tidak terpengaruh dengan adanya yang menggangu ketenangan hatinya, sehingga Allah memberikan rezki yang baik dan halal kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka."

Abul Fida' Ibnu Katsir, berkata : "kehidupan yang baik mencakup seluruh bentuk kelapangan dari segala sisi."

Yang lainnya menafsirkannya dengan "kehidupan yang baik di akhirat berupa surga". Seperti, Al Hasan Al Basri, Qotadah, Mujahid, dan Ibn Zaid Rahimahumullah. (Tafsir Adh'waul Bayan, Tafsir Ath Thobari, Tafsir Fathul Qodir, Tafsir Al Qur'anul Adzim, Tafsir Al Qurthubi, Tafsir Zaad al Musayyar & Taisir Al Karim Ar Rahman).

Adapun Abu Ghassan, dari Syarik menafsirkannya dengan "Kehidupan yang baik di alam kubur" (Tafsir Zaad al Musayyar, karya Ibnul Jauzi)

Kesimpulannya, makna "kehidupan yang baik" adalah meliputi semua yang telah disebutkan diatas. Sebagaimana hadits Abdullah bin Amr bin Al Ash RA, Rasulullah SAW bersabda : "Sungguh beruntunglah orang masuk kedalam islam, diberi rezki yang cukup, dan merasa cukup dengan apa yang Allah berikan".(HR. Muslim no. 1746. Ahmad no.6284). (Taisir Al Qur'an Al Adzim).

"Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Yaitu ganjaran pahala yang terbaik dari apa yang telah mereka kerjakan di akhirat. Berdasarkan riwayat yang datang dari Abdullah bin Abbas RA. (Tafsir Adh'waul Bayan, Tafsir Ath Thobari, Tafsir Fathul Qodir, Tafsir Al Qur'anul Adzim, Tafsir Al Qurthubi, & Taisir Al Karim Ar Rahman).

Abul Fida' Ibnu Katsir mengatakan, ini adalah janji dari Allah, bagi siapapun yang beramal sholih (yaitu amalan yang sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah Nabi-Nya), baik laki-laki maupun perempuan dari anak cucu adam, hatinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, amalan tersebut diperintahkan dan disyariatkan dari sisi Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik di dunia serta ganjaran/balasan yang terbaik dari apa yang telah mereka kerjakan di akhirat.(Tafsir Al Qur'anul Adzim).

Abu Bakar Al Jaza'iri mengatakan, bahwa yang mendapatkan janji ini adalah ahli iman dan amal sholih, yaitu keimanan yang benar mengantarkan kepada amalan sholih, bersih dari syirik dan maksiat. Merekalah yang akan memetik janji dari Allah berupa kehidupan yang baik, kecukupan, makanan dan minuman yang lezat serta bersih dari noda (kotoran). Ini di dunia, adapun di akhirat, mereka akan memperoleh surga dan balasan yang terbaik dari setiap jenis amalan yang telah mereka kerjakan. (Aisar At Tafasir)

Tips untuk bahagia di dunia dan di akhirat

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar memperoleh kebahagiaan, baik di kehidupan dunia ini, maupun di akhirat nanti insya Allah :

1. Beriman dan beramal sholih

Allah berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."(QS An Nahl : 97).

2. Mensyukuri nikmat dan merasa cukup atas karunia dari Allah

Seluruh nikmat, baik kecil sampai kepada yang besar, yang nampak maupun yang tidak nampak datangnya dari Allah SWT. Allah Ta'ala berfirman : "Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)". (QS. An Nahl :53).

Al Imam Ibnul Qoyyim mengatakan: "Hakikat dari syukur nikmat adalah mengenali nikmat dan pemberi nikmat, mengakui dan tidak mengingkarinya, tunduk, cinta dan ridho kepada sang pemberi nikmat atas nikmat-nikmat tersebut, serta mempergunakan segala nikmat untuk taat dan pada apa-apa yang dicintai dan diridhoi oleh pemberi nikmat" (Tafsir al Aziz Al Hamid hal. 628).

Disamping itu, Allah telah berjanji untuk menambahkan nikmat-Nya bagi siapa yang mensyukurinya, sekaligus azab yang pedih bagi yang mengkufurinya. Allah Ta'ala berfirman :
"Dan tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."(QS. Ibrahim :7)

Nabi SAW bersabda : "Sungguh beruntunglah orang masuk kedalam islam, diberi rezki yang cukup, dan merasa cukup dengan apa yang Allah berikan".(HR. Muslim no. 1746. Ahmad no.6284).

"Lihatlah kepada orang yang derajatnya lebih rendah dari kalian, dan jangan melihat kepada yang diatas kalian, karena yang demikian itu lebih baik, dan agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dikaruniakan kepada-Mu (Muttafaq Alaih)

3. Bersabar dalam melakukan ketaatan, meninggalkan maksiat, serta menghadapi takdir Allah.

Allah berfirman : "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas"(QS. Az Zumar :10).

Al Allamah As Sa'di mengatakan :"Ayat ini umum untuk seluruh jenis sabar. Sabar terhadap takdir Allah yang menyakitkan, jangan marah. Sabar dari bermaksiat kepada-Nya, jangan dilakukan. Sabar dalam menta'ati-Nya, sehingga melaksanakan keta'atan kepada-Nya. Allah menjanjikan bagi orang-orang yang bersabar dengan pahala yang tidak terhitung, yakni tanpa batas, tanpa hitungan dan tanpa ukuran. Yang demikian itu disebabkan karena keutamaan serta kedudukan sabar di sisi Allah, dan ini jelas pada setiap perkara".(Taisir Al Karim Ar Rahman).

4. Memohon ampunan ketika melakukan dosa serta bertaubat.

Allah SWT berfirman, "Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".(QS. An Nisaa':110).

Al Allamah As Sa'di Rahimahullah mengatakan : "yaitu barangsiapa yang berani melakukan maksiat, tenggelam dalam dosa, lalu ia memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh, mengakui dan menyesal atas dosa tersebut, kemudian meninggalkannya serta bertekad untuk tidak melakukannya, inilah yang dijanjikan oleh yang tidak pernah mengingkari janji dengan pengampunan dan rahmat. ".(Taisir Al Karim Ar Rahman).

Allah akan mengganti kejahatan orang-orang yang mau bertaubat, beriman serta beramal sholih dengan kebaikan. Allah berfirman : "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS Al Furqan :70)

Disamping itu, dengan istigfar (memohon ampun) kepada Allah, akan membuahkan rezki di dunia. Allah berfirman, "Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan (berkah) kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

Bahan Kajian Islam
sumber : http://ahlussunnahpalopo.blogspot.co.id/2011/01/meraih-kebahagiaan-dengan-iman-dan-amal.html

Comments

Popular posts from this blog

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng.
Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut.
******
Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan….

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
-Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan
Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken raos syukur dumateng ngarsanipun Allah SWT, Gusti Ingkang Maha Kawasa, awit saking peparingipun ni’mat saha Ridlani…

ATUR PASRAH TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan). 
Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin. -Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten -Panjenenganipun Bapa Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan -Para rawuh kakung putri ingkang bagya mulya.
Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung.
Sowan kula mriiki dipun saroyo dening panjenenganipun BapaHaji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepareng matur :
Sepisan. Ngaturaken salam taklim saking Bapak H…

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa.
Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya.
Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat.
****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut.
Assalamu 'alaikum wr.wb.
·*** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.
     *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan.
·*** Panjenenganipun Bapak Susilo ingkang hamikili Bapak Sukimin sekalian ingkang tuhu            kinurmatan.
·*** Bapak Sukimin sekaliyan…

Pidato Kocak Dai Gokil

Humor sebagai salah satu bumbu komunikasi dalam berpidato hingga kini masih diakui kehebatannya. Ketrampilan menyelipkan humor-humor segar dalam berpidato atau ceramah,menjadi daya pikat tersendiri bagi audien atau pendengarnya sehingga membuat mereka betah mengikuti acara sampai selesai.
Buku saku berjudul “Pidato-pidato Kocak ala Pesantren” karya Ustad Nadzirin (Mbah Rien) ini mungkin bisa menjadi referensi bagi pembaca yang ingin menciptakan suasana segar dalam berpidato. Buku setebal88 halaman yang diterbitkan oleh Mitra Gayatri Kediri (tanpa tahun) ini berisi contoh-contoh pidato penuh humor.
Membaca buku yang menyajikan enam contoh pidato yang oleh penulisnya dimaksudkan untuk bekal dakwah para dai gokil dan humoris ini saya ngakak abis

Pengin tahu cuplikannya? Silahkan simak berikut ini.
“Saudara dan saudari. 
Baik eyang putra maupun eyang putri…Semua tanpa kecuali yang saya cintai…
Meski kalian semua tidak merasa saya cintai…”
“…..Allah telah mencurahkan nikmat-Nya kepada kita t…

ATUR PANAMPI PASRAH CALON TEMANTEN BADE IJAB

Assalamu'alaikum wrwb.
-Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun Bapak….ingkang hamikili Bapak Karjiyono, SE, MM – Ibu Rr. Erniani Djihad Sismiyati (alm) ingkang tuhu kinurmatan.
Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji Mulyono Raharjo, S.Pd, MM sekalian Ibu Sri Sayekti, Sm,Hk keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah calon temanten kakung.
Ingkang sepisan, kula minangkani Bapak Mulyono Raharjo sekalian, dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapak Karjiyono, sapendherek, ingkang pidalem wonten ing Jombor Lor, RT.01/18, Kel. Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Ngayogyakarta Hadiningrat.
Kaping kalih, menggah salam taklim Bp.Karjiyono sekalian lumantar panjenengan sampun katampi, dhawah sami-sami, kanthi atur“wa'alaikum sala…

Warung PAS Sragen : Di Gang Sempit Tetap Dicari

Di Sragen - Jawa Tengah, saat ini warung makan menjamur dimana-mana dengan aneka menu yang menggiurkan. Mulai dari yang sederhana hingga paling mewah tersedia di wilayah kabupaten yang terkenal dengan julukan Bumi Sukowati ini. Warung-warung tersebut tampil dengan berbagai model dan inovasi untuk menarik konsumen.

Namun demikian, ditengah persaingan sengit bisnis kuliner, masih ada warung makan sederhana di kota Sragen yang tetap eksis sejak seperempat abad lalu. Namanya Warung PAS.

Meski lokasi warung ini di tempat tersembunyi, 'nylempit' dan 'ndlesep' di gang sempit, tetapi keberadaannya selalu dicari. Jadi klangenan banyak orang dari berbagai kalangan.

Berada di kampung Sumengko RT.02, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, lokasi warung PAS benar-benar tersembunyi.

Untuk menuju ke warung PAS, dari jalan kampung saja, masih harus berjalan melewati gang sempit diantara dua rumah, sejauh 15 meter.

Pemilik warung, Wartini (Bu War) ditemani putrinya, Ria, siap mela…

Atur Wangsulan Lamaran Calon Temanten

Meski tugas juru bicara untuk menyampaikan lamaran (pinangan) seperti yang saya tulis kemarin berlangsung 'glagepan' dan 'gobyoss', namun oleh beberapa teman,  saya dianggap 'sukses'. 
"Bagus Pak. Sederhana dan 'cekak aos' apa yang menjadi inti," kata teman. 

Tapi bagi saya pribadi, respon teman itu mungkin bisa diartikan lain. Sekedar untuk menyenangkan saya atau 'nyindir'. Namun tetap saya ucapkan terima kasih, karena memberi saya kesempatan untuk belajar dari pengalaman. 


Betul. Beberapa hari setelah kejadian itu, saya diminta lagi untuk menjadi 'juru bicara' sebagai pihak yang harus menyampaikan jawaban/tanggapan atas lamaran di keluarga lain. Saya pun tak bisa mengelak. Karena waktunya sangat mendadak maka konsep saya tulis tangan dengan banyak coretan. 


Seperti diketahui, setelah adanya lamaran dari keluarga pihak lelaki, biasannya diikuti dengan kunjungan balasan untuk  menyampaikan jawaban atau balasan. Dalam penyampaian ba…

Imam Al-Ghazali Peletak Dasar Psikologi Islam

Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama besar yang dikenal dengan sebutan "Hujjatul Islam" (Sang Pembela Islam). Dia juga terkenal sebagai tokoh Ahli Kalam, filosof, sufi, dan berbagai bidang ilmu lainnya.

Dilihat dari berbagai karya dan pemikirannya yang monumental, seorang pemikir Islam, Fuad Al-Ahwani bahkan menyebut Imam Al-Ghazali sebagai tokoh 'Peletak Dasar Psikologi Islam' yang amat terkenal.

Hal itu karena Imam Al-Ghazali mampu mengkombinasikan psikologi dengan akhlak dan agama. Dengan metode ilmu ini, menurut Ghazali, seorang Muslim dapat menelusuri jalan menuju kebaikan jiwa, kebaikan akhlak, dan akhirnya sampai kepada keselamatan dan memperoleh kenikmatan yang abadi.

Imam Ghazali banyak mengupas tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan kondisi hati atau kejiwaannya.

Dalam salah satu tulisannya, Imam Ghazali menyatakan, "Manifestasi perilaku manusia, didorong oleh 4 faktor pokok, yaitu : nafsu makan, seksual, harta benda dan pangkat. Pangkal semua…

Semua Penting

Tuhan menciptakan seluruh anggota tubuh manusia, sangat unik. Setiap bagian memiliki fungsi dan peranannya masing- masing untuk saling melengkapi dan saling mendukung.

Begitu juga dengan kehidupan manusia, setiap orang dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing dengan harapan dapat saling berbagi dan melengkapi, bukan untuk saling merendahkan atau menyombongkan diri.

Ketika setiap orang atau elemen merasa paling penting, maka yang terjadi adalah keruwetan dan perdebatan panjang yang tak berujung.

Metafora unik yang dikisahkan Sulaiman Budiman (2011) berikut menggambarkan bagaimana ruwetnya tugas ketika masing- masing pihak yang terlibat  saling ngotot dan mengklaim bahwa dirinyalah yang paling penting.

*** Suatu ketika, para anggota tubuh melakukan konferensi untuk menentukan bagian tubuh mana yang paling penting bagi kehidupan manusia.

"Aku pasti yang paling penting," kata sepasang mata. "Tanpa aku, kehidupan manusia akan gelap gulita karena tidak bis…

ATUR PANAMPI CALON TEMANTEN PUTRI BADE IJAB

Ternyata, pelan-pelan saya harus menceburkan diri kedalam tata cara adat Jawa yang semula kurang saya sukai karena serba ‘njlimet’ dan kadang terlihat tidak rasional.

Padahal yang saya jalani itu baru masuk pada bagian kecil dari serangkaian adat yang merupakan bagian dari budaya Jawa. Itupun baru sebatas pada ‘tanggap wacana’ yang jelas tampak, kasat mata,dan mudah dipelajari. Namun bagi saya masih terasa berat.
Episode berikutnya dari tugas kehidupan yang harus saya jalani adalah menjadi juru bicara dari keluarga calon mempelai wanita untuk menerima pasrah calon temanten pria.
****** Inilah tugas ‘Atur Panampi saking Calon Temanten Putri Bade Ijab’.
Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. - Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. - PanjenenganipunBapa Drs. NUR SUSANTO minangka sulih sariraBapaHaji EDY SUDADI sekalian Ibu Hajah KONITUN, S.Pd. ingkang tuhu kinurmatan.
Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Ka…