Skip to main content

Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat



Dalam Al-Qur'an Surat An-Nahl :97, Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) berfirman :"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Menurut Abu Nabilah Al Makassary (2011), yang dimaksud dengan amalan sholih adalah amalan sempurna yang didalamnya mencakup tiga perkara,  yaitu :

1. Sesuai petunjuk Nabi Sallalahu Alaihi Wasallam (SAW). 


Allah berfirman, "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah". (QS. Al Hasyr :7).

2. Ikhlas, semata-mata karena Allah SWT.

Allah berfirman, "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."(QS. Al Bayyinah :5).

Allah juga berfirman, "Katakanlah: "Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku". Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia"(QS. Az Zumar :14-15).

3. Amalan dibangun diatas pondasi aqidah yang benar.

Allah berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman." (QS. An Nahl : 97).
Dalam ayat ini Allah membatasinya dengan keimanan. Pemahaman kebalikannya adalah jika yang melakukan amalan sholih tersebut bukan seorang mukmin, maka tidak akan diterima amalannya. (Tafsir Adhwa'ul Bayan).

Imam Ibnu Katsir berkata : "amal sholih" adalah amalan yang sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah Nabi-Nya(Tafsir Al Qur'anul Adzim).

Para ulama ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna "kehidupan yang baik" dalam ayat ini. Sebagian menafsirkannya dengan kehidupan yang baik di dunia, yaitu Allah memberikan taufik kepada hamba-Nya kepada apa-apa yang diridhoi-Nya, memberikan karunia berupa kesehatan serta rezki halal, sebagaimana firman-Nya : "Ya Tuhan Kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."(QS.Al Baqarah :201)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radiyallahu 'anhuma (RA), Sa'id bin Jubair, Adh dhahak, Atha' bin Abi Rabah, bahwa "kehidupan yang baik" dalam ayat ini adalah "rezki yang baik dan halal di dunia".

Juga dari Abdullah bin Abbas Radiyallahu anhuma, menafsirkannya dengan As sa'adah (kebahagiaan).

Ali Bin Abi Tholib Radiyallahu anhu, Al Hasan Al Basri, Ikrimah, Za'id bin Wahhab, Wahhab bin Munabbih Rahimahumullah menafsirkannya dengan Al qona'ah (kecukupan).

Abu Bakar Al Waraq menafsirkannya dengan "lezatnya ketaatan."

Abdurrahman bin Nashr As Sa'di, menafsirkannya dengan "ketenangan jiwa dan hati serta tidak terpengaruh dengan adanya yang menggangu ketenangan hatinya, sehingga Allah memberikan rezki yang baik dan halal kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka."

Abul Fida' Ibnu Katsir, berkata : "kehidupan yang baik mencakup seluruh bentuk kelapangan dari segala sisi."

Yang lainnya menafsirkannya dengan "kehidupan yang baik di akhirat berupa surga". Seperti, Al Hasan Al Basri, Qotadah, Mujahid, dan Ibn Zaid Rahimahumullah. (Tafsir Adh'waul Bayan, Tafsir Ath Thobari, Tafsir Fathul Qodir, Tafsir Al Qur'anul Adzim, Tafsir Al Qurthubi, Tafsir Zaad al Musayyar & Taisir Al Karim Ar Rahman).

Adapun Abu Ghassan, dari Syarik menafsirkannya dengan "Kehidupan yang baik di alam kubur" (Tafsir Zaad al Musayyar, karya Ibnul Jauzi)

Kesimpulannya, makna "kehidupan yang baik" adalah meliputi semua yang telah disebutkan diatas. Sebagaimana hadits Abdullah bin Amr bin Al Ash RA, Rasulullah SAW bersabda : "Sungguh beruntunglah orang masuk kedalam islam, diberi rezki yang cukup, dan merasa cukup dengan apa yang Allah berikan".(HR. Muslim no. 1746. Ahmad no.6284). (Taisir Al Qur'an Al Adzim).

"Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Yaitu ganjaran pahala yang terbaik dari apa yang telah mereka kerjakan di akhirat. Berdasarkan riwayat yang datang dari Abdullah bin Abbas RA. (Tafsir Adh'waul Bayan, Tafsir Ath Thobari, Tafsir Fathul Qodir, Tafsir Al Qur'anul Adzim, Tafsir Al Qurthubi, & Taisir Al Karim Ar Rahman).

Abul Fida' Ibnu Katsir mengatakan, ini adalah janji dari Allah, bagi siapapun yang beramal sholih (yaitu amalan yang sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah Nabi-Nya), baik laki-laki maupun perempuan dari anak cucu adam, hatinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, amalan tersebut diperintahkan dan disyariatkan dari sisi Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik di dunia serta ganjaran/balasan yang terbaik dari apa yang telah mereka kerjakan di akhirat.(Tafsir Al Qur'anul Adzim).

Abu Bakar Al Jaza'iri mengatakan, bahwa yang mendapatkan janji ini adalah ahli iman dan amal sholih, yaitu keimanan yang benar mengantarkan kepada amalan sholih, bersih dari syirik dan maksiat. Merekalah yang akan memetik janji dari Allah berupa kehidupan yang baik, kecukupan, makanan dan minuman yang lezat serta bersih dari noda (kotoran). Ini di dunia, adapun di akhirat, mereka akan memperoleh surga dan balasan yang terbaik dari setiap jenis amalan yang telah mereka kerjakan. (Aisar At Tafasir)

Tips untuk bahagia di dunia dan di akhirat

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar memperoleh kebahagiaan, baik di kehidupan dunia ini, maupun di akhirat nanti insya Allah :

1. Beriman dan beramal sholih

Allah berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."(QS An Nahl : 97).

2. Mensyukuri nikmat dan merasa cukup atas karunia dari Allah

Seluruh nikmat, baik kecil sampai kepada yang besar, yang nampak maupun yang tidak nampak datangnya dari Allah SWT. Allah Ta'ala berfirman : "Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)". (QS. An Nahl :53).

Al Imam Ibnul Qoyyim mengatakan: "Hakikat dari syukur nikmat adalah mengenali nikmat dan pemberi nikmat, mengakui dan tidak mengingkarinya, tunduk, cinta dan ridho kepada sang pemberi nikmat atas nikmat-nikmat tersebut, serta mempergunakan segala nikmat untuk taat dan pada apa-apa yang dicintai dan diridhoi oleh pemberi nikmat" (Tafsir al Aziz Al Hamid hal. 628).

Disamping itu, Allah telah berjanji untuk menambahkan nikmat-Nya bagi siapa yang mensyukurinya, sekaligus azab yang pedih bagi yang mengkufurinya. Allah Ta'ala berfirman :
"Dan tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."(QS. Ibrahim :7)

Nabi SAW bersabda : "Sungguh beruntunglah orang masuk kedalam islam, diberi rezki yang cukup, dan merasa cukup dengan apa yang Allah berikan".(HR. Muslim no. 1746. Ahmad no.6284).

"Lihatlah kepada orang yang derajatnya lebih rendah dari kalian, dan jangan melihat kepada yang diatas kalian, karena yang demikian itu lebih baik, dan agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dikaruniakan kepada-Mu (Muttafaq Alaih)

3. Bersabar dalam melakukan ketaatan, meninggalkan maksiat, serta menghadapi takdir Allah.

Allah berfirman : "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas"(QS. Az Zumar :10).

Al Allamah As Sa'di mengatakan :"Ayat ini umum untuk seluruh jenis sabar. Sabar terhadap takdir Allah yang menyakitkan, jangan marah. Sabar dari bermaksiat kepada-Nya, jangan dilakukan. Sabar dalam menta'ati-Nya, sehingga melaksanakan keta'atan kepada-Nya. Allah menjanjikan bagi orang-orang yang bersabar dengan pahala yang tidak terhitung, yakni tanpa batas, tanpa hitungan dan tanpa ukuran. Yang demikian itu disebabkan karena keutamaan serta kedudukan sabar di sisi Allah, dan ini jelas pada setiap perkara".(Taisir Al Karim Ar Rahman).

4. Memohon ampunan ketika melakukan dosa serta bertaubat.

Allah SWT berfirman, "Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".(QS. An Nisaa':110).

Al Allamah As Sa'di Rahimahullah mengatakan : "yaitu barangsiapa yang berani melakukan maksiat, tenggelam dalam dosa, lalu ia memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh, mengakui dan menyesal atas dosa tersebut, kemudian meninggalkannya serta bertekad untuk tidak melakukannya, inilah yang dijanjikan oleh yang tidak pernah mengingkari janji dengan pengampunan dan rahmat. ".(Taisir Al Karim Ar Rahman).

Allah akan mengganti kejahatan orang-orang yang mau bertaubat, beriman serta beramal sholih dengan kebaikan. Allah berfirman : "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS Al Furqan :70)

Disamping itu, dengan istigfar (memohon ampun) kepada Allah, akan membuahkan rezki di dunia. Allah berfirman, "Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan (berkah) kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

Bahan Kajian Islam
sumber : http://ahlussunnahpalopo.blogspot.co.id/2011/01/meraih-kebahagiaan-dengan-iman-dan-amal.html

Comments

Popular posts from this blog

Pidato Kocak Dai Gokil

Humor sebagai salah satu bumbu komunikasi dalam berpidato hingga kini masih diakui kehebatannya. Ketrampilan menyelipkan humor-humor segar dalam berpidato atau ceramah,menjadi daya pikat tersendiri bagi audien atau pendengarnya sehingga membuat mereka betah mengikuti acara sampai selesai.
Buku saku berjudul “Pidato-pidato Kocak ala Pesantren” karya Ustad Nadzirin (Mbah Rien) ini mungkin bisa menjadi referensi bagi pembaca yang ingin menciptakan suasana segar dalam berpidato. Buku setebal88 halaman yang diterbitkan oleh Mitra Gayatri Kediri (tanpa tahun) ini berisi contoh-contoh pidato penuh humor.
Membaca buku yang menyajikan enam contoh pidato yang oleh penulisnya dimaksudkan untuk bekal dakwah para dai gokil dan humoris ini saya ngakak abis

Pengin tahu cuplikannya? Silahkan simak berikut ini.
“Saudara dan saudari. 
Baik eyang putra maupun eyang putri…Semua tanpa kecuali yang saya cintai…
Meski kalian semua tidak merasa saya cintai…”
“…..Allah telah mencurahkan nikmat-Nya kepada kita t…

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng.
Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut.
******
Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan….

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
-Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan
Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken raos syukur dumateng ngarsanipun Allah SWT, Gusti Ingkang Maha Kawasa, awit saking peparingipun ni’mat saha Ridlani…

MENGENANG 40 HARI SASTRAWAN DANARTO

Danarto ABIMANYU nanar tatapan matanya memandangi genangan darah yang bergerak perlahan-lahan semakin memenuhi kakinya. Kental merah anggur keungu-unguan dan semburat berkilat-kilat kena cahaya dari luar. Matahari sudah amat condong ke barat. Hari telah sore. Sebuah bola besar emas yang kadang-kadang tampak berlumuran darah yang berleleran di angkasa. Sebuah bola besar antara dua saudara satu keluarga darah Bharata. Dan apabila ia lenyap ditelan malam, maka kedua saudara keluarga besar itu menghentikan peperangan mereka.
Sementara bayangan orang-orang dan kemah-kemah makin panjang di padang yang membentang luas itu, Kurusetra. Abimanyu tetap tercenung-cenung memandangi genangan darah itu. Adakah sesuatu yang aneh? Lalu ia naik ke tempat tidurnya karena genangan darah kental itu telah benar-benar memenuhi seluruh lantai kemahnya. Dalamnya semata kaki dan diam tak bergerak sedikitpun. Angker dan menakjubkan! Mirip permadani darah.
Esok harinya, Abimanyu tegak dengan cakapnya dalam ker…

Sirup Ramadhan

Sudah puluhan tahun, saya tidak pernah lagi membeli   sirup.  Tetapi anehnya, air gula berwarna-warni dalam botol ini selalu tersedia di tengah keluarga kami.

Saya yakin itu karena rezeki pemberian  Allah yang kerap datang pada pekan terakhir bulan Ramadhan. Ada saja cara dan kesempatan yang membuat rezeki itu datang. Padahal saya tidak pernah berpikir untuk mendapatkannya.

Sirup itu sering saya terima dalam satu paket parcel yang didalamnya terdapat aneka jenis makanan dan sembako. Seperti gula pasir, teh, susu, kue, kacang, kurma, mie instan, beras, minyak goreng dan sirup.

Kadang saya kaget, karena menjelang Ramadhan berakhir, ada kiriman paket datang dari beberapa organisasi atau lembaga nirlaba. Isinya, selain sembako,  ada juga berupa sarung, baju, atau perkakas rumah tangga.

Saya berkali-kali pesan kepada pihak yang mengirimnya, agar saya tidak dikirimi paket seperti ini. Namun mereka selalu menjawab, bahwa ini adalah amanah yang harus disampaikan dan menjadi kebijakan  organi…

Puasa dan Balas Dendam

Ibadah puasa, bagi orang Islam, artinya menahan diri dari makan, minum dan segala hal yang membatalkannya sejak fajar hingga matahari terbenam. Syariat ini sebenarnya, disamping bertujuan menciptakan perilaku mulia (taqwa), jugauntuk melatih pengendalian diri, termasuk tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.
Tapi kenyataan yang kita lihat di bulan Ramadhan ini jauh dari tuntunan. Padahal logikannya, saat umat Islam menjalankan ibadah puasa, kebutuan pangan mestinya berkurang, namun justru meningkat tajam.
Lho kok bisa?
Nah, itu dia. Ternyata hampir tiap rumah tangga, anggaran belanjanya menjadi berlipat, karena untuk menyiapkan makan minum konsumsi pada malam hari biar terlihat lebih sempurna.
Para pedagang bermunculan menjamur di berbagai tempat yang sudah siap setelah ashar, menjajakan makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Hampir semua warung dan penjual makanan tersebut diserbu warga. Mereka yang masak di rumahpun tidak kalah hebatnya : menyediakan segala macam menu istimewa. …

Puasa dan Kecerdasan Emosional

Saat ini kita sudah beberapa hari melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sebelum melanjutkan perjalanan ibadah di hari berikutnya, ada baiknya kita mengevaluasi dan menerungkan diri.Seberapa jauh kita melaksanakan kewajiban puasa dan ibadah di bulan ramadhan ini dengan baik dan benar agar bisa melahirkan manusia yang bertaqwa.
Ibadah puasa Ramadhan adalah suatu proses pendidikan dan pelatihan bagi orang-orang beriman yang bisa menghantarkan pada nilai-nilai ketaqwaan,la’allakum tattaquun (Qur’an Surat (QS) Al-Baqarah [2]:183).
Taqwa merupakan indikator utama kemuliaan dan kebahagiaan. Hal tersebut sesuai Firman Allah dalam Qur’an Surat (QS) Al-Hujurat [49] : 13, Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
Diantara ciri orang bertaqwa adalah kemampuannya dalam mengendalikan amarah dan kesediaan untuk memaafkan kesalahan orang lain, ”al-kadzimiinal ghaidza wal ’afiina ’an…

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa.
Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya.
Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat.
****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut.
Assalamu 'alaikum wr.wb.
·*** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.
     *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan.
·*** Panjenenganipun Bapak Susilo ingkang hamikili Bapak Sukimin sekalian ingkang tuhu            kinurmatan.
·*** Bapak Sukimin sekaliyan…

Tradisi Menyambut Ramadhan Ala UPTPK Sragen

Ada berbagai tradisi atau kebiasaan yang dilakukan masyarakat Indonesia untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, dengan aneka kegiatan. Hal itu dilakukan sebagai gambaran semangat dan ungkapan rasa syukur menjelang datangnya bulan suci yang penuh berkah dan ampunan.

Di Betawi ada tradisi "Nyorog" dengan membagi-bagikan bingkisan kepada keluarga yang lebih tua sebagai tanda saling mengingatkan, bahwa bulan suci akan segera datang.

Di Klaten, Jawa Tengah, ada tradisi "Padusan" dengan berendam di sumber mata air. Tujuan mereka adalah membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Di Semarang, tradisi menyambut Ramadhan dinamakan "Dugderan". Dilakukan dengan memukul bedug masjid dan menyalakan meriam atau mercon dengan berbagai acara yang menyertainya.

Dan masih banyak lagi tradisi yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

Tradisi "Heboh" Ala UPTPK Sragen 

Nah, ini dia. Untuk menunjukkan semangat kebersamaan dan ungkapan…

Apakah Kreatif Itu Harus Tampil Beda?

Kalau kita mendengar kata “kreatif” yang terbayang adalah sebuah tampilan berbeda dari biasanya. Sesuatu yang baru, hal-hal “nyleneh” dan unik. Tapi sesuatu yang nampak beda, unik atau baru, belum tentu disebut kreatif.
Kreatif, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, berarti memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; atau bersifat (mengandung) daya cipta. Sedangkan kata kreativitas artinya kemampuan untuk mencipta. Contohnya, pekerjaan yang kreatif, artinya pekerjaan yang menghendaki kecerdasan dan imajinasi. 
Philip Plus (2008) mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk menempatkan sejumlah objek yang ada dan mengombinasikannya menjadi bentuk yang berbeda untuk tujuan-tujuan yang baru. 
Dengan pengertian di atas, kreativitas meliputi tiga hal. 
Pertama, kreativitas merupakan kemampuan (ability) untuk membayangkan atau menemukan sesuatu hal yang baru. 
Kedua, kreativitas merupakan sikap (attitude) yaitu kemampuan untuk menerima perubahan dan sesuatu yang baru. 
Ketiga,…

ATUR PASRAH TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan). 
Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin. -Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten -Panjenenganipun Bapa Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan -Para rawuh kakung putri ingkang bagya mulya.
Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung.
Sowan kula mriiki dipun saroyo dening panjenenganipun BapaHaji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepareng matur :
Sepisan. Ngaturaken salam taklim saking Bapak H…