Skip to main content

71 TAHUN PMI MENGABDI UNTUK KEMANUSIAAN


Hari ini, Sabtu, 17 September 2016, Palang Merah Indonesia (PMI) genap berusia 71 tahun. PMI adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan.

Dalam catatan sejarah disebutkan, proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.

Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI. (https://id.wikipedia.org/wiki/Palang_Merah_Indonesia)

Tugas pokok PMI adalah kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana, pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan, pelayanan sesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta pelayanan transfusi darah.

Dalam melaksanakan tugasnya PMI berlandaskan pada 7 (tujuh) prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu Kemanusiaan, Kesukarelaan, Kenetralan, Kesamaan, Kemandirian, Kesatuan dan Kesemestaan.

Palang Merah Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan, tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

HUT ke-71 PMI tahun 2016 ini mengambil tema, “Dari Generasi ke Generasi.” Tema ini diangkat,  seperti diungkapkan Biro Humas PMI Pusat, karena sepanjang usianya, aksi PMI telah dirasakan oleh setiap generasi. Mulai dari generasi kemerdekaan, generasi yang mempertahankan kemerdekaan, generasi yang mengisi kemerdekaan, hingga generasi terkini dengan segala kemajuannya.

PMI telah terlibat dalam membangun generasi bangsa menuju negara yang beradab dan berkemanusiaan.

Dalam perjalanannya, PMI menyadari bahwa membangun generasi berperikemanusiaan adalah pekerjaan yang panjang dan harus dimulai sejak usia dini dengan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama. Di kemudian hari, diharapkan akan tumbuh bangsa yang beradab, berkeadilan dan berkemanusiaan. Ini adalah sebuah investasi dan cita-cita besar.

Dengan dukungan semua pihak, semoga cita-cita luhur itu tercapai.

Selamat HUT ke-71 Palang Merah Indonesia !

Suparto. 

Comments

  1. PMI identik dengan donor darah.blm pernah lolos donor Sarah sayanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kegiatan donor darah hanya bagian kecil dari tugas PMI

      Delete
  2. PMI identik dengan donor darah.blm pernah lolos donor Sarah sayanya

    ReplyDelete
  3. Iya yahm kalo denhar kata PMI yang ada di kepala itu, donor darah. Butuh donor? Tanya PMI, cek PMI.

    Terima kasih sharingnya pak Parto. Baru tahu, PMI ultah nya tiap 17 September

    ReplyDelete
    Replies
    1. pandangan sebagian masyarakat memang masih begitu Mbak Vinny

      Delete
  4. Replies
    1. jadilah donor darah sukarela. setetes darah kita, penyelamat jiwa sesama

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

Atur Wangsulan Lamaran Calon Temanten

Meski tugas juru bicara untuk menyampaikan lamaran (pinangan) seperti yang saya tulis kemarin berlangsung 'glagepan' dan 'gobyoss', namun oleh beberapa teman,  saya dianggap 'sukses'.  "Bagus Pak. Sederhana dan 'cekak aos' apa yang menjadi inti," kata teman.  Tapi bagi saya pribadi, respon teman itu mungkin bisa diartikan lain. Sekedar untuk menyenangkan saya atau 'nyindir'. Namun tetap saya ucapkan terima kasih, karena memberi saya kesempatan untuk belajar dari pengalaman.  Betul. Beberapa hari setelah kejadian itu, saya diminta lagi untuk menjadi 'juru bicara' sebagai pihak yang harus menyampaikan jawaban/tanggapan atas lamaran di keluarga lain. Saya pun tak bisa mengelak. Karena waktunya sangat mendadak maka konsep saya tulis tangan dengan banyak coretan.  Seperti diketahui, setelah adanya lamaran dari keluarga pihak lelaki, biasannya diikuti dengan kunjungan balasan untuk  menyampaikan jawaban atau balasan. ...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

Tulisanmu Akan Menemukan Jodohnya, yakinlah

Sebagai anggota komunitas One Day One Post (ODOP), saya selalu ingat beberapa kalimat penyemangat yang pernah digaungkan oleh sang penggagasnya, Bang Syaiha.  Kalimat itu diantaranya, “Yang penting menulis setiap hari, apapun bentuknya, soal kualitas pikir belakang.” “Menulislah untuk keabadian”, “Menulislah untuk menebar kebaikan”, dan “Teruslah menulis, karena tulisanmu akan menemukan jodohnya atau nasibnya.” Setelah berjalan dua tahun lebih, saya merasakan kebenaran ungkapan itu. Berikut beberapa catatan kecil saya. Pertama , sejak bergabung dengan ODOP, Februari 2016, saya telah memosting lebih dari 500 tulisan dengan beragam jenis dan tema. Dari segi kuantitas, lumayanlah. Tapi Soal kualitas, nanti dulu.   Yang penting bisa menjaga semangat menulis. Kedua , postingan tulisan di Blog itu terbukti menjadi catatan penting dan abadi yang tak akan hilang ditelan masa. Apa yang pernah saya tulis, sewaktu-waktu bisa  dibuka dengan mudah dan cepat.  ...

Keajaiban Dibalik Perintah Wudhu

sumber foto : www.google.co.id Kalau kita kaji secara seksama, kita akan menemukan bukti bahwa seluruh materi ajaran Islam, baik menyangkut akidah, amaliah, maupun akhlak, tidak ada satu pun yang sia-sia. Seluruh ajaran tersebut ternyata mengandung manfaat bagi umat manusia. Semua perintah Allah pasti berbuah kemaslahatan bagi yang melaksanakan. Sebaliknya, semua larangan Allah akan berdampak buruk ( mudharat ) bagi orang yang melanggarnya. Oleh Allah, agama Islam diturunkan memang untuk keselamatan manusia sendiri, baik di dunia maupun di akhirat. Di dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa diutusnya Muhammad dengan misi Islam adalah untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Inilah salah satu keyakinan yang harus terpatri dalam   kepercayaan kaum Muslimin. Salah satu perintah Allah yang kini banyak dibicarakan para ilmuwan karena ditemukan bukti keajaiban didalamnya adalah masalah wudhu. Wudhu adalah salah satu syari’at Islam. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk membersihkan d...

Menulis Bikin Awet Muda?

Fatima Mernissi, seorang penulis terkenal asal Maroko mengatakan, menulis dapat menyehatkan kulit alias bikin awet muda. Selain itu, menulis juga dapat menghilangkan trauma dan menyehatkan otak serta menjadi terapi yang menyembuhkan. Seperti diungkap oleh Indari Mastuti (2011:108), sebuah penelitian pernah dilakukan terhadap dua kelompok orang yang mengalami masalah kejiwaan. Kelompok pertama selama satu bulan diperintahkan untuk menulis apa saja yang mereka pikirkan. Sementara terhadap kelompok kedua tidak dilakukan perlakuan yang sama.  Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok pertama lebih cepat sembuh daripada kelompok kedua. Salah satu cara untuk awet muda adalah dengan terus menerus merasa bahagia, dan menulis merupakan salah satu cara merawat rasa bahagia. Rasa bahagia akan memancarkan kulit wajah menjadi lebih berseri-seri, santai dan lebih muda daripada usia sebenarnya. Setiap kali selesai menulis dan berhasil memposting, ada sensasi luar biasa didalam d...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

Orang Asing Yang Saya Kenal (Bag.2)

Kenangan Bersama Gadis Jerman Oleh : Suparto Selina Denise Trapp Catatan Tahun 2012.  Perkenalan saya dengan g adis Jerman bernama Selina Denise Trapp terjadi secara tak sengaja. Selina datang ke Sragen sebagai volunteer (relawan asing) untuk mengajar bahasa Inggris di sebuah SMP. Selama tiga bulan, bersama  Host -nya, kami sering bertemu. Bersama-sama nonton pertunjukan Wayang Kulit dan makan Bakmi di warung pinggir jalan. Selina  pernah mengajak temannya, Laura dari Jerman dan Livia Zoe Michel gadis Swiss. ***** Minggu pagi. Semburat merah keemasan terlihat indah di ufuk timur, menanti terbitnya sang mentari. Ditingkah hembusan angin sepoi basah, gadis berambut pirang ini mengayunkan langkah menuju jalan raya di depan kantor Bupati Sragen, area Car Free Day (CFD) berlangsung. Bersama ratusan warga bumi Sukowati, ia langsung mengikuti senam aerobik begitu suara instruktur dan hentakan bunyi musik pengiring memecah keheningan pagi.   Gadis Jerm...