Skip to main content

Keistimewaan dan Hal Unik di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan, sebagai bulan suci umat Islam, menyimpan sejumlah keistimewaan dan hal unik yang membuatnya menjadi waktu yang istimewa. Salah satu hal unik di bulan Ramadhan adalah suasana spiritual yang terasa begitu kental. 


Umat Muslim berbondong-bondong melaksanakan ibadah puasa, menunaikan salat tarawih, dan memperbanyak amal ibadah sebaik-baiknya di bulan yang penuh berkah ini.


Hal unik di bulan Ramadhan tidak hanya terbatas pada peningkatan spiritual, namun juga berkaitan dengan aspek kesehatan. Tetap bugar selama bulan puasa menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Meskipun sedang berpuasa, menjaga kesehatan fisik sangat penting. 


Selain keistimewaan yang disebutkan di atas, ada hal unik lainnya yang hanya akan Anda temui di bulan Ramadhan pada penjelasan di bawah ini.


4 Keistimewaan Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah dan keistimewaan bagi umat Islam di seluruh dunia. Dalam satu bulan penuh, umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk pengabdian dan peningkatan spiritualitas. Bulan ini tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga membawa dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Apa saja itu? Yuk simak di bawah ini.


1. Bulan Penuh Berkah


Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan yang penuh berkah, di mana setiap amal perbuatan dan doa memiliki keberkahan yang berlipat ganda. Bulan ini memungkinkan umat Islam untuk mendapatkan ampunan, keberkahan, dan ketentraman jiwa.


Keberkahan ini tercermin dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari, seperti rezeki yang berlimpah, harmoni dalam keluarga, serta pertumbuhan spiritual yang signifikan.


2. Waktu untuk Memperdalam Spiritualitas


Bulan Ramadhan menjadi kesempatan emas bagi umat Muslim untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Tuhan. Melalui puasa, salat tarawih, dan membaca Al-Qur-an, umat Muslim dapat merenungkan makna hidup, mengevaluasi diri, dan mencari kedekatan dengan Sang Pencipta. Peningkatan aktivitas ibadah dan refleksi spiritual membantu mengarahkan umat Muslim pada perjalanan pencarian makna hidup yang lebih mendalam.


3. Solidaritas dan Kebersamaan


Solidaritas dan kebersamaan menjadi hal istimewa di bulan Ramadhan. Umat Muslim dari berbagai lapisan masyarakat bersatu untuk menunaikan ibadah puasa bersama-sama. Program-program kepedulian sosial, seperti berbagi makanan berbuka puasa dengan yang kurang mampu, menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.


4. Latihan Mengendalikan Diri


Bulan Ramadhan memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk melatih kemampuan mengendalikan diri. Puasa menuntut umat Muslim untuk menahan diri dari makan, minum, emosi, dan perilaku yang tidak bermanfaat selama waktu tertentu.

Hal ini tidak hanya menjadi latihan fisik, tetapi juga pelajaran dalam hal kesabaran, kedisiplinan, dan kontrol diri. Kemampuan ini dapat membawa manfaat jangka panjang dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari di luar bulan Ramadhan.

 


7 Hal Unik di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan membawa berbagai keunikan dan tradisi khas yang membuatnya menjadi bulan istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Dalam suasana penuh kebersamaan dan spiritualitas ini, terdapat sejumlah hal unik yang menjadi ciri khas Bulan Ramadhan. Dari tradisi ngabuburit hingga berbuka bersama, setiap momen membentuk nuansa yang sangat khas dan berkesan, sehingga ditunggu setiap tahunnya. Mari simak beberapa hal unik tersebut berikut ini.


2. Ngabuburit


Ngabuburit menjadi salah satu tradisi yang sangat dinantikan di kalangan umat Muslim. Pada waktu menjelang berbuka puasa, orang-orang berkumpul untuk mengisi waktu dengan berbagai kegiatan menyenangkan, seperti bermain permainan tradisional, menyaksikan hiburan live, atau sekadar berbagi cerita bersama. Ngabuburit tidak hanya menjadi penghilang rasa lapar, tetapi juga membangun kegembiraan dan keakraban dalam komunitas.


2. Buka Puasa Bersama


Tradisi berbuka puasa bersama menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan sosial dan kekeluargaan di Bulan Ramadhan. Keluarga, teman, dan komunitas umat Muslim berkumpul untuk berbagi hidangan lezat setelah seharian berpuasa. Suasana penuh keakraban ini menciptakan hubungan silaturahmi yang erat dan memperdalam rasa solidaritas di antara anggota masyarakat.


3. Takjil


Takjil, makanan ringan yang dikonsumsi saat berbuka puasa, menjadi ikon Bulan Ramadhan. Dari kurma hingga kolak, takjil menambah variasi rasa yang memberikan kenikmatan khusus saat berbuka, sembari mengingatkan umat Muslim akan pentingnya berbagi kebahagiaan dengan sesama di bulan yang suci ini.


4. Sahur On the Road


Sahur on the road menjadi pengalaman unik di Bulan Ramadhan. Beberapa kelompok komunitas atau organisasi sering mengadakan acara sahur bersama di tempat-tempat umum atau jalanan. Inisiatif ini tidak hanya menciptakan nuansa kebersamaan yang unik, tetapi juga memupuk semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


5. Berburu Diskon Bulan Ramadhan


Diskon Bulan Ramadhan menjadi fenomena yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Toko dan restoran menawarkan berbagai promo dan diskon khusus selama bulan ini, hingga menciptakan suasana belanja dan bersantap yang lebih meriah serta terjangkau bagi masyarakat. Hal ini juga menjadi ajang bagi berbagai bisnis untuk berpartisipasi dalam semangat berbagi berkah di Bulan Ramadhan.


6. Mudik


Mudik, tradisi pulang kampung, menjadi momen khusus di Bulan Ramadhan. Meskipun kegiatan ini tidak selalu berkaitan langsung dengan aspek religius, namun mudik dapat menciptakan rasa kebersamaan dan kebahagiaan di kalangan keluarga yang berkumpul kembali, serta memberikan kesan mendalam dan memperkaya makna Bulan Ramadhan.


7. Bagi-bagi THR


Tradisi bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu aspek menarik dan berkah di Bulan Ramadhan. Banyak orang yang dengan tulus berbagi rezeki dengan memberikan THR kepada keluarga, teman, atau yang membutuhkan. Gagasan ini tidak hanya menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan bersama, tetapi juga memberikan nuansa kehangatan sosial yang khas di bulan yang penuh berkah ini.


Namun, perlu diingat bahwa penerimaan THR juga membutuhkan sikap bijak dalam mengelola keuangan. Saat menerima tambahan pendapatan ini, penting untuk merencanakan penggunaan dana dengan tepat.


Menetapkan prioritas keuangan, seperti menyisihkan sebagian untuk tabungan masa depan atau membayar utang, menjadi langkah bijak yang dapat membantu Anda mengelola THR dengan lebih efektif.



Sebagai bulan penuh berkah dan keistimewaan, Bulan Ramadhan mengajarkan banyak nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. 


Hal unik di bulan Ramadhan seperti ngabuburit, berbuka bersama, dan bagi-bagi THR menjadi momen berharga yang memberikan warna tersendiri di tengah-tengah ibadah puasa.


Namun, selain merayakan kebahagiaan dan kebersamaan, penting juga untuk mempertimbangkan aspek kesehatan dan keuangan secara bijak, terutama dalam mengelola tambahan pendapatan seperti THR.


....

sumber: prudential.co.id

Comments

Popular posts from this blog

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

Bukan Halusinasi ( Bag. 1 )

Tengah malam yang dingin itu telah menyirep seluruh penghuni kampung Randu. Mereka lelap dalam tidur berselimut sepi, menikmati mimpinya masing-masing. Namun   tidak bagi Suto.   Lelaki paroh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani kecil ini mendadak terbangun oleh suara ketukan pintu belakang di ruang dapurnya. Sebenarnya lelaki kurus ini enggan beranjak bangun dari tempat tidurnya. Badan Suto kurang sehat lantaran kemarin kehujanan saat berada di sawah. Tetapi karena pintu itu seperti didorong-dorong oleh seseorang, ia akhirnya bangun juga. Ia tak langsung berdiri. Sembari mengusap-usap kedua matanya, diambilnya  lampu senter yang selalu ditaruh di bawah bantal. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu belakang. Tanpa pikir panjang, dibukanya pintu. Sementara isterinya, Poni, dan seorang anak perempuannya, Yani  yang berumur lima belas tahun, tetap tidur nyenyak. Setelah pintu terbuka, ia keluar rumah. Dengan hati-hati ia melihat ke kanan...

Bukan Halusinasi ( Bag. 7 )

Sesuai rencana, Guritno bersama perangkatnya mendatangi rumah Suto. Melihat kedatangan Guritno, puluhan warga yang berkerumun berebut menyalami Kepala Desa yang simpatik ini. Beberapa orang dari luar desa yang belum mengenalnya juga mendekat Guritno. “Selamat Siang, Pak Lurah..” beberapa orang menyapa. “Selamat Siang. Gimana kabarnya. Sehat semua kan?” Sapa Guritno. “ Nggih,  Pak Lurah…” Guritno langsung menuju lokasi sumur tua milik Suto . Ia segera me lo ngok ke dalam sumur seperti yang dilakukan warga. Ia berkali-kali melongok ke lubang sumur yang berkedalaman 15 meter. Sesaat kemudian, ia melihat ke sekeliling, mengamati puluhan rumpun pohon bambu yang tumbuh subur di pekarangan Suto . Beberapa orang yang menyaksikan gerak gerik Kepala Desa itu saling berpandangan dan berbisik satu sama lain. Mereka menerka apa yang akan dilakukan pemimpin desa itu. Diantara mereka ada yang memberanikan diri bertanya dan usul kepada Guritno. “Bagaimana, Pak. Apa b...

BERKEMBANG BERSAMA ODOP

Puluhan tahun dalam perjalanan hidup ini, saya isi dengan banyak membaca buku, baik di toko, di perpustakaan maupun milik sendiri. Disamping buku, bacaan berupa koran, majalah dan media online menjadi menu konsumsi hidup saya. Mungkin sudah ratusan judul buku saya baca hingga tuntas. Namun lebih banyak buku yang saya baca tidak pernah selesai. Dengan membaca aneka buku, saya menemukan banyak ilmu dan hikmah yang amat berguna dalam menjalani hidup ini. Seperti ungkapan Samuel Johnson, “Buku mengajarkan kepada kita, bagaimana menikmati hidup dan bagaimana memikul bebannya.” Setelah hidup ini saya jalani dengan aktivitas banyak membaca, saya kemudian punya keinginan untuk menjadi penulis. Pertimbangannya, jika hanya sekedar sebagai pembaca, manfaat yang saya peroleh lebih banyak untuk diri sendiri. Tapi   jika menjadi penulis, insya Allah manfaatnya bisa dinikmati untuk banyak orang. Sadar bahwa menjadi penulis itu tidak mudah, sayapun mulai berusaha keras untuk membe...

Buang Jauh Luka Emosional Anda

Orang bijaksana tidak pernah duduk   meratapi kegagalannya, tetapi dengan gembira hati dia mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya.   - Shakespear -  Ada kejadian, seseorang mengalami kecelakaan yang tidak terlalu berat, mengakibatkan luka fisik pada bagian wajahnya. Akibat luka fisik tersebut membuat dirinya merasa malu, takut bercermin atau berinteraksi dengan orang lain. Dia bahkan menarik diri dari kehidupan masyarakat dan menutup diri.   P adahal, luka fisik itu sebenarnya bisa disembuhkan dan pulih kembali. Luka fisik itu lebih mudah disembuhkan! Bagaimana dengan luka emosional?  Luka  emosional lebih menyakitkan!   Anda tidak dapat melihatnya, tidak  dapat merabanya, tetapi ia dapat membuat perut keroncongan dan hati berdebar. Tidak ada bukti keberadaannya, tapi ia dapat menimbulkan rasa pusing, mual, insomnia, serangan jantung, gangguan pencernaan, bahkan stres dan depresi.  Ia lebih dalam dari luka-l...

KOTHEKAN LESUNG TANDAI PERGANTIAN TAHUN

Selama ini, perayaan detik-detik pergantian tahun baru masehi yang dilakukan oleh hampir semua Pemerintah Daerah di Indonesia, identik dengan pesta kembang api. Tapi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen tahun ini sangat berbeda. Perayaan pergantian tahun yang dikemas dalam acara “Gebyar Tahun Baru 2018” tidak ada pesta kembang api. Acara detik-detik pergatian tahun yang berlangsung pukul 23.45-00.15 di Alun-alun Sasana Langen Putra ini justru ditandai dengan Kothekan   Lesung – pemukulan alat tradisional petani untuk menumbuk padi. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengawali pemukulan Lesun g dengan Alu , diikuti oleh   Wakil Bupati, Dedi Endriyatno, Sekda Tatag Prabawanto bersama-sama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen. Suara Lesung Jumengglung yang menandai pergantian tahun dari 2017 ke 2018, membahana memenuhi Alun-alun yang dipadati ribuan warga. Sebelum prosesi pemukulan lesung, di Alun-alun juga digelar pen...