Skip to main content

Tangis Pilu Di Hari Nan Fitri



Usai Shalat Idul Fitri.
Kami seluruh keluarga berkumpul di rumah Ibu untuk acara Sungkeman kepada orang tua.   

Diawali dari saudara kami tertua, duduk bersimpuh di hadapan Ibu yang sudah berusia 80 tahun lebih. Disusul oleh saudara yang lain, selanjutnya diantara istri/suami dan anak-anak.

Di hari nan suci ini, kami ingin mengucapkan kata maaf kepada orang tua dan seluruh keluarga atas segala kesalahan. Kami berharap mendapat ampunan  dan bersihnya hati.

Namun seluruh rangkaian kata maaf yang ingin terucap,  tak kuasa terungkap. Yang terjadi adalah suasana haru biru.   

Segala yang menyesak di dada meledak menjadi tangis pilu di pangkuan dan pelukan Ibu. Begitu pun ketika kami berhadapan dengan istri/suami, anak-anak dan saudara.


Hanya isak tangis haru yang menjadi ungkapan saling memaafkan dan kasih sayang diantara kami.

***

Meski tak ada kata yang sanggup kuucapkan
Seluruh rasa menyatu dalam ketulusan
Sucinya hati dan kasih sayang di hari lebaran
Hanya tangis yang mengungkap seribu pesan

Suparto
Sragen, Syawal 1437 Sragen. Anak-cucu Keluarga Eyang Sastro Mihardjo.

Comments

  1. Harunya memang sangat berada... namun pegelnya ituuu ampe sekarang masih membekas hehhehee...

    selamat hari raya idul fitri pak Parto dann keluarga, mohon maaf lahir dan batin yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mbak Raida. Gimana kabarnya, apa masih di kampung halaman.

      Delete
  2. Setuju pak parto... Ga malu klo mau nangis di hari lebaran, hhee

    Mohon maaf lahir dan batin, pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Cin. prosesi sungkeman hari lebaran menjadi momen dramatis....

      Delete
  3. Salam-salaman sudah,
    Sekarang saatnya Kupatan ..
    KUPAT (Ketupat)= KUlo lePAT (Saya Salah)
    Moment yang tepat untuk mengakui kesalahan dan saling meminta maaf.

    Minal Aidin Wal Faidzin pak.

    ReplyDelete
  4. Sungkeman..
    Pengen banget punya ritual sungkeman, di keluarga besarku ga ada soalnya..

    Mohon maaf lahir batin ya pak parto..

    ReplyDelete

Post a Comment