Skip to main content

Bukan Halusinasi ( Bag. 5 )


Warga kampung yang mendengar kabar tentang sumur di kebun Suto mulai berdatangan ingin menyaksikan peristiwa yang katanya aneh ini. Di tempat itu, mereka saling memberi komentar menurut pikirannya masing-masing. Beberapa orang mencoba mendekati bibir sumur dan ikut mengecek suara itu berasal. Tapi begitu selesai mengamati dari bibir sumur, dengan ekspresi dan penafsiran yang berbeda-beda, mereka ngomong apa adanya.

“Ngga jelas. Gemuruh seperti suara kereta api lewat."

“Benar. Sayup-sayup terdengar suara dari dasar sumur setiap beberapa menit."

“Sepertinya bukan suara orang. Saya lihat airnya tenang, ngga ada tanda-tanda kalau di situ ada orang yang minta tolong."

“Suara apa? Cuma pantulan angin yang berhembus menerjang dedauan di atas itu."

Blass.. ngga dengar apa-apa…”

Mendengar celotehan beberapa orang yang telah mengecek suara di dalam sumur, Suto tersinggung.

Sumpah. Aku benar-benar dengar orang menangis di dalam sumur!” tegas Suto dengan nada tinggi.

“Di cek ke dasar sumur saja Pak Dhe.” Parman, seorang pemuda tiba-tiba usul.

Siapa berani nyemplung ke sumur tua ini!” teriak Suto jengkel.

Tak ada orang yang menjawab tantangan Suto. Mereka hanya berkomentar celetukan yang tidak ada ujungnya.

“Kalau mau mati konyol ya silahkan coba saja." Sastro, menimpali dengan sinis.

“Huuu…..” serentak puluhan orang meneriaksi ucapan Sastro.

***
Informasi tentang misteri sumur tua di rumah Suto dengan cepat menyebar. Berbagai celotehan dan meme muncul di media sosial. Bahkan kabar tersebut menjadi headline di sebuah surat kabar lokal “Warta Baru”.

“Sumur Tua di Dukuh Randu Hebohkan Warga." begitu judul berita surat kabar tersebut. 

“Sumur tua di pekarangan milik Suto (46) yang diduga mengeluarkan suara tangis seseorang telah menghebohkan warga Dukuh Randu. Beberapa warga yang ditemui belum bisa memastikan, apakah sumber suara itu berasal dari orang yang kecemplung sumur, atau dari makhluk halus…” 
Lead   - teras berita itu  membuat penasaran pembaca.


“Suara itu masih misteri…” kata Sastro, tetangga Suto kepada wartawan Warta Baru.

Sejak tersiar berita di surat kabar, ratusan orang berdatangan ingin membuktikan kabar tentang misteri sumur tua tersebut.

Sementara itu, isteri dan anak Suto segera pulang setelah diberitahu tentang kabar di rumahnya.

Ketika ratusan orang datang ke pekarangan rumahnya, Suto diajak isterinya untuk masuk ke dalam rumah. Tetapi Suto tidak mau masuk rumah. Ia terlihat seperti orang bingung, mematung di dekat sumur tua itu.

“Kenapa to Pak..kok bikin ulah begini...?” kata Poni menenangkan suaminya.

“Aku sudah menduga, setelah beberapa hari Bapak terbangun di malam hari katanya ada orang yang mengetuk pintu belakang, pasti akan terjadi peristiwa aneh. Pikiran Bapak pasti kemana-mana,” ujar Poni lagi.


Bersambung

#OneDayOnePost
Suparto 

Comments

Post a Comment