Skip to main content

Khutbah Jumat: Menjaga Istiqomah Setelah Ramadhan

Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah, 

Segala puji bagi Allah SWT, Dzat Yang Maha Pemurah, yang mengalirkan nikmatnya yang penuh berkah, menuntun langkah kita dengan cahaya taufik dan hidayah. 

Dialah yang dengan kasih sayang-Nya mempertemukan dan memisahkan kita dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah yang menyejukkan jiwa dan menguatkan raga dalam ibadah.   

Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah dengan indah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sang pembawa cahaya kebenaran, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan ini, marilah kita tundukkan hati dan meneguhkan langkah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi cahaya yang hidup dalam hati, yang membimbing setiap langkah kita untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 

Semoga dengan ketakwaan itu, hidup kita dipenuhi keberkahan, hati dilapangkan, dan kita termasuk hamba-hamba yang beruntung di dunia sampai akhir zaman.  

Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah, 

Seiring berjalannya waktu, Ramadhan telah berlalu. Bulan yang penuh berkah itu meninggalkan kita, membawa kenangan ibadah yang begitu indah. 

Di bulan Ramadhan, semangat kita terpompa untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita. Namun, ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan bersama: apakah amal ibadah kita di bulan Ramadhan telah diterima oleh Allah SWT?   

Para ulama memberikan tanda-tanda diterimanya amal kita, yakni saat kita mampu istiqamah dalam kebaikan setelahnya. Artinya, jika setelah Ramadhan kita tetap menjaga ibadah, maka itu menjadi isyarat bahwa Ramadhan telah memberikan pengaruh positif dalam kehidupan kita.  

Syekh Ibnu Rajab al-Hambali menjelaskan dalam kitab Lathatiful Ma'arif:

  مَنْ عَمِلَ طَاعَةً مِنَ الطَّاعَاتِ وَفَرِغَ مِنْهَا فَعَلَامَةُ قَبُوْلِهَا أَنْ يَصِلَهَا بِطَاعَةٍ أُخْرَى

Artinya: "Siapa yang melakukan suatu amal ibadah dan telah rampung melaksanakannya, maka tanda diterima amal tersebut adalah diiringi dengan amal ibadah yang lain.”  

Ibnu Rajab al-Hambali melanjutkan:

   وَعَلَامَةُ رَدِّهَا أَنْ يَعْقِبَ تِلْكَ الطَاعَةَ بِمَعْصِيَةٍ مَا أَحْسَنَ اْلحَسَنَةَ بَعْدَ السَّيِّئَةِ تَمْحُوْهَا وَأَحْسَنُ مِنْهَا بَعْدَ الْحَسَنَةِ تَتْلُوْهَا 

"Sebaliknya, jika amal ibadah itu tidak diterima oleh Allah ta'âlâ, maka amal tersebut diiringi dengan kemaksiatan. Betapa baik amal ibadah yang dilakukan setelah perbuatan maksiat sehingga menghapus dosa maksiat. Lebih baik lagi jika amal ibadah tersebut diikuti oleh berikutnya."  

Istiqamah bukan berarti kita harus melakukan ibadah sebanyak di bulan Ramadhan, tetapi bagaimana kita konsisten dalam ketaatan, meskipun sedikit. Allah SWT menyukai amal yang dilakukan terus-menerus, walaupun kecil. 

Inilah yang menjadi bukti keikhlasan kita dalam beribadah.   

Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah, 

Pasca Ramadhan, tantangan kita justru semakin besar. 

Jika di bulan Ramadhan suasana sangat mendukung untuk beribadah, masjid ramai, lantunan Al-Qur’an terdengar di mana-mana, maka setelah Ramadhan, semua itu kembali seperti biasa. Tidak ada lagi suasana yang “memaksa” kita untuk taat beribadah.   

Di sinilah letak ujian yang sebenarnya. Apakah kita tetap menjaga shalat berjamaah? Apakah kita masih membuka Al-Qur’an setiap hari? Apakah lisan kita tetap terjaga dari ghibah dan perkataan sia-sia? Apakah tangan kita masih ringan untuk bersedekah?   

Jika jawabannya “ya”, maka insyaAllah itu adalah tanda kebaikan. Namun, jika kita kembali kepada kebiasaan lama yang jauh dari nilai-nilai Ramadhan, maka itu menjadi bahan muhasabah bagi diri kita.

Istiqamah menjadi kunci keselamatan. Allah SWT menjanjikan bahwa orang-orang yang beriman dan istiqamah tidak akan merasa takut dan tidak pula bersedih hati. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan ketenangan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.   Allah berfirman

: اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS Fushshilat: 30)   

Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah, 

Oleh karena itu, marilah kita berusaha menjaga amalan-amalan yang telah kita lakukan selama Ramadhan. Tidak harus banyak, tetapi harus konsisten. 

Mari jaga shalat lima waktu kita, lanjutkan dengan aktivitas membaca Al-Qur’an setiap hari, biasakan bersedekah, serta perbanyak dzikir dan doa.  

Selain itu, mari kita sempurnakan ibadah kita dengan melaksanakan puasa sunnah lainnya seperti enam hari di bulan Syawal. Amalan ini menjadi salah satu bentuk bukti bahwa kita ingin terus melanjutkan semangat Ramadhan dalam kehidupan kita.  

Rasulullah SAW bersabda:

   مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ

Artinya: “Barangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim).   

Akhirnya, marilah kita jadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan, bukan sekadar rutinitas tahunan. Jangan sampai kita menjadi hamba yang rajin beribadah hanya di bulan Ramadhan, tetapi lalai di bulan-bulan lainnya. 

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan kita kekuatan untuk tetap istiqamah di jalan-Nya hingga akhir hayat. Amin.

   بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  



Comments

Popular posts from this blog

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Buang Jauh Luka Emosional Anda

Orang bijaksana tidak pernah duduk   meratapi kegagalannya, tetapi dengan gembira hati dia mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya.   - Shakespear -  Ada kejadian, seseorang mengalami kecelakaan yang tidak terlalu berat, mengakibatkan luka fisik pada bagian wajahnya. Akibat luka fisik tersebut membuat dirinya merasa malu, takut bercermin atau berinteraksi dengan orang lain. Dia bahkan menarik diri dari kehidupan masyarakat dan menutup diri.   P adahal, luka fisik itu sebenarnya bisa disembuhkan dan pulih kembali. Luka fisik itu lebih mudah disembuhkan! Bagaimana dengan luka emosional?  Luka  emosional lebih menyakitkan!   Anda tidak dapat melihatnya, tidak  dapat merabanya, tetapi ia dapat membuat perut keroncongan dan hati berdebar. Tidak ada bukti keberadaannya, tapi ia dapat menimbulkan rasa pusing, mual, insomnia, serangan jantung, gangguan pencernaan, bahkan stres dan depresi.  Ia lebih dalam dari luka-l...

Pidato Kocak Dai Gokil

Humor sebagai salah satu bumbu komunikasi dalam berpidato hingga kini masih diakui kehebatannya. Ketrampilan   menyelipkan humor-humor segar dalam berpidato atau ceramah,   menjadi daya pikat tersendiri bagi audien atau pendengarnya sehingga membuat mereka betah mengikuti acara sampai selesai. Buku saku berjudul “Pidato-pidato Kocak ala Pesantren” karya Ustad Nadzirin (Mbah Rien) ini mungkin bisa menjadi referensi bagi pembaca yang ingin menciptakan suasana segar dalam berpidato. Buku setebal   88 halaman yang diterbitkan oleh Mitra Gayatri Kediri (tanpa tahun) ini berisi contoh-contoh pidato penuh humor. Membaca buku yang menyajikan enam contoh pidato yang oleh penulisnya dimaksudkan untuk bekal dakwah   para dai gokil dan humoris ini saya ngakak abis .  Pengin tahu cuplikannya? Silahkan simak berikut ini. “Saudara dan saudari.  Baik eyang putra maupun eyang putri…Semua tanpa kecuali yang saya cintai… Meski kalian semua tidak merasa say...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

Catatan Perjalanan (Bag.2) Menit-menit Menegangkan

Khikmah Al-Maula Begitu MC memberikan tanda akan dimulai acara, seluruh peserta di ruangan itu terdiam. Apalagi ketika MC menyatakan, “Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Seluruh hadirin dimohon berdiri,” semuanya dengan sigap mengikuti aba-aba dirigen. Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, seluruh hadirin duduk kembali. Dilanjutkan dengan pengantar panitia yang disampaikan anggota Komisi Penyiaran Indonesia(KPID) Jawwa Tengah, Asep Cuwantoro. Acara berikutnya adalah sambutan ketua KPID Jateng, Budi Setyo Purnomo, sekaligus membuka acara secara resmi. Pengantar Asep dan sambutan Budi Setyo tak banyak masuk dalam otakku, lantaran masih dipenuhi dengan pesan Inet, sang Khikmah Al-Maula. Baru ketika MC memberitahukan, “sesi inti pada sore ini akan tampil nara sumber Bapak Juli Wantoro, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen,” aku mulai konsentrasi pada acara. Komisioner KPID Jateng Saat moderator, Setyawan Hendra Kelana, menyodorkan microp...

ATUR PAMBAGYA HARJA WILUJENG

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -       Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -       Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken raos syukur dumateng ngarsanipun Gusti Ingkang Maha Kawasa, awit saking peparing ni’mat saha berkahipun, panjenengan dalasan kula saget makempal manunggal, wonten papan punika kanthi wilujeng mboten wonten alangan satunggal punapa. Para Rawuh Kakung Sumawana Putri ingkang minulya. Kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bapa Ignasius Sarono, S.Pd dalasan Ibu Dra. Christiana Sri Wahyuni Kustiasih, M.Pd , ingkang pidalem ing Plumbungan Indah Sragen, wonten kalenggahan punika kepareng matur : Sepisan , bilih Bapa Ibu Iganasius Sarono ngaturaken syukur dumateng ngarsanipun Gusti Ingakang Maha Kawasa, awit   saking Berkahi-p...