Skip to main content

Menjadi Penulis Menebar Kebaikan


Sudah lebih dari 30 tahun, saya jalani hidup ini dengan banyak membaca buku, baik di toko buku, di perpustakaan maupun milik sendiri. Disamping buku, bacaan berupa koran, majalah dan media online menjadi menu konsumsi hidup saya. Ada ratusan judul buku pernah saya baca hingga tuntas. Namun lebih banyak buku yang saya baca tidak pernah selesai.

Dengan membaca aneka buku, saya menemukan banyak ilmu dan hikmah yang amat berguna dalam menjalani hidup ini. Seperti ungkapan Samuel Johnson, “Buku mengajarkan kepada kita, bagaimana menikmati hidup dan bagaimana memikul bebannya.”

Setelah hidup ini saya jalani dengan aktivitas banyak membaca, saya kemudian punya keinginan untuk menjadi penulis. Pertimbangannya, jika hanya sekedar sebagai pembaca, manfaat yang saya peroleh lebih banyak untuk diri sendiri. Tapi  jika menjadi penulis, insya Allah manfaatnya bisa dinikmati untuk banyak orang.

Sadar bahwa menjadi penulis itu tidak mudah, sayapun mulai berusaha keras untuk membekali diri.  Apa yang saya lakukan?

Dalam lima tahun terakhir, saya giat melakukan aktivitas yang berhubungan dengan upaya menjadi penulis. Pertama, saya membaca puluhan buku tentang cara praktis menjadi penulis yang baik. Buku-buku “Sukses Menjadi Penulis”, “Menulis Itu Gampang”, “Resep Cespleng Menulis Buku”, dan lain-lain berulang-ulang saya baca. Juga buku-buku mengenai kisah tokoh-tokoh yang berhasil dalam dunia tulis menulis. Ditambah lagi puluhan artikel yang tersebar di media online. Semua saya lahab habis. Ibaratnya, saya itu sudah khatam membaca “Kitab Suci” tentang dunia tulis menulis.

Kedua, saya ikuti berbagai seminar, workshop atau pelatihan tentang kepenulisan yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga, mulai yang amatir, organisasi komunitas hingga perguruan tinggi, baik gratis maupun membayar.  Saya kemudian bergabung dengan organisasi komunitas penulis Forum Lingkar Pena (FLP) Soloraya 2015. Di FLP saya mendapatkan banyak pencerahan dan dipertemukan dengan orang-orang yang sudah punya nama besar di dunia kepenulisan, seperti Afifah Afra, Sinta Yudisia, Helvy Tiana Rosa, Mell Shaliha dan lain-lain.

Berbagai kegiatan itu saya ikuti dengan sungguh-sungguh dengan harapan, kelak bisa menjadi penulis, meski tidak seperti mereka. Setidaknya saya bisa menerbitkan atau mempublikasikan karya di media massa, dan akhirnya menerbitkan buku. Menjadi penulis buku. Menjadi pengarang. Gagasan, pemikiran saya bisa dibaca orang banyak. Menginspirasi dan bermanfaat bagi umat manusia. Dengan penjadi penulis, saya bisa menebar kebaikan, meninggalkan jejak kebaikan dalam perjalanan hidup ini. Itu cita-cita saya.

Dengan usaha itu, bagaimana hasilnya? Memang sudah begitu banyak ilmu tentang cara menjadi penulis saya dapatkan. Tetapi mana hasil karya tulisan saya? Terutama tulisan yang diterbitkan, dipublikasikan di media massa, media sosial, atau media lain, atau buku? Tidak sesuai angan-angan saya.

Semakin banyak buku dan artikel saya baca, kian sering kegiatan saya ikuti, belum juga berhasil mempublikasikan tulisan seperti harapan semula. Saya hanya kagum dengan banyak teori menulis, tetapi belum mampu menerapkan dengan langkah konkrit.

Setelah sekian lama waktu, usaha dan proses saya lalui, perlahan Allah memberikan petunjuk-Nya. Di penghujung tahun 2015, atas bantuan seorang kenalan dari Kebumen, saya punya Blog pribadi. Meski belum banyak memposting tulisan, Blog inilah yang kemudian menjadi salah satu modal penting untuk mengantarkan diri menjadi penulis.

Wuih. Hanya menulis di Blog, sudah berani menyatakan diri sebagai penulis? Sinta Yudisia, ketua FLP Pusat, seorang penulis lebih dari 50 judul buku, saat menyambut HUT ke-20 FLP  pernah menyatakan, “pekerjaan menulis sekarang bukan hanya terbatas membuat buku, menerbitkan cerpen atau menulis puisi. Penulis sekarang lebih berkembang lagi profesinya, mencakup penulis skenario, blogger, penulis lagu, hingga penyedia konten dari media-media online.”

Awal Februari 2016, saya bertemanan dengan Bang Syaiha di facebook yang membuka program “One Day One Post” (ODOP), sebuah grup yang mengharuskaan anggotanya menulis setiap hari dan mempostingnya di Blog. Setelah menyimak beberapa minggu, tulisan-tulisan dan profil Bang Syaiha yang inspiratif mulai mempengaruhi pikiran saya.  

Bulan berikutnya, saya resmi bergabung dengan ODOP dan berketetapan hati untuk ikut menulis setiap hari, memposting di Blog dan melaporkan di link ODOP. Saya seperti punya kekuatan baru dan daya dorong untuk menulis setiap hari dan mem-posting di Blog. Saya yakin, melalui ODOP ini bisa menjadi penulis yang baik dan produktif.

Saya seolah dipaksa untuk menulis, dalam kondisi apa pun. Dipaksa dan dipaksa, lama-lama menjadi biasa dan terbiasa. Akhirnya menjadi kebiasaan. Menjadi kewajiban.

Di komunitas ODOP, yang anggotanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia, bahkan ada yang dari Malaysia,  kami menjadi keluarga besar yang aktif berinteraksi. Saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dari mereka. Dengan kelebihannya masng-masing, mereka menginspirasi saya untuk terus menulis. Menulis yang menginspirasi.

Hari ini, di usia yang tidak muda lagi, saya mantapkan diri menjadi penulis. Apa yang telah saya lakukan sebagai penulis? Dalam waktu 15 bulan ini, sudah ada 333 tulisan saya bertengger di Blog. Tulisan-tulisan itu juga sering saya share di facebook sehingga lebih banyak orang yang bisa membacanya. Dalam catatan Google Statistic, sudah lebih dari 33 ribu orang membuka atau mengunjungi Blog saya.

Dengan pengalaman itu, di tahun 2017 ini saya bertekad bisa menerbitkan buku!

Apa yang ingin saya dapatkan dari hidup sebagai penulis? 

Kalau tulisan saya bermanfaat bagi orang lain, itu artinya sebuah kebaikan. Dan setiap kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain, pasti akan mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat dari Allah, Sang Pemilik jagad raya. Itu keyakinan saya!   

Suparto
#OneDayOnePost
#TantanganHidayNur

Comments

Popular posts from this blog

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

Atur Wangsulan Lamaran Calon Temanten

Meski tugas juru bicara untuk menyampaikan lamaran (pinangan) seperti yang saya tulis kemarin berlangsung 'glagepan' dan 'gobyoss', namun oleh beberapa teman,  saya dianggap 'sukses'.  "Bagus Pak. Sederhana dan 'cekak aos' apa yang menjadi inti," kata teman.  Tapi bagi saya pribadi, respon teman itu mungkin bisa diartikan lain. Sekedar untuk menyenangkan saya atau 'nyindir'. Namun tetap saya ucapkan terima kasih, karena memberi saya kesempatan untuk belajar dari pengalaman.  Betul. Beberapa hari setelah kejadian itu, saya diminta lagi untuk menjadi 'juru bicara' sebagai pihak yang harus menyampaikan jawaban/tanggapan atas lamaran di keluarga lain. Saya pun tak bisa mengelak. Karena waktunya sangat mendadak maka konsep saya tulis tangan dengan banyak coretan.  Seperti diketahui, setelah adanya lamaran dari keluarga pihak lelaki, biasannya diikuti dengan kunjungan balasan untuk  menyampaikan jawaban atau balasan. ...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Tanggap Wacana Basa Jawi dan Contoh Lamaran

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang berpengaruh pada perubahan perilaku masyarakat, ternyata masih banyak orang tetap memegang teguh   dan ‘nguri-nguri’ (melestarikan) warisan ‘Budaya Jawa’. Salah satu warisan tersebut adalah ‘Tanggap Wacana Basa Jawi’ atau pidato bahasa jawa dalam acara-acara adat maupun ‘pasamuan’ (pertemuan) keluarga dan warga kampung, terutama   di ‘tlatah’ (daerah) Jawa Tengah dan Jawa Timur. Atau di berbagai daerah di Indonesia yang terdapat komunitas atau kelompok masyarakat ‘Jawa’. Bagi sebagian orang, meski mereka hidup di lingkungan masyarakat berbudaya Jawa, tanggap wacana basa jawi (pidato bahasa jawa) sering dianggap momok karena sulit pengetrapannya. Ketidakmampuan mereka bisa karena sudah ngga peduli dengan bubaya jawa atau ngga mau belajar, sehingga keadaan sekarang ini ibarat ‘Wong Jowo Ilang Jawane’ – orang Jawa sudah kehilangan jatidirinya sebagai orang Jawa. Namun bagi orang yang kebetulan di- tua -...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

Pertanyaan Yang Membuat Orang Bisa Jadi Gila

Ilustrasi (foto google image) Ini kisah yang membuat saya seperti orang gila. Bayangkan, saat membaca kisah ini tingkah saya jadi aneh. Ketawa, cemberut, jengkel, dan pusing kepala jadi satu.   Untungnya, setelah membaca kisah ini saya tidak benar-benar jadi gila. Saya justru    mendapat inspirasi dan pencerahan.   Seperti dikisahkan Sulaiman Budiman (2011:45), pada waktu   istirahat makan siang, tampak serombongan karyawan tengah bingung memilih menu di sebuah lokasi tempat makan yang dipenuhi banyak pedagang dengan berbagai macam jenis makanan. Di lokasi itu ada lontong Cap Go Meh, nasi goreng gila, soto betawi gebrak, sop buntut Bang Kumis, es teler, gado-gado, soto mie Bogor, dan macam-macam hidangan lainnya. Setelah berputar-putar, akhirnya mereka memutuskan untuk mampir di sebuah warung yang tampak masih sepi pengunjungnya.   “Nah, kita makan di sini saja, tempatnya enak dan belum ada orang yang datang. Jadi kita bisa makan sambil n...

Bukan Halusinasi ( Bag. 9 )

Misteri (sumber foto: google image) Koran “Warta Baru” yang memuat berita berjudul “Misteri Sumur Pak Suto Makin Gelap” banyak dicari orang. Mereka berharap mendapatkan informasi yang lengkap dan jelas mengenai misteri dibalik sumur milik Suto. Gondo, pemuda desa setempat langsung menangkap peluang bisnis. Disamping menggerakkan warga untuk berjualan makan minum dan camilan, ia pun berani memborong Koran dari agen untuk dijual kepada para pengunjung sumur di pekarangan Suto. “Koran, Koran, Koran. Berita hangat dan lengkap. Berita tentang sumur pak Suto paling hangat dan lengkap. Ayo silahkan. Monggo. Monggo . Jangan ketinggalan berita..!!”  Dalam waktu singkat, setumpuk Koran ludes dibeli warga yang berkerumun di seputar sumur Suto. Dalam beberapa jam, warga yang semula berjubel di seputar sumur menyebar ke beberapa tempat, bergerombol untuk   ikut menyimak berita hangat seperti yang dikoar-koarkan Gondo. Tapi banyak yang kecewa karena tidak mendapatkan inf...

Puisi Untuk Sahabat

Waktu bergulir tiada henti Bersama berputarnya bulan dan bumi Berkeliling mengitari sang mentari Pertanda hari terus berganti Hari kan selalu berubah Usia terus bertambah Menimpa semua titah Tak ada yang bisa membantah Hari ini kau tandai tanggal kelahiran Sebagai pengingat dan renungan Syukuri semua Anugerah Tuhan Agar tidak lupa daratan Hari ini kukirim doa Sapu Jagat Semoga Sang Penguasa Jagat Memberimu bahagia dunia akhirat Jauh dari segala laknat Kau nan jauh di sana Meski hanya kukenal di dunia maya Namun lebih dekat daripada saudara Yang selalu kucari saat terjaga Jejak dan kiprahmu tak pernah kulupa Memberiku semangat terus berkarya Yang tak mengenal batas usia Bisa bermanfaat bagi sesama Seperti slogan yang kau cipta Menulis untuk berbagi cinta dan bahagia Semoga menginspirasi semua pembaca Menemukan hidup lebih bermakna. Sragen, 02-01-2016 Suparto   #One Day One Post Persembahan Ulang Tahun ...