Skip to main content

Sambutan Kegiatan Parenting

 Assalamu 'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh 

Pantun Pembuka. 

1. 

Pergi ke pasar membeli kurma,

Kurma manis dibawa pulang.

Cinta ayah dan kasih ibunda,

Membentuk anak berakhlak gemilang.

2. 

Pergi ke pasar membeli pepaya,

Pulangnya mampir membeli kedondong.

Kalau ingin anak rajin dan berjaya,

Ayah Ibu jangan kalah rajin dari si anak dong.

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat hadir bersama dalam kegiatan Parenting Orang Tua/Wali murid KB dan TKIU BAZSRA dengan tema:

“Cinta Ayah, Kasih Ibu Bersama Membentuk Karakter Anak Berakhlak Mulia.” 

Atas nama BAZNAS Kabupaten Sragen, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para Ustadzah serta seluruh orang tua/wali yang telah hadir.

Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Islam Unggulan BAZSRA yang dibina oleh BAZNAS memiliki peran penting dalam 

meletakkan fondasi pendidikan dan karakter anak sejak usia dini.

Namun kita semua menyadari, pendidikan anak tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Keluarga adalah sekolah pertama, dan ayah serta ibu adalah guru pertama bagi anak-anak kita.

Tema hari ini mengingatkan kita bahwa anak membutuhkan cinta ayah dan kasih ibu.

Ayah memberikan keteladanan, perlindungan, tanggung jawab, dan arah.

Ibu memberikan kasih sayang, kelembutan, perhatian, dan kesabaran.

Ketika keduanya berjalan bersama, insya Allah anak akan tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta dan memiliki dasar karakter yang kuat. Anak-anak kita tidak hanya membutuhkan fasilitas dan pendidikan yang baik. Mereka membutuhkan kehadiran kita.

Mereka ingin didengarkan, diperhatikan, didampingi, dan dicintai.

Dan yang paling penting, mereka belajar dari apa yang kita contohkan.

Jika kita ingin anak sopan santun misalnya, mari kita beri contoh sopan santun dalam ucapan dan perbuatan. 

Jika kita ingin anak berakhlak mulia, mari kita tunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Karena pendidikan karakter yang paling kuat sering kali bukan melalui nasihat yang panjang, tetapi melalui keteladanan yang setiap hari mereka lihat di rumah.


Bapak dan Ibu yang kami hormati,

Kami berharap kegiatan parenting ini semakin memperkuat sinergi antara BAZSRA, para guru, dan orang tua.

Mari kita memiliki tujuan yang sama: bukan hanya menjadikan anak-anak kita pintar, tetapi juga menjadikan mereka baik, beriman, percaya diri, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

Anak-anak kita adalah amanah sekaligus harapan masa depan.


Mari kita rawat dengan cinta, kita didik dengan kesabaran, kita bimbing dengan keteladanan, dan kita iringi dengan doa.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan putra-putri kita anak-anak yang sholeh dan sholehah, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, serta bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Demikian yang dapat kami sampaikan.

Atas nama Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sragen, kami mengucapkan terima kasih dan selamat mengikuti kegiatan parenting.

Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua.

Pantun Penutup.

1. Burung berkicau di atas dahan,

Terbang rendah menuju taman.

Ayah, ibu, guru bergandengan,

Mendidik anak menuju masa depan.

2. 

Pagi-pagi minum jamu,

Jamu pahit dicampur madu.

Kalau anak susah dibilangin, jangan buru-buru merayu,

Coba ayah ibu kasih contoh dulu! 😄

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Comments

Popular posts from this blog

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

Tengah Malam Yang Menggoda

Oleh : Suparto Jarum jam menunjuk angka sebelas malam. Aku keluar rumah menuju pertigaan jalan yang biasa dipakai warga untuk  ngepos  saat bertugas ronda. Tetapi kali ini masih sepi. Belum satu pun orang yang muncul.  Bintang  di langit tertutup awan gelap. Sisa-sisa air hujan yang baru saja berhenti masih menetes dari beberapa ranting pohon, berpadu dengan kerlip lampu jalan menimbulkan titik-titik cahaya. Sementara desiran angin yang menggoyang dedauan, ditingkah suara jangkrik dan belalang serta kelelawar terbang berkelebatan, membuat suasana malam kian menusuk hati.   *** Aku sendirian, berdiri mematung di pertigaan jalan, menunggu teman-teman datang. Sembari tengok kanan tengok kiri, mataku menyapu ke seluruh penjuru. Diantara keremangan kerlip lampu jalan, tiba-tiba kulihat seorang perempuan muncul dari gang sebelah. Dengan langkah gontai ia berjalan ke arahku. Aku seperti belum pernah mengenalnya. Umurnya sekitar duapuluhan tahun. Wajahny...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

Terima Kasih Bang Syaiha

Ini secuil catatan saya dalam perjalanan menemukan inspirasi menjadi seorang penulis. Akhir Januari 2016, facebook saya mendadak terkoneksi dengan link http://www.bangsyaiha.com yang membuka program “One Day One Post” (ODOP)-1, sebuah gerakan yang mengajak orang untuk “Menulis Setiap Hari”, mempostingnya di Blog dan menyebarkan melalui facebook. Setelah mencermati, saya tertantang untuk mengikuti. Ternyata program ini sudah berjalan hampir sebulan. Namun saya tetap meng- connect  ke  link  ODOP, sehingga setiap hari saya menerima hasil postingan peserta ODOP. Selama seminggu saya hanya menyimak, tidak ikut menulis. Awal Februari, saya mulai ikut menulis setiap hari, memposting di Blog dan menyebarkan di  link  facebook ODOP. Tetapi saya menyadari, kapasitas saya dalam program ODOP-1 hanya sebagai peserta ‘pupuk bawang’ – penggembira, karena kedatangan saya sudah terlambat. Meski demikian, saya seperti punya kekuatan baru dan daya dorong untuk menu...

Pesan Asmara Seorang Pengamen

Wulan Action  Wulan, wanita berusia 54 tahun itu terus menyusuri jalanan kampung. Ia tak menghiraukan terik mentari yang membakar tubuh mungilnya. Peluh keringat berleleran menghapus bedak dan gincu di wajahnya. Dengan senyum yang selalu tersungging dibibirnya, ia berhenti di depan setiap rumah yang dilaluinya.   Dengan memainkan alat musik “Bas Betot” sederhana, berupa kotak papan kayu dilengkapi karet ban dalam  sepeda yang berfungsi sebagai dawai pada gitar, ia dendangkan lagu-lagu Jawa Campursari.  Suara emas Wulan yang berpadu dengan “bas betot” dan ketipak-ketipuk dari kotak yang dipukulnya, melahirkan musik yang indah. Uang receh senilai seratus duaratus rupiah pun diterima dari setiap penghuni rumah. Itulah Wulan, pengamen tradisional kelas kampung yang kini masih bertahan. Wulan adalah pengamen jalanan yang tetap bertahan ditengah kerasnya perjuangan hidup. Profesi ini dijalaninya demi mempertahankan biduk rumah tangga dengan kondisi yang me...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Atur Wangsulan Lamaran Calon Temanten

Meski tugas juru bicara untuk menyampaikan lamaran (pinangan) seperti yang saya tulis kemarin berlangsung 'glagepan' dan 'gobyoss', namun oleh beberapa teman,  saya dianggap 'sukses'.  "Bagus Pak. Sederhana dan 'cekak aos' apa yang menjadi inti," kata teman.  Tapi bagi saya pribadi, respon teman itu mungkin bisa diartikan lain. Sekedar untuk menyenangkan saya atau 'nyindir'. Namun tetap saya ucapkan terima kasih, karena memberi saya kesempatan untuk belajar dari pengalaman.  Betul. Beberapa hari setelah kejadian itu, saya diminta lagi untuk menjadi 'juru bicara' sebagai pihak yang harus menyampaikan jawaban/tanggapan atas lamaran di keluarga lain. Saya pun tak bisa mengelak. Karena waktunya sangat mendadak maka konsep saya tulis tangan dengan banyak coretan.  Seperti diketahui, setelah adanya lamaran dari keluarga pihak lelaki, biasannya diikuti dengan kunjungan balasan untuk  menyampaikan jawaban atau balasan. ...

ATUR PANAMPI CALON TEMANTEN PUTRI BADE IJAB

Ternyata, pelan-pelan saya harus menceburkan diri kedalam tata cara adat Jawa yang semula kurang saya sukai karena serba ‘njlimet’ dan kadang terlihat tidak rasional. Padahal yang saya jalani itu baru masuk pada bagian kecil dari serangkaian adat yang merupakan bagian dari budaya Jawa. Itupun baru sebatas pada ‘tanggap wacana’ yang jelas tampak, kasat mata,   dan mudah dipelajari. Namun bagi saya masih terasa berat. Episode berikutnya dari tugas kehidupan yang harus saya jalani adalah menjadi juru bicara dari keluarga calon mempelai wanita untuk menerima pasrah calon temanten pria. ****** Inilah tugas ‘Atur Panampi saking Calon Temanten Putri Bade Ijab’. Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. - Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. - Panjenenganipun   Bapa Drs. NUR SUSANTO minangka sulih sarira   BapaHaji EDY SUDADI sekalian Ibu Hajah KONITUN, S.Pd. ingkang tuhu kinurmatan. Kanthi ngonjukak...