Skip to main content

10 Ibadah di Bulan Ramadhan untuk Meningkatkan Ketakwaan pada Allah SWT

 

Bagi umat Islam, Ramadhan bukanlah sekedar bulan biasa. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, ampunan, dan peningkatan ketakwaan. Di bulan inilah, pintu rahmat Allah SWT terbuka lebar, sehingga setiap muslim berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah di bulan yang istimewa.
Ibadah di bulan Ramadhan pun memiliki keutamaan tersendiri. Kita harus memanfaatkan momen bulan Ramadhan ini karena Allah akan melipatgandakan setiap amalan baik di bulan suci Ramadhan.


Ibadah di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan harus kita manfaatkan sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Berikut 10 Ibadah di bulan Ramadhan.

1. Puasa
Ibadah yang identik dengan bulan Ramadhan tentunya adalah puasa. Ibadah puasa yang dilakukan di bulan Ramadhan hukumnya adalah wajib.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 183:



يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ - ١٨٣

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"

Puasa merupakan ibadah wajib di bulan Ramadhan. Puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seksual sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain menahan lapar dan dahaga, puasa juga melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

2. Sholat Tarawih
Dikutip dari buku Tuntunan Sholat Lengkap dan Benar oleh Neni Nuraeni, sholat tarawih adalah sholat sunnah yang dilakukan pada malam bulan Ramadhan. Waktu pengerjaannya bisa dilakukan setelah sholat Isya atau tengah malam sampai akhir malam sebelum waktu subuh.

Sholat tarawih boleh dilakukan secara berjamaah di masjid maupun secara munfarid (sendirian) di rumah. Mengenai jumlah rakaat sholat tarawih, terdapat beberapa perbedaan pendapat.

Pendapat pertama, melakukan sholat tarawih sebanyak 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir sehingga menjadi 11 rakaat. Pendapat kedua, sholat tarawih dapat dilakukan dengan 20 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir menjadi 23 rakaat.


3. Sholat Berjamaah
Sholat wajib berjamaah juga merupakan ibadah yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan. Sholat berjamaah menjadi ibadah yang memiliki keutamaan yang besar karena Allah akan melipatgandakan pahalanya dibandingkan dengan mendirikan sholat sendiri.

4. Sahur dan Berbuka
Makan sahur mengandung berkah dan Allah serta malaikat mendoakan orang yang makan sahur dengan baik. Selain itu, makan sahur juga akan membantu seorang muslim untuk lebih kuat menjalani puasa di siang hari.

Selain itu, menyegerakan buka puasa juga sunnah Nabi Muhammad SAW yang mengandung nilai pahala. Kita bisa menyempurnakan pahala berbuka puasa dengan berdoa serta berbuka dengan air putih dan kurma yang merupakan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.


5. Memperbanyak Sedekah
Selain Zakat Fitrah, dianjurkan untuk memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan. Sedekah tidak hanya berupa harta, tetapi juga bisa berupa tenaga, waktu, keahlian, atau senyuman. Dengan bersedekah, kita tidak hanya membantu sesama, tapi juga membersihkan harta dan mendapatkan pahala dari Allah.

6. Tadarus Al-Quran
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran. Membaca, memahami, dan merenungkan makna dari Al-Quran menjadi ibadah yang sangat dianjurkan untuk mengisi bulan suci Ramadhan.

7. Dzikir dan Sholawat
Memperbanyak dzikir dan sholawat di bulan Ramadhan akan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dzikir dan sholawat dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, menjadi penenang hati dan pengingat untuk selalu mengingat Allah dan Rasulullah.

8. Beribadah di Malam Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Ibadah di malam Lailatul Qadar pahalanya dilipatgandakan, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak doa, sholat, membaca Al-Quran, dan beribadah dengan penuh keikhlasan.


9. I'tikaf
Berdiam diri di masjid untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah SWT, khususnya pada 10 hari terakhir Ramadhan. I'tikaf memberikan kesempatan untuk fokus pada peningkatan spiritual, mencari ketenangan batin, dan memperbanyak amalan kebaikan dalam suasana yang hening dan khusyuk.


10. Zakat Fitrah
Zakat Fitrah: Merupakan zakat wajib yang dikeluarkan menjelang Idul Fitri sebagai bentuk membersihkan diri dan mensucikan harta. Zakat Fitrah membantu meringankan beban saudara kita yang kurang mampu, sehingga mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan.

Dikutip dari buku Fikih Zakat, Sedekah, dan Wakaf, oleh Qodariah Barkah, dkk, berikut adalah waktu bayar zakat fitrah:

-    -    Mubah. Waktu yang diperbolehkan, yaitu daru awal Ramadhan sampai hari penghabisan Ramadhan.

-    Waktu wajib, yaitu mulai terbenam matahari penghabisan Ramadhan Ramadhan terakhir sampai terbitnya matahari awal Syawal atau berlangsungnya sholat Subuh.

-    Waktu sunnah, yaitu dibayar setelah sholat subuh sebelum shalat idul fitri.

-    Waktu makruh, yaitu membayar zakat fitrah sesudah sholat idul fitri, tetapi sebelum terbenam matahari.

-    Waktu haram, lebih telat lagi yaitu dibayar sesudah terbenam matahari pada hari raya idul fitri.


Wallahu a'lam.


https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7197523/10-ibadah-di-bulan-ramadhan-untuk-meningkatkan-ketakwaan-pada-allah-swt
Hanif Hawari - detikHikmah

Sabtu, 17 Feb 2024 08:00 WIB


Comments

Popular posts from this blog

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

Bukan Halusinasi ( Bag. 1 )

Tengah malam yang dingin itu telah menyirep seluruh penghuni kampung Randu. Mereka lelap dalam tidur berselimut sepi, menikmati mimpinya masing-masing. Namun   tidak bagi Suto.   Lelaki paroh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani kecil ini mendadak terbangun oleh suara ketukan pintu belakang di ruang dapurnya. Sebenarnya lelaki kurus ini enggan beranjak bangun dari tempat tidurnya. Badan Suto kurang sehat lantaran kemarin kehujanan saat berada di sawah. Tetapi karena pintu itu seperti didorong-dorong oleh seseorang, ia akhirnya bangun juga. Ia tak langsung berdiri. Sembari mengusap-usap kedua matanya, diambilnya  lampu senter yang selalu ditaruh di bawah bantal. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu belakang. Tanpa pikir panjang, dibukanya pintu. Sementara isterinya, Poni, dan seorang anak perempuannya, Yani  yang berumur lima belas tahun, tetap tidur nyenyak. Setelah pintu terbuka, ia keluar rumah. Dengan hati-hati ia melihat ke kanan...

Bukan Halusinasi ( Bag. 7 )

Sesuai rencana, Guritno bersama perangkatnya mendatangi rumah Suto. Melihat kedatangan Guritno, puluhan warga yang berkerumun berebut menyalami Kepala Desa yang simpatik ini. Beberapa orang dari luar desa yang belum mengenalnya juga mendekat Guritno. “Selamat Siang, Pak Lurah..” beberapa orang menyapa. “Selamat Siang. Gimana kabarnya. Sehat semua kan?” Sapa Guritno. “ Nggih,  Pak Lurah…” Guritno langsung menuju lokasi sumur tua milik Suto . Ia segera me lo ngok ke dalam sumur seperti yang dilakukan warga. Ia berkali-kali melongok ke lubang sumur yang berkedalaman 15 meter. Sesaat kemudian, ia melihat ke sekeliling, mengamati puluhan rumpun pohon bambu yang tumbuh subur di pekarangan Suto . Beberapa orang yang menyaksikan gerak gerik Kepala Desa itu saling berpandangan dan berbisik satu sama lain. Mereka menerka apa yang akan dilakukan pemimpin desa itu. Diantara mereka ada yang memberanikan diri bertanya dan usul kepada Guritno. “Bagaimana, Pak. Apa b...

BERKEMBANG BERSAMA ODOP

Puluhan tahun dalam perjalanan hidup ini, saya isi dengan banyak membaca buku, baik di toko, di perpustakaan maupun milik sendiri. Disamping buku, bacaan berupa koran, majalah dan media online menjadi menu konsumsi hidup saya. Mungkin sudah ratusan judul buku saya baca hingga tuntas. Namun lebih banyak buku yang saya baca tidak pernah selesai. Dengan membaca aneka buku, saya menemukan banyak ilmu dan hikmah yang amat berguna dalam menjalani hidup ini. Seperti ungkapan Samuel Johnson, “Buku mengajarkan kepada kita, bagaimana menikmati hidup dan bagaimana memikul bebannya.” Setelah hidup ini saya jalani dengan aktivitas banyak membaca, saya kemudian punya keinginan untuk menjadi penulis. Pertimbangannya, jika hanya sekedar sebagai pembaca, manfaat yang saya peroleh lebih banyak untuk diri sendiri. Tapi   jika menjadi penulis, insya Allah manfaatnya bisa dinikmati untuk banyak orang. Sadar bahwa menjadi penulis itu tidak mudah, sayapun mulai berusaha keras untuk membe...

Buang Jauh Luka Emosional Anda

Orang bijaksana tidak pernah duduk   meratapi kegagalannya, tetapi dengan gembira hati dia mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya.   - Shakespear -  Ada kejadian, seseorang mengalami kecelakaan yang tidak terlalu berat, mengakibatkan luka fisik pada bagian wajahnya. Akibat luka fisik tersebut membuat dirinya merasa malu, takut bercermin atau berinteraksi dengan orang lain. Dia bahkan menarik diri dari kehidupan masyarakat dan menutup diri.   P adahal, luka fisik itu sebenarnya bisa disembuhkan dan pulih kembali. Luka fisik itu lebih mudah disembuhkan! Bagaimana dengan luka emosional?  Luka  emosional lebih menyakitkan!   Anda tidak dapat melihatnya, tidak  dapat merabanya, tetapi ia dapat membuat perut keroncongan dan hati berdebar. Tidak ada bukti keberadaannya, tapi ia dapat menimbulkan rasa pusing, mual, insomnia, serangan jantung, gangguan pencernaan, bahkan stres dan depresi.  Ia lebih dalam dari luka-l...

Pidato Kocak Dai Gokil

Humor sebagai salah satu bumbu komunikasi dalam berpidato hingga kini masih diakui kehebatannya. Ketrampilan   menyelipkan humor-humor segar dalam berpidato atau ceramah,   menjadi daya pikat tersendiri bagi audien atau pendengarnya sehingga membuat mereka betah mengikuti acara sampai selesai. Buku saku berjudul “Pidato-pidato Kocak ala Pesantren” karya Ustad Nadzirin (Mbah Rien) ini mungkin bisa menjadi referensi bagi pembaca yang ingin menciptakan suasana segar dalam berpidato. Buku setebal   88 halaman yang diterbitkan oleh Mitra Gayatri Kediri (tanpa tahun) ini berisi contoh-contoh pidato penuh humor. Membaca buku yang menyajikan enam contoh pidato yang oleh penulisnya dimaksudkan untuk bekal dakwah   para dai gokil dan humoris ini saya ngakak abis .  Pengin tahu cuplikannya? Silahkan simak berikut ini. “Saudara dan saudari.  Baik eyang putra maupun eyang putri…Semua tanpa kecuali yang saya cintai… Meski kalian semua tidak merasa say...