Skip to main content

Khutbah Jum'at Doa Untuk Palestina

 


PALESTINA AKAN SELALU DI HATI

Naskah Khutbah

Asdar

12 Oct 2023

PALESTINA AKAN SELALU DI HATI

JUMAT, 27 Rabiulawal 1445 H / 13 Oktober 2023 M
 Oleh Dr. Muhammad Ihsan Zainuddin, Lc., M.Si. Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

أيها الناس رحمكم الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللِه فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah…

Pada tanggal 7 Oktober 2023 yang lalu, Allah Azza wa Jalla kembali membangunkan ingatan kita yang sudah lama amnesia tentang tanah suci ketiga kaum muslimin, yaitu bumi Palestina. Tanah suci yang sejak lebih 75 tahun lamanya dirampas penuh kelicikan oleh penjajah Yahudi-Zionis. Inilah bumi mulia yang menjadi destinasi perjalanan mulia Isra’-Mi’raj kekasih kita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tentangnya Allah Ta’ala mengatakan:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ

Terjemahnya: “Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hambaNya di malam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya...”  (Q.S. al-Isra’ ayat 1)

Pada tanggal 7 Oktober 2023 yang lalu, melalui serangan heroik para pejuang pembebasan Bumi al-Quds itu, Allah Ta’ala kembali menyadarkan kesadaran kita yang sudah lama menurun, bahwa di tanah suci kaum muslimin itu sejak 75 tahun yang lalu telah dijajah oleh bangsa paling hitam sejarahnya, bernama Bangsa Yahudi! Inilah bangsa pembunuh para nabi dan rasul, sebagaimana diabadikan di dalam al-Qur’an:

أَفَكُلَّمَا جَاءكُمْ رَسُولٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقاً كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقاً تَقْتُلُونَ

Terjemahnya: “Apakah setiap kali datang kepada kalian (Bangsa Yahudi) seorang rasul membawa (ajaran) yang tak sesuai hawa nafsu kalian, kalian membangkang, lalu sebagian kalian mendustakannya, dan sebagian lagi membunuhnya?” (Q.S. al-Baqarah ayat 83)

Pada tanggal 7 Oktober 2023 yang lalu, melalui serangan para mujahidin Palestina, Allah Azza wa Jalla kembali mengguncang kelalaian kita yang sudah terlalu dalam, bahwa di sana, di Bumi Isra’ dan Mi’raj itu, ada saudara-saudara kita kaum muslimin yang tak kenal lelah berjuang sendiri merebut kembali tanah air mereka. Dengan segala keterbatasan, di bawah segala tindakan represif Zionis, para mujahidin Palestina itu mengguncang nalar dunia: bagaimana mereka bisa menembus sistem keamanan Israel yang konon paling aman sedunia itu, hingga membuat panik negara-negara pendukung Israel di seluruh dunia.

Pada tanggal 7 Oktober 2023 yang lalu, Allah Azza wa Jalla mengingatkan kita yang sudah lama hanyut dalam dunia, bahwa di sana, di Bumi Palestina, salah satu negara dunia yang paling awal mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, bahkan memberikan sumbangsih materil di awal kemerdekaan negeri ini; ternyata di sana sejak tahun 1948 secara licik para pengungsi Yahudi yang lari menyelamatkan diri dari pembantaian dan pembunuhan. Inilah pengungsi paling licik sedunia. Hari ini, populasi Yahudi di Palestina mencapai 51%, tapi menguasai lebih dari 85% wilayah Palestina!

Dahulu, Bangsa Palestina mendiami 1300 desa dan kota, tapi hari ini lebih dari 774 desa dan kota telah berada dalam penguasaan penjajah Yahudi Zionis, dimana 531 di antaranya telah diluluhlantakkan sedemikian rupa. Para penjajah Zionis yang mulanya hanya berjumlah 1,4 juta manusia, kini telah mencapai 11,6 juta manusia. Dan yang sungguh menyedihkan adalah sejak tahun 2013, setidaknya sekitar 5,3 juta atau 45,7% rakyat Palestina telah menjadi pengungsi akibat penjajahan ini! Dan perhitungan ini belum menghitung berapa banyak rakyat sipil Palestina yang dibantai dan diusir dari kampung halaman mereka sejak tahun 1948!

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah..!

Maka pada hari Jum’at yang mulia ini, kita kembali belajar banyak hal dari perjuangan heroik para mujahidin Palestina pada tanggal 7 Oktober 2023 tersebut. Mereka yang merasakan berat dan payahnya perjuangan itu di sana, tapi kita di sini harus mengambil pelajaran dari mereka.

Yang pertama adalah bahwa setiap kita harus sadar bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara, dan pada akhirnya setiap kita harus punya cita-cita dan obsesi yang lebih jauh dari dunia itu. Itulah cita-cita dan obsesi akhirat. Percayalah, bahwa tidak ada yang mampu menguatkan kesabaran dan keteguhan saudara-saudara Palestina kita, yang terpenjara di negeri mereka sendiri itu, selain cita-cita Akhirat mereka. Tentang Surga Allah Ta’ala. Tentang kehidupan yang hanya diliputi bahagia dan bahagia di dalam Jannah Firdaus.

Dalam benak dan jiwa mereka selalu terngiang-ngiang pesan Allah Ta’ala:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا ‌الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Terjemahnya: “Apakah kalian mengira kalian akan masuk Surga sementara kalian belum mengalami seperti apa yang dialami orang-orang sebelum kalian? Mereka ditimpa penderitaan dan kesusahan, dan mereka diguncangkan hingga Sang Rasul dan orang-orang beriman bersamanya mengatakan: ‘Kapan gerangan (datang) pertolongan Allah?’ Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat.”  (Q.S. al-Baqarah ayat 33)

Para pejuang Palestina itu membangunkan kita dari obsesi dunia yang tak habis-habisnya. Cukuplah sudah, hidup kita sudah pasti tidak selamanya. Ada kehidupan akhirat yang harus dipersiapkan. Dan mereka, para mujahidin Palestina itu, rakyat Palestina itu, menyiapkan akhirat mereka dengan perjuangan merebut kembali Masjidil Aqsha, merebut kembali al-Quds, merebut kembali bumi suci Palestina dari tangan penjajah Zionis Yahudi!

Maka para ibunda kita di sana rela, bahkan bangga sebangga-bangganya saat anak-anak kesayangannya gugur dalam perjuangan suci itu. Para istri menangis haru dalam bangga saat suaminya gugur bersimbah darah dalam perjuangan indah itu. Kenapa? Karena mereka yakin bahwa kehidupan dunia ini hanya begini-begini saja: kesenangannya hanya sesaat, penderitaannya juga tak selamanya.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Pelajaran selanjutnya adalah bahwa dunia ini memang adalah episode-episode pertempuran antara al-Haq melawan al-Bathil. Ini adalah ketetapan Allah Ta’ala yang menciptakan kehidupan dunia ini. Dan itu sangat logis, karena kehidupan dunia ini memang diformat sebagai tempat ujian bagi kita manusia.

Kita, umat Islam, adalah umat yang cintai damai. Sejarah cinta damai kita tercatat dengan penuh terang-benderang dalam sejarah umat manusia. Kita akan selalu siap menyambut setiap upaya apapun untuk hidup berdamai dan berdampingan bahkan dengan siapapun yang berbeda keyakinan dengan kita. Persis seperti yang diteladankan kekasih kita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat menerima komunitas Yahudi untuk hidup bersama dengan kaum muslimin di sana.

Tetapi semangat cinta damai kita kaum muslimin hendaknya jangan menjelma menjadi “cinta damai yang lebay”, sehingga membuat kita lupa atau pura-pura lupa bahwa kekufuran tetaplah kekufuran, orang kafir tetaplah orang kafir. Dan tentang mereka, Allah Ta’ala mengingatkan kita dalam al-Qur’an:

وَلَنْ ‌تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Terjemahnya: “Dan orang-orang Yahudi serta Nasrani itu takkan ridha kepadamu (wahai Muhammad) hingga engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah (wahai Muhammad), sesungguhnya petunjuk Allah itulah (sebenar-benarnya) petunjuk, dan sungguh jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah ilmu (kebenaran) datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi Pelindung dan Penolong(mu).”  (Q.S. al-Baqarah ayat 120)

Maka kita umat Islam selalu cinta damai. Bahkan dalam jihad-jihad kita sekalipun, cinta damai dan kasih sayang itu sungguh nyata. Lihatlah apa yang dilakukan oleh para mujahidin Palestina baru-baru ini terhadap kaum wanita, anak-anak dan orang-orang tua Yahudi: bagaimana mereka melindungi, menjaga bahkan menyelamatkan mereka di tempat yang aman. Bandingkanlah dengan apa yang dilakukan oleh penjajah Zionis itu kepada muslimah Palestina, kepada orang-orang tua dan anak-anak kita!

Sekali lagi, kita umat Islam selalu cinta damai dan selalu siap berdamai. Tapi itu semua tidak boleh membuat kita lalai dan terlena, apalagi melupakan bahwa al-Haq dan al-Bathil itu pasti akan terus berhadapan di belahan manapun di dunia ini. Untuk apa? Untuk menguji kita semua: kepada siapa kita berpihak? Untuk menguji kita semua: jalan mana yang akan kita pilih untuk sampai ke kehidupan akhirat kita?

Maka berbahagialah akhir kehidupan mereka yang sepanjang hayatnya selalu berusaha mengikuti jalan al-Haq, memperjuangkan al-Haq, berpihak kepada al-Haq, berkorban untuk menegakkan al-Haq, hingga mati di atas jalan al-Haq.

Maka sekarang sepenuhnya kembali kepada setiap kita: jalan mana yang akan kita pilih hingga kehidupan dunia kita berakhir?.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَنَفَعَنِي وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيهِمَا مِنَ العِلْمِ وَالْحِكْمَةِ، قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ

فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االلهَ تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْا عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.

Jamaah Jumat yang berbahagia…

Ketika jasad tak mungkin membersamai derita saudara-saudara kita di Palestina, ketika tangan tak mungkin mengangkat senjata menyertai perjuangan para pejuang di Bumi al-Quds, ketika kedua kaki tak mungkin berlari di antara deru peluru dan asap yang berkepul mengangkat jasad-jasad yang terkulai di Bumi al-Aqsha, maka bukan berarti tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mereka di Bumi Palestina.

Hari ini, jika kita memiliki sedikit harta berlebih, maka mengapa tak menyisihkan sebagiannya untuk mereka yang kekurangan makanan, minuman dan obat-obatan di sana?

Jika itupun kita tidak mampu, maka sekurang-kurangnya janganlah lemah untuk sekedar memanjatkan doa-doa terbaik kita untuk mereka. 

Karena itu, kami menghimbau kepada para ustadz, muballigh dan para imam mesjid: untuk memanjatkan doa qunut nazilah untuk saudara-saudara kita di sana. 

Mari kita panjatkan doa ini pada setiap shalat kita yang 5 kali sehari itu, karena kita semua meyakini bahwa doa adalah senjata terbaik orang-orang beriman.

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
 اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ المُسْلِمِيْنَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعدَاءَ الدِّيْنَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا المُستَضْعَفِيْنَ فِي غَزَّة، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ
 اَللَّهُمَّ أَيِّدْهُمْ بِتَأْيِيْدِكَ، وَاحْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، يَا قَوِيُّ يَا عَزِيزٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


Comments

Popular posts from this blog

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

Bukan Halusinasi ( Bag. 1 )

Tengah malam yang dingin itu telah menyirep seluruh penghuni kampung Randu. Mereka lelap dalam tidur berselimut sepi, menikmati mimpinya masing-masing. Namun   tidak bagi Suto.   Lelaki paroh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani kecil ini mendadak terbangun oleh suara ketukan pintu belakang di ruang dapurnya. Sebenarnya lelaki kurus ini enggan beranjak bangun dari tempat tidurnya. Badan Suto kurang sehat lantaran kemarin kehujanan saat berada di sawah. Tetapi karena pintu itu seperti didorong-dorong oleh seseorang, ia akhirnya bangun juga. Ia tak langsung berdiri. Sembari mengusap-usap kedua matanya, diambilnya  lampu senter yang selalu ditaruh di bawah bantal. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu belakang. Tanpa pikir panjang, dibukanya pintu. Sementara isterinya, Poni, dan seorang anak perempuannya, Yani  yang berumur lima belas tahun, tetap tidur nyenyak. Setelah pintu terbuka, ia keluar rumah. Dengan hati-hati ia melihat ke kanan...

Bukan Halusinasi ( Bag. 4 )

Malam ke empat. Suto memutuskan tidak akan tidur semalaman. Ia menyiapkan satu bungkus rokok kretek dan kopi panas untuk menemani bergadang. Ia berharap kejadian kemarin yang terus menghantui pikirannya tidak akan terulang lagi. Namun ketika ia terus membayangkan sesuatu yang ditakuti, pikirannya justru makin tegang. Tengah malam. Saat Suto mengisap rokok sambil sesekali minum kopi yang sudah mulai dingin, mendadak pikirannya seperti melayang. Dalam kondisi setengah sadar, ia mendengar lagi ketukan di pintu belakang. Ia mengucek-ngucek matanya dan memasang telinga, memastikan datangnya suara. Namun kali ini, ia memutuskan untuk tidak menggubris suara tersebut. Ia sempat menghitung, suara ketukan di malam itu sampai sembilan kali. Ia tetap duduk di kamar tidur, sambil terus merokok. Sayup-sayup ia masih mendengar suara ketukan itu, tapi dibiarkan. Aneh, suara itu menghilang dengan sendirinya. Suto pun lega. Akhirnya tertidur. *** Setelah ia mengambil keputusan ...

Bukan Halusinasi ( Bag. 7 )

Sesuai rencana, Guritno bersama perangkatnya mendatangi rumah Suto. Melihat kedatangan Guritno, puluhan warga yang berkerumun berebut menyalami Kepala Desa yang simpatik ini. Beberapa orang dari luar desa yang belum mengenalnya juga mendekat Guritno. “Selamat Siang, Pak Lurah..” beberapa orang menyapa. “Selamat Siang. Gimana kabarnya. Sehat semua kan?” Sapa Guritno. “ Nggih,  Pak Lurah…” Guritno langsung menuju lokasi sumur tua milik Suto . Ia segera me lo ngok ke dalam sumur seperti yang dilakukan warga. Ia berkali-kali melongok ke lubang sumur yang berkedalaman 15 meter. Sesaat kemudian, ia melihat ke sekeliling, mengamati puluhan rumpun pohon bambu yang tumbuh subur di pekarangan Suto . Beberapa orang yang menyaksikan gerak gerik Kepala Desa itu saling berpandangan dan berbisik satu sama lain. Mereka menerka apa yang akan dilakukan pemimpin desa itu. Diantara mereka ada yang memberanikan diri bertanya dan usul kepada Guritno. “Bagaimana, Pak. Apa b...

BERKEMBANG BERSAMA ODOP

Puluhan tahun dalam perjalanan hidup ini, saya isi dengan banyak membaca buku, baik di toko, di perpustakaan maupun milik sendiri. Disamping buku, bacaan berupa koran, majalah dan media online menjadi menu konsumsi hidup saya. Mungkin sudah ratusan judul buku saya baca hingga tuntas. Namun lebih banyak buku yang saya baca tidak pernah selesai. Dengan membaca aneka buku, saya menemukan banyak ilmu dan hikmah yang amat berguna dalam menjalani hidup ini. Seperti ungkapan Samuel Johnson, “Buku mengajarkan kepada kita, bagaimana menikmati hidup dan bagaimana memikul bebannya.” Setelah hidup ini saya jalani dengan aktivitas banyak membaca, saya kemudian punya keinginan untuk menjadi penulis. Pertimbangannya, jika hanya sekedar sebagai pembaca, manfaat yang saya peroleh lebih banyak untuk diri sendiri. Tapi   jika menjadi penulis, insya Allah manfaatnya bisa dinikmati untuk banyak orang. Sadar bahwa menjadi penulis itu tidak mudah, sayapun mulai berusaha keras untuk membe...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...