Skip to main content

Posts

Infaq Jalan Berkah di Tengah Musibah Bencana

khutbah 1 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نبينا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ،   قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُ...

7 Kemuliaan Bagi Orang Yang Memaafkan

"Agar dapat memahami makna memaafkan .  Kita perlu merenungkan situasi hidup tanpa memaafkan." Menurut Ihab bin Fathi ‘Asyur (2012), hidup tanpa memaafkan akan melanggengkan derita psikis yang berawal dari sikap permusuhan dan keinginan mengalahkan. Biasanya sikap dan keinginan tersebut – tanpa disadari – berlatar belakang amarah, yakni suatu emosi yang menghabiskan energi mental dalam tekanan jiwa yang tak pernah berhenti. Kita terkungkung dalam penjara keinginan untuk balas dendam. Dengan dendam sebagai motif psikis, kita menginginkan orang yang bersalah kepada kita tersebut menderita. Dendam adalah  keadilan  instinctual  (naluriah) yang mencuat dari alam bawah sadar. Derita menghendaki derita atas nama keadilan  instinctual . Akibatnya kita terikat rantai dan berbalut kekerasan yang tidak pernah putus. Karena itu rantai derita ini harus diputus dengan sikap memaafkan. Memaafkan merupakan bagian dari ketulusan hati dalam menjalankan perintah Allah. Ada tujuh ...

Belajar Menikmati Ujian Hidup

  Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah mengaruniakan kepada kita beragam nikmat dalam hidup kita. Meskipun banyak di antara nikmat itu yang seringkali tidak kita sadari kehadirannya. Termasuk di antaranya nikmat dalam bentuk ujian dan musibah yang ditakdirkanNya dalam kehidupan kita. Hidup kita yang singkat ini tidak mungkin akan terlepas dari rangkaian ujian dan musibah. Mengapa? Karena tabiat dan karakter kehidupan dunia ini memang seperti itu adanya. Dunia adalah Darul Ibtila’, sebuah negeri dimana ujian dan musibah silih berganti kehadirannya. Apalagi jika kita telah memilih komitmen untuk beriman kepada Allah dan RasulNya. Allah SWT mengatakan: أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ * وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan menyatakan: ‘Kami telah beriman’, padahal mereka belum diuji? Sungguh, ...

Aku Ingin Seorang Teman

 - Puisi Karya Eka Budianta -  Aku ingin seorang teman. Yang senyumnya bertahan dalam gemuruh kota dan sunyi desa. Aku ingin seorang teman,  yang tidak putus asa di musim kemarau dan tidak sombong di musim hujan. Aku ingin seorang teman, yang nafasnya tetap teratur dalam keributan dan keheningan. Aku ingin seorang teman, yang bisa memisahkan urusan pribadi dan kepentingan banyak orang. Kalau boleh aku ingin seorang teman... Yang tetap berpikir jernih di dalam keruhnya zaman. Yang sanggup mendengar pujian maupun ejekan. Yang tetap punya harapan pada saat orang lain ketakutan. Yang tetap bersih dan sehat pada saat semua jadi jorok dan sakit-sakitan. Tapi aku tahu semua teman bisa pergi. Untuk sementara atau selamanya. Seorang teman bisa berkelit, Bisa jadi pikun atau pura-pura lupa. Sementara aku sendiri juga bisa mati Sebelum rumah persahabatan Selesai kubangun untuknya. Karena itu aku ingin seorang teman Yang bersedia tinggal di hati kecilku dan memberiku ruang di dalam...