Skip to main content

Posts

Berenang, Hati Senang Stress Hilang

Akhir pekan ini, setelah absen beberapa minggu, saya sempatkan lagi untuk berenang.   Di sore yang cerah, saya menuju salah satu kolang renang di kota Sragen untuk menceburkan diri ke dalam air yang dingin.   Ya, setelah penat dan kuyu   karena terjejali aneka kerjaan dan masalah, berenang menjadi salah satu cara terbaik menyegarkan kembali badan, pikiran dan hati. Suda h puluhan tahun, saya jalani olah raga berenang karena bermanfaat menghilangkan stress. Secara psikologis, berenang dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks.   Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatan hormon endorphin dalam otak, sehingga suasana hati menjadi lebih tenang dan nyaman.  Bersentuhan dengan air pun membuat tubuh lebih sejuk sehingga mempengaruhi suasana hati dan pikiran lebih adem, dan badan yang terasa gerah pun sirna. Olahraga berenang juga dapat melatih pernafasan dan memperkuat nafas. Berenang membutuhkan pernafasan yang kuat...

Silaturahmi, Menciptakan Hidup Sehat

Ini catatan tercecer saat saya mengikuti ceramah Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Abdul Mukti, M.Ed di Sragen beberapa waktu lalu. Daripada hanya tersimpan di catatan pribadi, saya ‘share’ semoga bermanfaat. Menurut Abdul Mukti, manusia itu secara fitrah, dititahkan oleh Allah menjadi makhluk sosial. Artinya, hidupnya tidak bisa dipisahkan dengan orang lain. Mereka tidak bisa hidup tanpa orang lain. Dalam konteks ini, ada tiga dimensi yang perlu kita perhatikan. Pertama , manusia harus hidup bermasyarakat. Kedua , hidup kita tergantung kepada orang lain. Seberapa baik hubungan (komunikasi) kita dengan orang lain, akan menentukan tingkat keberhasilan kita. Ketiga , kita perlu membangun silaturahmi dengan orang lain. Silaturahmi memiliki dua akar kata, yaitu silah yang artinya menyambung yang putus, dan arrohim yang berarti kasih sayang. Silaturahmi juga bermakna habl   (hubungan) kabel/cable, dan tali. Silaturahmi dapat pula diartikan mengurai benang ya...

Indahnya Kumpul Keluarga Ndeso

Meski hanya sekedar “kumpul-kumpul”, namun manfaatnya begitu besar. Inilah yang kami lakukan, pertemuan rutin “selapanan” (35 hari) yang dikemas dalam kegiatan “Arisan Paguyuban Keluarga Pawiro Sarono” Sragen.   Kegiatan ini menjadi sarana “temu kerluarga besar” wong ndeso yang tersebar di berbagai tempat. Temu keluarga, apalagi bisa berkumpul dalam jumlah banyak, adalah pekerjaan berat jika tidak diusahakan dengan sungguh-sungguh dan niat ikhlas. Puluhan keluarga (suami isteri dan anak-anak) bisa kumpul bareng secara rutin, sungguh luar biasa. Kami bisa berbagi rasa dan cerita serta tukar informasi. Celotehan, guyon, dan omongan bebas khas orang desa yang mengemuka saat bertemu, menjadi sesuatu yang sangat indah untuk dinikmati. Paguyuban ini berangkat dari ide sederhana. Awalnya, ada saudara yang berinisiatif untuk mempertemukan “putra wayah” (anak turun) Eyang Pawiro Sarono, agar kelak tidak mengalami putus hubungan keluarga. Dengan cara ini, anak turun kita tida...

Kemarau Basah, Antara Musibah dan Berkah

Sejak bulan Mei lalu, Indonesia mestinya mengalami musim kemarau, yang identik dengan musim kering dengan intensitas hujan yang relatif rendah, atau cuaca panas. Namun kenyataannya, sampai bulan Agustus hingga Oktober ini, hujan masih mengguyur di sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan di beberapa wilayah Indonesia terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang menimbulkan musibah bencana banjir, tanah longsor dan pohon-pohon tumbang. Masih tingginya intensitas hujan yang terjadi di musim kemarau sering disebut sebagai “kemarau basah”. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberapa bulan lalu memperkirakan, berdasarkan pengamatan 50 tahun terakhir, pasca terjadinya El Nino akan diikuti La Nina. BMKG menyebut tahun 2016 sebagai kemarau basah, karena hanya 26 persen wilayah Indonesia yang benar-benar merasakan musim kemarau. La Nina merupakan fenomena mendinginnya suhu muka laut di Samudera Pasifik area khatulistiwa, yang mendorong bertambahnya ...

Tetesan Darah Ke 89 Untuk Kemanusiaan

Kamis, 6 Oktober 2016. Melalui jarum dan selang, darah segar itu terus mengalir dari tubuhku, hingga memenuhi kantong yang ke 89.  Di sepanjang perjalanan hidupku, Allah telah mengaruniakan nikmat kesehatan jasmani dan rokhani. Sebagai wujud syukur, sebagian nikmat itu kusumbangkan untuk kemanusiaan dengan menjadi donor darah sukarela.  Dalam rentang waktu 34 tahun, hari ini aku mendonorkan darah yang ke 89. Darah adalah salah satu cairan yang sangat vital didalam tubuh manusia. Dalam beberapa referensi disebutkan, darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah Ketika seseorang, karena sakit atau kecela...

To Day Is Unique Day

Hari ini, saya menerima kiriman dua gambar di group WA. Satu bertitel “To Day Is Unique Day” dengan deretan angka dibawahnya : 6102016. To Day Is Unique Day 6102016 Yang satu tertulis : Today is an auspicious day 6-10-2016 6102016 Right to left and Left to Right numbers are same Ya. Mungkin maknanya, hari ini, Kamis, tanggal 6 Oktober 2016, kalau ditulis 6/10/2016. Jika dihilangkan garing miringnya, menjadi 6102016. Dibaca dari kanan ke kiri atau dari kiri ke kanan, nomornya sama : 6102016. Terlihat unik kan? Keunikan angka atau nomor ini tentunya hanya ditemukan oleh orang yang kreatif. Sebagian orang menyebutnya sebagai tanggal cantik. Sebagian lagi mungkin dengan penafsiran yang aneh-aneh atau bisa juga berbau mistis. Terserahlah.. Tapi bagi tetanggaku, orang Jawa, hal seperti itu adalah “Othak Athik Gathuk”. Artinya, kejadian, barang atau nama apapun bisa dikait-kaitkan atau ditemukan dengan hal-hal yang unik, yang luar biasa. Tapi ...

Dian, Pelatih Tari Asal Sragen Calon Pemuda Pelopor Tingkat Nasional

Dian Dian Sukma Puspita Sari, gadis asal Sragen berhasil terpilih sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2016 untuk bidang Sosial Budaya, Pariwisata dan Bela Negara. Kini, Dian mewakili provinsi Jawa Tengah mengikuti seleksi pemuda pelopor ke tingkat nasional. Tim penilai tingkat nasional dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Nur Jati Setiawan, didampingi tim dari Dikpora Provinsi Jateng, Bachtiar, telah terjun ke Sragen untuk mengadakan fact finding , pengamatan dan penilaian langsung terhadap aktivitas Dian. Penilaian dilakukan di pendopo kantor Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Sragen,   Kamis (29/9/2016). Dian menerima tim nasional  Selain Dian, dua orang pemuda pelopor Jawa Tengah asal Kabupaten Banyumas juga berhasil lolos ke tingkat nasional. Mereka adalah Aziz Masruri pemuda pelopor bidang pangan dan Luman Hakim untuk bidang pendidikan.   Apa sih kelebihan Dian, sehingga bisa menorehkan prestasi sebag...