Skip to main content

Posts

Showing posts with the label opini

Teliti Kabar Sebelum Kau Sebar

Setiap hari kita dihujani dengan beragam informasi. Hanya dengan sentuhan ujung jari, dalam hitungan detik kita dapat mengakses ribuan informasi yang berasal dari penjuru dunia. Dari sekian banyak informasi itu ada yang isinya dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat, namun tak sedikit pula yang belum jelas kebenarannya bahkan bohong doang (hoax) . Berita hoax kini hampir tiap detik menyebar melalui berbagai media online, situs, facebook, twitter, WhatsApp (WA) dan lain-lain. Gegara hoax timbul pertikaian antar saudara anak bangsa. Mereka saling menghujat dan caci maki akibat informasi tanpa bukti. Berita bohong itu menyangkut berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk kehormatan seseorang. Akibat berita bohong, sebuah rumah tangga bisa retak, suasana damai di tengah masyarakat menjadi rusak. Yang lebih parah dan mengerikan, akibat adanya berita yang tidak jelas bisa menimbulkan pertikaian, atau konflik berdarah, baik antar individu maupun kelompok. Sungguh memprih...

Ancaman Nyata Masa Depan Indonesia

Penyelundupan 1 ton sabu digagalkan (foto: detikcom) Berita tentang penyelundupan 1 ton sabu asal China yang berhasil digagalkan Tim gabungan Badan Narkotka Nasional (BNN), Ditresnakroba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok, Kamis (13/7) membuat miris mengenai ancaman nyata bagi masa depan bangsa kita. Apalagi dalam berita yang menjadi headline beberapa media nasional itu disebutkan, sabu seberat 1 ton senilai Rp.1,5 Trilyun asal Cina yang dibawa oleh jaringan Warga Negara (WN) Taiwan tersebut rencananya akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya. Bayangkan, kalau sampai sabu seberat 1 ton itu berhasil disebar ke seluruh penjuru nusantara, jutaan manusia Indonesia akan menjadi korban keganasan narkoba. Makanya tidak berlebihan jika Menko Polhukam Wiranto menyebut keberhasilan polisi menggalkan penyelundupan sabu itu membuat 5 juta orang Indonesia terselamatkan dari ancaman narkoba. Wiranto menyatakan, satu gram sabu bisa membuat lima orang terjerat narkotika. Dia mengap...

Indonesia Darurat Narkoba

tv.liputan6.com Dalam beberapa hari ini, media nasional dipenuhi pemberitaan tentang tertangkapnya Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1408/BS Makassar, Sulawesi Selatan, Kolonel Inf Jefri Oktavian Rotty beserta enam rekannya, saat pesta Sabu-Sabu (SS – salah satu jenis narkoba) di sebuah hotel di Makassar. Penangkapan dilakukan oleh aparat gabungan TNI yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam VII/Wirabuana, Brigjen TNI Supartodi bersama anggota Denpom VII/Wirabuana yang melakukan penggerebekan,   Rabu (6/4/2016) dini hari. Selain Jefri, Letkol Budi Imam Santoso yang menjabat Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Kodam VII/Wirabuana juga ditangkap dalam pesta SS. Penangkapan oknum TNI yang melakukan pesta narkoba (nyabu) tersebut sungguh menyedihkan dan menambah panjang daftar oknum aparat pejabat di Indonesia yang diringkus petugas karena penyalahgunaan narkoba (narkotika  dan obat/bahan berbahaya ) . Hampir seluruh lapisan masyarakat, teruta...