Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Renungan

Rumah Menjadi Sekolah

Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2020 kita lalui dalam suasana duka akibat musibah wabah Virus Corona. Sebagian besar fasilitas umum tak terkecuali gedung sekolah sudah dua bulan ditutup rapat sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus yang menjadi pandemi global ini. Tagar #JagaKebersihan #PakaiMasker #JagaJarak dan #DirumahAja menjadi menu harian. Menjadi mantra yang terus terucap. Akibat Corona, kini, rumah menjadi sekolah bagi semua orang. 

Refleksi Diri Tahun 2018

Ketika menulis catatan ini, dalam hitungan menit, tahun 2018 akan segera lenyap dan tidak akan kembali, selanjutnya berganti dengan tahun 2019. Dalam perenungan   refleksi diri, saya ingin menyampaikan tiga hal. Pertama , ungkapan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , Sang Penguasa Jagat Raya. Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin . Segala Puji hanya kepada Allah, Tuhan Penguasa Alam. Syukur atas bimbingan, pertolongan dan perlindungan-Nya sehingga saya bisa menjalani hidup dan merasakan keselamatan dan kenyamanan. Syukur karena Allah masih memberikan kesadaran untuk menjadi orang yang beragama Islam dan beriman sehingga hidup ini lebih bermanfaat, bermakna dan punya harapan. Syukur atas segala nikmat dan anugerah Allah yang telah mengaruniakan hidup, kesehatan, dan semua fasilitas kehidupan tanpa batas.  Manusia tak bisa menghitung segala nikmat Allah, baik yang terlihat maupun   tersembunyi, yang bisa dirasakan ataupun mengalir otomatis. Dan masih b...

Empan Papan

Ungkapan dalam bahasa Jawa "Empan Papan" menggambarkan sikap orang yang tahu menempatkan diri dimana dia berada dan mengerti apa yang seharusnya dilakukan sesuai kapasitasnya. Dia tidak egois, tidak sombong, tidak banyak bertingkah, dan tidak memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Dia juga mau menghormati dan memahami orang lain yang berbeda dengan dirinya. (Mari belajar bersikap empan papan, agar kita bisa menikmati hidup dengan nyaman, dan orang lain juga merasa nyaman dengan kita. Dalam situasi apapun) Orang yang memiliki sikap empan papan menunjukkan sebagai pribadi yang berkualitas.

Hanya Soal Waktu

Saat kita masih dalam perjalanan Jaga keseimbangan dan pertahanan Meski banyak lubang dan rintangan Terus melaju sampai tujuan Ketika berada pada gelapnya malam Ikuti saja detik dan menit yang terus berjalan Di ujung lorong waktu sana Cahaya terang pasti datang Kala kepahitan hidup terus menekan Hadapi kenyataan dengan lapang dada Tetap semangat penuh asa Allah sudah sediakan jalan terbaik-Nya Jika kita diejek dan dihina Tak perlu marah dan kecewa Pasti ada hikmah dibaliknya Antarkan kita ke derajat mulia Saat sakit menyerang badan Nikmati dengan kesabaran dan keikhlasan Setel erangan jadi dzikir kepasrahan Beban berat pun terasa ringan Semua hanya soal waktu Suparto #TetapSemangat #TerusBerkarya

Berubah Di Tahun Baru Hijriyah

Ada ungkapan berbunyi, "perubahan belum tentu membawa perbaikan. Tetapi untuk menjadi baik, kita harus melakukan perubahan." Ungkapan tersebut sangat pas jika dikaitkan dengan momen umat Islam menyambut Tahun Baru Hijriyah. Dalam konteks sejarah, syariat,  filosofi maupun semangat perjuangan, tahun baru Hijriyah memberikan banyak pesan makna perubahan. Perubahan dari kondisi dan situasi yang tidak kondusif menuju era baru penuh harapan. Dari perilaku berlumur dosa menjadi manusia dengan akhlak yang mulia. Berubah dari kebiasaan buruk dan stagnan kepada semangat hidup yang produktif. Dan masih banyak lagi, yang intinya perubahan kearah yang lebih baik. Nabi Muhammad SAW berpesan, "barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin, dia mendapat keberuntungan. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin, dia termasuk rugi. Barangsiapa siapa yang hari ini lebih jelek daripada kemarin, dia menjadi orang yang celaka." Itulah substansi menyambut tahun baru ...

Musibah Yang Tidak Hanya Menimpa Orang Dzalim

Gempa bumi di pulau Lombok telah menewaskan ratusan orang, menghancurkan ribuan rumah penduduk, bangunan, infrastruktur dan ratusan masjid. Gempa yang berlangsung hingga ribuan kali tersebut disamping menggerakkan rasa keprihatinan dan solidaritas seluruh anak negeri, juga memunculkan pertanyaan yang menyentuh moral kita. Pertanyaan dalam hati, apa gerangan yang menyebabkan Allah begitu keras menegur saudara-saudara kita di Lombok? Hari ini, banyak cerita beredar di media sosial dan grup WhatsApp tentang beragam kemaksiatan di wilayah pulau Lombok yang selama ini tidak terekspos keluar. Cerita itu tentunya bukan bermaksud untuk mengumbar kejelekan orang lain atau saling menyalahkan, tapi menjadi peringatan dan pelajaran kita bersama. Konon ada pantai namanya pantai Syurga, yang masuk kesitu harus dengan syarat maaf..topless.. alias tanpa busana...telanjang. Ada sebuah bukit wisata...setiap akhir pekan banyak muda mudi berkemah dengan ceria. Setiap  kali dibersihan......

Doa Untuk Indonesiaku

Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdulillahi rabbil'aalamin Allahumma shalli 'ala Muhammad Wa'ala alihi wa shahbihi ajma'in Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang Dengan segala kerendahan hati  Kami seluruh bangsa Indonesia Mengungkapkan rasa syukur atas segala Rahmat dan nikmat-Mu Sehingga malam ini  kami bisa berkumpul bersama  Dalam acara Tirakatan 73 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ya Allah Tuhan Yang Maha Kuasa Berkahilah kegiatan ini  Agar kami bisa menjadikan momen untuk merekatkan Rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami Jauhkanlah bangsa kami Dari perselisihan dan perpecahan  Yang akan melemahkan dan merusak  Sendi kehidupan negara kami Limpahkan kepada kami Kesejahteraan dan kedamaian lahir batin Karuniai kami kekuatan dan kemauan Agar kami mampu menymenyelesaikan segala tugas dan kewajiban demi kejayaan negara kami Ya Allah Tuhan Maha Pengampun Ampunilah dosa-dosa kami Dosa orangtua kami  Dosa p...

Mengapa Harus Berselisih

*RUGINYA ORANG BERSELISIH* 1. Kalau berselisih dengan pelanggan... walaupun kita menang... Pelanggan tetap akan lari... 2. Kalau berselisih dengan rekan sekerja... Walaupun kita menang... Tiada lagi semangat bekerja dalam tim... 3. Kalau berselisih dengan boss... Walaupun kita menang... Tiada lagi masa depan di tempat itu... 4. Kalau berselisih dengan keluarga... Walaupun kita menang... Hubungan kekeluargaan akan renggang... 5. Kalau berselisih dengan teman... Walaupun kita menang... Yang pasti kita akan kekurangan teman... 6. Kalau berselisih dengan pasangan... Walaupun kita menang... Perasaan sayang pasti akan berkurang... 7. Kalau berselisih dengan siapapun... Walaupun kita menang... Pada prinsipnya kita kalah... Yang menang, hanya EGO DIRI SENDIRI Yang tinggi dan naik adalah EMOSI...... Yang jatuh adalah CITRA dan JATI DIRI KITA SENDIRI..... Tidak ada artinya kita menang dalam perselisihan... Apabila menerima teguran, tidak usah terus melenting at...

Kartini di Bumi Sukowati Bicara Emansipasi

dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati Tanggal 21 April di peringati sebagai Hari Kartini, untuk mengenang salah satu pejuang emansipasi wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini, yang lahir 139 tahun lalu. Meski hanya dikaruniai umur yang sangat singkat, 25 tahun, namun pemikiran cemerlang dan kiprah  RA. Kartini untuk memajukan kaum wanita di negeri ini tetap abadi. Kini, setelah 139 tahun berlalu, mimpi dan perjuangan Kartini tentang emansipasi mampu mendorong kemajuan wanita di berbagai bidang yang bisa dirasakan banyak pihak. Semangat Kartini pun tetap menyala dan menginspirasi generasi Kartini-Kartini untuk meraih mimpi. Berikut sekilas ungkapan Kartini-Kartini masa kini di Kabupaten Sragen, Bumi Sukowati. dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen) Mbak Yuni, sapaan Bupati Sragen ini merasa bangga dengan kemajuan kaum wanita masa kini. Sebagai perempuan pertama yang menjabat Bupati dalam sejarah pemerintahan di Kabupaten Sragen, Mbak Yuni bisa dianggap sim...

KARENA KITA BUTUH ALLAH, MAKA ….

Di dalam Al-Qur’an, surat Adz-Dzariyat [51] : 56, Allah swt. berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”  Beribadah, dengan demikian, merupakan misi kehidupan umat manusia (M. Anis Matta, 2006). Ibadah, secara harfiah, adalah ketundukan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Maka, makna yang paling hakiki dari ibadah adalah menjadikan semua gerak kita, baik gerak fisik maupun gerak jiwa dan pikiran, senantiasa mengarah kepada apa yang dicintai dan diridlai oleh Allah swt. Kemudian, dalam makna itu, ibadah mencakup seluruh gerak, dalam segenap ruang dan waktu kehidupan kita. Hasilnya, seluruh pikiran, perasaan, ucapan, dan tindakan, baik ketika kita hanya berhubungan dengan Allah ( ibadah mahdhah ) maupun ketika berhubungan dengan sesama manusia dan lingkungan ( ibadah ghairu mahdhah ), semuanya hanya bergerak menuju satu titik : Allah swt.  Begitulah akhirnya, kita berikrar dengan sadar, “Katakan...

Refleksi Tahun 2017 (Part 7)

Resolusi Keenam : Melaksanakan Tugas/Kewajiban Lebih Disiplin/Tertib Banyak tugas, kewajiban, amanah dan peran yang harus saya jalankan sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga. Hal ini memerlukan perencanaan matang dan penjadwalan secara ketat agar efisien dan efektif. Terutama untuk tiga bidang atau lingkungan, yakni di lingkup kedinasan, organisasi dan lingkungan keluarga. Lingkungan Kedinasan Alhamdulillah, dengan segala kekurangan yang ada, bisa melaksanakan tugas sebagai anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Buana Asri milik Pemerintah Kabupaten Sragen hingga akhir tahun 2017 dari masa kerja lima tahun sejak awal 2013. Selama masa kerja lima tahun, banyak hal bisa saya lakukan untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kinerja radio. Beberapa prestasi diraih, dan keberadaan dan kiprah LPPL Radio Buana Asri makin diperhitungkan oleh seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sragen. Setelah berakhirnya masa tugas, karena m...

Refleksi Tahun 2017 (Part 6)

Resolusi Kelima : Menyusun Naskah Panduan Pelatihan Jurnalistik Pengalaman menjadi kontributor freelance di website Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, di awal tahun saya berniat berbagi ilmu dan memberikan pelatihan bagi karyawan Pemkab maupun kelompok lain yang membutuhkan.  Beberapa kali saya dihubungi salah seorang pejabat Pemkab Sragen untuk memberikan materi kepenulisan praktis, terutama jurnalistik ringan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN, dulu bernama Pegawai Negeri Sipil/PNS).  "Teman-teman ASN itu kalau diminta membuat tulisan tentang kegiatan di lingkungan kerjanya, nggak  pernah beres.  Makanya mereka perlu dilatih," katanya.   Saya menyambut dengan senang hati permintaan pejabat tersebut. Saya sudah menyangupi, tapi belum terealisasi karena beberapa kendala, baik waktu maupun teknis.  Di tengah situasi ketidakpastian kapan bisa memberikan pelatihan tersebut, dalam rentang waktu enam bulan di tahun 2017 saya mendapat tawaran...

Refleksi Tahun 2017 (Part 5)

Resolusi Keempat : Membaca Buku-Buku Koleksi Pribadi Yang Belum Tuntas Kegemaran saya berburu buku untuk memenuhi minat baca, kadang menciptakan kondisi yang ironis. Banyak buku yang saya beli sekian tahun, tapi belum juga tuntas terbaca. Bahkan ada beberapa buku yang masih utuh terbungkus plastik, alias belum tersentuh untuk dibaca.  Sebagai salah satu sumber informasi, sumber ilmu, sumber inspirasi dan memacu motivasi. kalau sampai dibiarkan dan terabaikan, sunggguh terlalu. Itulah yang membuat saya tergugah untuk menuliskan salah satu Resolusi 2017 adalah menuntaskan baca buku-buku tersebut.  Tapi apa daya, hingga empat bulan berjalan, keinginan itu tinggal keinginan. Belum ada progres berarti. Ditengah kegaulan itu, tak disangka ada program menantang yang dicanangkan oleh Group One Day One Post (ODOP). Namanya Reading Challenge Odop (RCO).  Program RCO ini mewajibkan setiap anggota peserta untuk membaca tiap hari dan melaporkan berapa jumlah halaman yang dib...

Refleksi Tahun 2017 (Part 4)

Resolusi Ketiga : Memosting Tulisan di Blog Minimal 300 Kali Ketika menulis Piagam Resolusi 2017, dengan yakin saya menyatakan : pengalaman menulis di Blog pribadi tahun 2016 yang mencapai 233 postingan, tidak terlalu sulit untuk menaikkan target menjadi minimal 300 di tahun 2017.  Tetapi bagaimana hasilnya ? Sampai akhir Desember 2017, saya hanya bisa memenuhi Blog dengan 222 postingan. Meski turun dari tahun 2016 yang mencapai 233 postingan dan tidak mencapai target 300, saya masih bersyukur karena semangat menulis tetap terjaga.  Ada yang lebih menggembirakan saya. Seperti kata Founder ODOP, Bang Syaiha, "...teruslah menulis, karena tulisanmu akan menemukan jodohnya." Maknanya, tulisan kita akan suatu saat akan mengantarkan jalan kepada identitas diri sebagai seorang penulis yang memberikan manfaaf bagi orang lain.   Betul. Dalam empat bulan terakhir, saya ketahui melalui Ikhtisar Statistik di Google, Blog saya dibuka atau dikunjungi banyak pembaca. Rata-rata...