Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2020

Buang Jauh Luka Emosional Anda

"Orang bijaksana tidak pernah duduk meratapi kegagalannya, tetapi dengan gembira hati dia mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya."            -Shakespear Ada kejadian, seseorang mengalami kecelakaan yang tidak terlalu berat, mengakibatkan luka fisik pada bagian wajahnya. Akibat luka fisik tersebut membuat dirinya merasa malu, takut bercermin atau berinteraksi dengan orang lain. Dia bahkan menarik diri dari kehidupan masyarakat dan menutup diri.  Padahal, luka fisik itu sebenarnya bisa disembuhkan dan pulih kembali. Luka fisik itu lebih mudah disembuhkan! Bagaimana dengan luka emosional?  Luka  emosional lebih menyakitkan!   Anda tidak dapat melihatnya, tidak  dapat merabanya, tetapi ia dapat membuat perut keroncongan dan hati berdebar. Tidak ada bukti keberadaannya, tapi ia dapat menimbulkan rasa pusing, mual, insomnia, serangan jantung, gangguan pencernaan, bahkan stres dan depresi.  Ia lebih dalam dari luka-luka fisik dan lebih sulit untuk dihi

Keistimewaan Puasa 'Asyura

Hari Sabtu, 29 Agustus 2020 ini bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1442 Hijriyah, umat Islam disunnahkan melaksanakan puasa 'Asyura.  Keistimewaan puasa ‘Asyura, diantaranya adalah; 1- Menghapus dosa satu tahun yang lalu. Rasulullah bersabda: "Puasa ‘Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu." HR.Muslim: 1162 Imam an-Nawawi berkata: “Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar”. Majmu’ Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279 2-Nabi sangat bersemangat untuk berpuasa pada hari itu. Ibnu Abbas berkata: Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari ‘Asyura dan puasa bulan Ramadhan. HR.Bukhari: 2006, Muslim: 1132 3-Hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil. Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa 'Asyura. Nabi bertanya: “Puasa apa

PERSEBARAN COVID-19 DI SRAGEN MENGKHAWATIRKAN

Persebaran Covid-19 di Sragen ternyata masih mengkhawatirkan! 💕 Berikut Update persebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Sragen, per hari ini Rabu, 26 Agustus 2020 pukul 15:00 WIB berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen. 📝Terdapat, penambahan 14 orang terkonfirmasi positif covid-19 : 1. H (L, 52 tahun) Kec. Kedawung. H merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm BAW (Kedawung) 2. WH (P, 37 tahun) Kec. Gemolong. WH merupakan nakes RS Swasta Sragen. Sudah dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo karena post partum (pendarahan pasca melahirkan). 3. S (P, 70 tahun) Kec. Sambirejo. S merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm S (Sambirejo) 4. H (L, 61 tahun) Kec. Sragen. H merupakan nakes RS Swasta Sragen. 5. N (P, 80 tahun) Kec. Sragen. N merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm DPP (Sragen). 6. RJSA (L, 10 tahun) Kec. Sragen. RJSA merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm S (Sragen). 7. AS (P,

HIJRAH

  Momentum menyambut tahun baru hijrah 1442 ini hendaknya kita maknai sebagai sarana untuk melakukan perubahan diri secara maksimal dalam menyempurnakan iman dan ketakwaan kepada Allah. Peralihan tahun harus kita jadikan sebagai momen untuk melihat kembali catatan yang mewarnai perjalanan hidup masa lalu, dengan melakukan renungan atas apa yang telah kita perbuat. Secara filosofis, renungan dan evaluasi untuk melihat catatan perjalanan hidup bukan hanya dilakukan pada saat pergantian tahun, namun harus dilakukan setiap hari, sepanjang hayat. Seperti diungkapkan dalam Qur’an Surat Al-Hasyr [59] : 18 Allah menegaskan, “Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah,dan setiap diri hendaklah selalu melihat apa yang telah dikerjakan untuk hari esuk. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha teliti serta Maha Mendengar.” Saat ini kita perlu mengejawantahkan hijrah dalam konteks yang lebih luas. Makna hijrah dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks kehidupan. Hij

PERINGATAN 75 TAHUN INDONESIA MERDEKA YANG BERBEDA

  Hari ini, 17 Agustus 2020, peringatan 75 Tahun Indonesia Merdeka berlangsung sangat sederhana dan seadanya dalam suasana prihatin. Hal ini karena situasi dan kondisi negeri ini masih belum menentu akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19. Pembatasan sosial berskala besar masa transisi kembali diperpanjang di sejumlah daerah. Para Gubernur, Bupati dan Walikota melarang warganya untuk menggelar perlombaan dan tasyakuran 17 Agustus yang berpotensi memicu kerumunan dan menjadi lokasi penyebaran wabah tersebut. Upacara peringatan detik-detik proklamasi memang tetap digelar oleh pemerintah pusat dan daerah, tetapi dengan suasana yang berbeda. Ada protokol kesehatan ketat yang dilaksanakan dan hanya diikuti oleh peserta terbatas. Sementara pejabat lain dan masyarakat umum dapat mengikuti upacara secara virtual atau saluran TV Nasional. Upacara peringatan proklamasi secara virtual ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19.  Dari berbagai sumber diketahui, Kasus Cov

ISLAM DAN MANUSIA MERDEKA

  Sejak awal kedatangannya, Islam sudah mengajarkan manusia untuk membebaskan dirinya dari segala bentuk pengabdian kepada selain Allah.  Manusia harus merdeka dari penjajahan sesama manusia, baik dari raja, pangeran, sultan, kaisar, guru spiritual, dukun, penguasa, tokoh dan kekasihnya.  Sejak awal kedatangannya, Islam telah mengajarkan manusia hanya mengabdi kepada Allah SWT saja. Dalam Qur'an surat As-Dzaariyaat : 56, Allah berfirman, "Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku." Islam juga mengajarkan manusia membebaskan diri dari penjajahan nafsu angkara murka yang bersemayam di dalam dirinya.  Manusia yang dikuasai nafsu hanya memenuhi haknya sendiri walaupun menabrak hak orang lain. Jika dia mempunyai kekuasaan dan kekuatan, bukan dimanfaatkan untuk membantu orang lain terpenuhi hak-haknya. Tetapi justru dipakai untuk menjajah dan menjarah hak orang lain.  Islam mengajarkan manusia membebaskan dirinya dari penjajahan nafsunya. Rasulu

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'alaikumussalam wr.wb. Wondene menggah keplasing sedya panjenengan ha

ALHAMDULILLAH

Tak ada kata terindah yang pantas terucap selain Alhamdulillahi rabbil 'alamin - segala puji hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam.  Atas rahmat, hidayah, pertolongan, perlindungan, kehendak dan takdir-Nya semata, aku berada di dunia untuk menjalani dan menikmati kehidupan hingga hari ini, 63 tahun, dengan segala suka dan duka.  Ya, Allah. Aku mohon ampun atas dosa-dosaku. Terimalah dan berkahilah semua ibadah dan amal kebaikanku. Berilah aku hidayah, kekuatan dan kesehatan lahir batin agar mampu menjalani kehidupan selanjutnya untuk hal-hal yang lebih baik.  Aamiin.  Suparto 02082020