"Orang bijaksana tidak pernah duduk meratapi kegagalannya, tetapi dengan gembira hati dia mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya." -Shakespear Ada kejadian, seseorang mengalami kecelakaan yang tidak terlalu berat, mengakibatkan luka fisik pada bagian wajahnya. Akibat luka fisik tersebut membuat dirinya merasa malu, takut bercermin atau berinteraksi dengan orang lain. Dia bahkan menarik diri dari kehidupan masyarakat dan menutup diri. Padahal, luka fisik itu sebenarnya bisa disembuhkan dan pulih kembali. Luka fisik itu lebih mudah disembuhkan! Bagaimana dengan luka emosional? Luka emosional lebih menyakitkan! Anda tidak dapat melihatnya, tidak dapat merabanya, tetapi ia dapat membuat perut keroncongan dan hati berdebar. Tidak ada bukti keberadaannya, tapi ia dapat menimbulkan rasa pusing, mual, insomnia, serangan jantung, gangguan pencernaan, bahkan stres dan depresi. Ia lebih dala...
Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah, Segala puji bagi Allah SWT, Dzat Yang Maha Pemurah, yang mengalirkan nikmatnya yang penuh berkah, menuntun langkah kita dengan cahaya taufik dan hidayah. Dialah yang dengan kasih sayang-Nya mempertemukan dan memisahkan kita dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah yang menyejukkan jiwa dan menguatkan raga dalam ibadah. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah dengan indah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sang pembawa cahaya kebenaran, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Pada kesempatan ini, marilah kita tundukkan hati dan meneguhkan langkah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi cahaya yang hidup dalam hati, yang membimbing setiap langkah kita untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semoga dengan ketakwaan itu, hidup kita dipenuhi keberkahan, hati dilapangkan,...