Skip to main content

Tausiah Untuk Calon Temanten


Tujuan pernikahan adalah untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah—menciptakan ketenangan batin, cinta kasih, dan saling menyayangi. Ini menjadi wadah untuk bertumbuh bersama, saling melengkapi, serta memberikan dukungan emosional, spiritual, dan fisik dalam menghadapi lika-liku kehidupan. 

Untuk menggapai tujuan ini banyak hal bisa dilakukan. Diantaranya melalui tiga prinsip. Yaitu prinsip "jalani, nikmati, syukuri."

Prinsip ini bisa menjadi fondasi luar biasa untuk membangun rumah tangga yang bahagia dan penuh berkah. Ketiga langkah ini saling melengkapi untuk menjaga keharmonisan bersama pasangan:

Jalani: Hadapi setiap proses dan fase pernikahan dengan kesabaran. Terima kenyataaon bahwa setiap rumah tangga memiliki dinamika, pasang surut, dan tantangan yang berbeda. 

Jalani (Komitmen & Kesabaran): Pernikahan adalah perjalanan panjang. Komitmen dibutuhkan bukan hanya saat akad, tetapi terus-menerus dalam menyesuaikan diri dengan perubahan pasangan seiring waktu. 

Nikmati: Berdua bersama pasangan, temukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil. Tertawalah bersama, saling mendukung, dan ciptakan kenangan indah dari setiap momen kebersamaan kalian. 

Nikmati (Komunikasi & Kasih Sayang): Ciptakan waktu berkualitas bersama pasangan setiap hari. Hadapi setiap fase kehidupan dengan penerimaan dan kelola emosi dengan positif jika terjadi perbedaan pendapat. 

Syukuri: Fokus pada kelebihan pasangan alih-alih kekurangannya. Rasa syukur akan membuat hati jauh lebih tenang, ikatan pernikahan semakin kuat, dan menghindarkan diri dari kebiasaan membandingkan rumah tangga dengan milik orang lain. 

Syukuri (Penerimaan & Rasa Cukup): Rasa syukur adalah sikap batin yang menumbuhkan penghargaan. Menerima pasangan apa adanya dan fokus pada kebaikan mereka akan menjauhkan diri dari rasa tidak puas

Menjalani pernikahan dengan rasa syukur tidak hanya membawa kebahagiaan batin, tetapi juga menjadi bentuk ibadah untuk menyempurnakan perjalanan hidup berdua

....

Mari kita berdoa untuk Calon Temanten berdua:  Roro WIDYA AYU ANINDITA, dengan Bagus RUDI RAMDANI.

Semoga Allah memberkahi dan meridlai pernikahan keduanya,  menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. 

-Al-Faatihah-


Allahumma shalli 'ala Muhammad. Wa'ala ali Muhammad. Wal-hamdulillaahi rabbil ’aalamiin. Ya arhamar raahimiin. 

Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.

Jadikanlah pernikahan antara

Mbak WIDYA AYU ANINDITA dengan Mas RUDI RAMDANI pernikahan yang penuh barakah.

Menjadi pembuka pintu rahmat bagi kedua mempelai, bagi kedua orang tuanya, yaitu Bapak Djoko Rusdarmadji - Ibu Sri Rejeki. Dan  Almarhum Bp. Kasta – Ibu Baedah serta bagi seluruh keluarganya.

Menjadi penyempurna keimanan dan keislamannya.

Menjadi sarana menempa sabar dan syukur,  serta

Menjadi jalan bagi keduanya menuju cinta-Mu.

Ya Allah, ya Ghaffar. Ampunilah dosa-dosa keduanya, atas kesalahan-kesalahan dalam menuju pelaminan ini. 

Atas kesalahan kepada kedua orangtuanya, dan atas kesalahan-kesalahan yang lainnya.

Sucikanlah hati, luruskan niat dan kuatkan tekad mereka.

Bimbinglah keduanya ke jalan yang Engkau ridhai, dan lindungi mereka dari segala tipu daya setan, agar dapat menapaki kehidupan ini, di jalan-Mu yang lurus.

Ya Allah.

Satukanlah hati kedua Calon mempelai :

Sebagaimana Engkau satukan Adam dan Hawa.

Seperti Engkau jadikan telaga kasih sayang antara Rasulullah Muhammad Saw dan Khadijah al-Kubra.

Sebagaimana Engkau sematkan cinta kasih yang tulus antara Ali bin Abi Thalib dan Fatimah ah-Zahra.

Ya Allah

Jadikanlah keduanya suami Istri yang Saling mencintai di kala dekatnya.

Saling menjaga diri di kala jauhnya. 

Saling menghibur di kala dukanya. 

Saling mengingatkan untuk ketaatannya. Saling mendoakan untuk kebaikannya. 

Serta saling menyempurnakan dalam ibadahnya.

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ 

"Semoga Allah memberkahi keduanya dalam suka dan duka dan semoga Allah mengumpulkan mempelai berdua di dalam kebaikan."

Meningkatkan kualitas keturunan mereka,

menjadikannya pintu Rahmat, sumber ilmu dan hikmah, serta pemberi rasa aman bagi umat. 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَامِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Comments

Popular posts from this blog

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

Tengah Malam Yang Menggoda

Oleh : Suparto Jarum jam menunjuk angka sebelas malam. Aku keluar rumah menuju pertigaan jalan yang biasa dipakai warga untuk  ngepos  saat bertugas ronda. Tetapi kali ini masih sepi. Belum satu pun orang yang muncul.  Bintang  di langit tertutup awan gelap. Sisa-sisa air hujan yang baru saja berhenti masih menetes dari beberapa ranting pohon, berpadu dengan kerlip lampu jalan menimbulkan titik-titik cahaya. Sementara desiran angin yang menggoyang dedauan, ditingkah suara jangkrik dan belalang serta kelelawar terbang berkelebatan, membuat suasana malam kian menusuk hati.   *** Aku sendirian, berdiri mematung di pertigaan jalan, menunggu teman-teman datang. Sembari tengok kanan tengok kiri, mataku menyapu ke seluruh penjuru. Diantara keremangan kerlip lampu jalan, tiba-tiba kulihat seorang perempuan muncul dari gang sebelah. Dengan langkah gontai ia berjalan ke arahku. Aku seperti belum pernah mengenalnya. Umurnya sekitar duapuluhan tahun. Wajahny...

Meluruskan Peran Siti Rahmani “Ini Budi”

Siti Rahmani Rauf. (Sumber foto: Google Image) Informasi atas meninggalnya Siti Rahmani Rauf yang diberitakan sebagai penyusun buku “Ini Budi” pertama kali saya peroleh dari seorang teman melalui WhatsApp (WA) Group flpsoloraya.com, Rabu (11/5/2016) sekitar pukul 14.30. Info itu berbunyi : Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun. Telah wafat tadi malam Selasa10 Mei 2016 pkl. 21.20 WIB Ibu Siti Rahmani Rauf di usia 96 thn. Almarhumah adalah penyusun buku belajar membaca *_"Ini Budi"..._* Beliau adalah pahlawan kita utk bisa membaca dan menulis WA / SMS hari ini. Semoga almarhumah husnul khotimah. Di bawah tulisan tersebut disertakan sebuah foto Siti Rahmani Rauf dengan latarbelakang salah satu karyanya. Tanpa berpikir panjang informasi itu langsung saya sebar melalui WA Group One Day One Post (ODOP)-2. Informasi itu mendapat respon luar biasa dari teman-teman anggota ODOP. Bahkan anggota ODOP asal Bandung, Nychken Gilang Bedy Setiawan, langsung meny...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

Kartini (Bag.3) : Tak Sekedar Berganti Baju

Tanggal 21 April, bagi bangsa Indonesia, terutama kaum wanita, menjadi momen istimewa karena diperingati sebagai Hari Kartini. Tak ketinggalan bagi warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Beberapa sekolahan dan kantor pemerintah, menyelengarakan upacara peringatan hari kelahiran salah satu tokoh wanita Indonesia yang lahir di Jepara ini. Upacara peringatan Hari Kartini ke - 137 tahun 2016 tingkat Kabupaten Sragen berlangsung semarak di halaman kantor Bupati Sragen, Kamis (21/04). Sejak pukul tujuh pagi, ratusan karyawati terlihat anggun mengenakan pakaian kebaya berwarna-warni sudah siap mengikuti upacara. Selain perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), peserta upacara juga berasal dari   organisasi wanita, pramuka, serta siswa. Yang terlihat agak istimewa, upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman ini, semua petugas upacara,   mulai dari perwira dan komandan upacara, komandan peleton, pembaca riwayat Kartini, ajudan inspektur upac...

Orang-Orang Asing Yang Saya Kenal

Dan Thomas (Bagian 1) :  Gara-Gara Tersesat, Ibunya Menemukan Jodoh Oleh : Suparto Februari 2016. Suatu hari di Kantor Bupati . Hati saya berbunga ketika bisa berkenalan dengan seorang warga negara Australia. Pria dari negeri Kanguru ini terlihat ramah saat menerima uluran tangan saya sembari menyebut namanya dengan bahasa Indonesia yang kurang lancar, “Saya Dan Thomas.” Saya pun memperkenalkan diri,   “Saya Suparto. Panggil saja Parto.” Kami berdua kemudian ngobrol santai. Sekitar limabelas menit, kami bertukar informasi tentang beberapa hal.  ***** Oh ya, sebagai orang Ndeso yang tinggal di kota kecil, Sragen,  saya begitu senang setiap kali berjumpa dengan ‘Londo’ (Belanda) – demikian kami sering menyebut warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia. Bagi saya, bisa berkenalan dengan warga asing itu  seperti mendapat durian runtuh . Tidak semua orang bisa mendapat kesempatan langka ini loh . Padahal terus terang,...