Skip to main content

Posts

Showing posts with the label syiar

ISLAM DAN MANUSIA MERDEKA

  Sejak awal kedatangannya, Islam sudah mengajarkan manusia untuk membebaskan dirinya dari segala bentuk pengabdian kepada selain Allah.  Manusia harus merdeka dari penjajahan sesama manusia, baik dari raja, pangeran, sultan, kaisar, guru spiritual, dukun, penguasa, tokoh dan kekasihnya.  Sejak awal kedatangannya, Islam telah mengajarkan manusia hanya mengabdi kepada Allah SWT saja. Dalam Qur'an surat As-Dzaariyaat : 56, Allah berfirman, "Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku." Islam juga mengajarkan manusia membebaskan diri dari penjajahan nafsu angkara murka yang bersemayam di dalam dirinya.  Manusia yang dikuasai nafsu hanya memenuhi haknya sendiri walaupun menabrak hak orang lain. Jika dia mempunyai kekuasaan dan kekuatan, bukan dimanfaatkan untuk membantu orang lain terpenuhi hak-haknya. Tetapi justru dipakai untuk menjajah dan menjarah hak orang lain.  Islam mengajarkan manusia membebaskan dirinya dari penjajahan nafsun...

Idul Adha Di Tengah Pandemi Virus Corona

Di pagi hari nan penuh berkah ini, kita berkumpul untuk melaksanakan shalat Idul Adha. Kita ruku' dan sujud sebagai wujud ketataan kepada Allah Swt. Kita gemakan takbir dan tahmid sebagai pernyataan atas kebesaran dan keagungan-Nya. Takbir yang kita ucapkan bukan sekedar gerak bibir tanpa arti. Tetapi merupakan pengakuan dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa manusia yang beriman. Allah Maha Besar. Allah Maha Agung. Tiada yang patut disembah kecuali hanya Allah. Marilah kita tundukkan kepala dan tengadahkan jiwa di hadapan Allah Yang Maha Besar. Enyahkan sifat angkuh dan congkak yang dapat menjauhkan dari rahmat Allah. Apapun kebesaran yang kita sandang, amat kecil di hadapan Allah. Betapa pun perkasa kita, tak berdaya di hadapan Allah Yang Maha Kuat. Sehebat apapun kekuasaan dan pengaruh kita, tidak ada artinya dalam genggaman Allah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya. Ada dua peristiwa penting dan utama yang dijalani umat Muslim sedunia di Hari Raya...

Ayo Ngaji Ben Uripmu Aji

Ada ungkapan yang membuat hidup saya, insyaallah, tetap semangat dan terus berkarya. Ungkapan dalam bahasa Jawa itu berbunyi, "Ayo ngaji, ben uripmu aji." Makna ungkapan itu intinya ajakan untuk terus belajar agar hidup kita bermanfaat. Hidup tidak sekadar hidup tetapi hidup yang memiliki arti dan bermartabat. Ungkapan itu yang terus saya jadikan motivasi agar tidak kehilangan semangat ketika harus mengikuti berbagai kegiatan ngaji. Sebagai muslim, ngaji merupakan kewajiban selama hayat. Namun dibalik kewajiban ini terdapat begitu banyak hikmah dan manfaat. Diantaranya untuk menyempurnakan ibadah, menjadi penunjuk hidup dan memperluas pengetahuan dalam berbagai bidang. Berikut beberapa kegiatan ngaji rutin yang saya ikuti. 1. Kajian PRM tiap Jumat malam pukul 20.00-21.00 2. Kajian setiap Kamis malam habis shalat Magrib hingga menjelang Isya bertempat di masjid. 3. Tadarus Al-Qur'an setiap Rabu malam pukul 20.00-22.00 ...

Kompleksitas Zaman Milenial

Ketika Informasi Hoax Menjadi Viral Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1439, Rabu (22/8/2018) di lapangan Plumbungan, Karangmalang, Sragen, diikuti ribuan jamaah. Shalat Idul Adha diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) bekerjasama dengan Takmir Masjid Juanda Plumbungan. Yang menjadi imam sekaligus khatib adalah H. Fuad Mulyadi Nazir, M.Pd, Ketua Majlis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sragen. Dalam khutbahnya Fuad menyampaikan pesan moral dibalik pesatnya perkembangan teknologi informasi. Awalnya Fuad mengungkapkan kisah tentang ketaatan Nabi Ibrahim yang fenomenal. "Ibrahim memberikan teladan tentang pengabdian sejatinya yang hanya kepada Allah. Dengan sikap ini, seberat apapun kalau itu dari Allah, maka akan dilaksanakan dengan ikhlas," kata Fuad. "Kini kita berada pada zaman now... jaman milenial. Jaman yang telah menguak kebenaran ilmiah Al-Qur'an. Yang semestinya semakin menguatkan keyakinan dan aqidah umat Islam s...

Presiden Jokowi Hadiri Khataman Al-Qur'an di Ponpes An-Najah Sragen

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menghadiri acara Khataman Al-Qur'an dan Haul di Pondok pesantren An Najah Gondang, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu malam (14/7/2018). Jokowi terlihat mengenakan jas hitam, peci hitam dan sarung biru. Presiden disambut dengan iringan selawat oleh kelompok hadrah Ponpes An-Najah pimpinan KH. Minanul Aziz. . Jokowi hadir bersama Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Tampak juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

GERHANA DAN GAIRAH BERIBADAH

Rabu malam (31/1/2018). Meski hujan deras mengguyur bumi sejak sore hari, namun tak menyurutkan semangat ratusan umat Islam datang ke Masjid At-Taqwa Plumbungan Indah, Karangmalang, Sragen.  Pukul 19.30 WIB usai melaksanakan shalat Isya' mereka tak segera pulang, tetapi dengan tenang menyimak penjelasan Takmir Masjid tentang peristiwa terjadinya Gerhana Bulan dan anjuran Shalat Khusuf beserta tatacaranya. Ketika waktu  mendekati p ukul 20.00 mereka pun berdiri untuk menunaikan Shalat Gerhana Bulan dengan Imam dan Khatib, Ustadz Ali Basyarudin, M.Ag.  Apa yang terlihat dalam suasana di sebuah kampung, Perumahan Plumbungan Indah Sragen di atas, menggambarkan betapa melalui peristiwa fenomena alam Gerhana Bulan, mampu menguatkan rasa ukhuwah dan meningkatkan gairah beribadah umat Islam.  Pada saat yang hampir bersamaan, jutaan umat muslim memenuhi ratusan masjid di Indonesia dan beberapa negara yang mengalami Gerhana Bulan, juga melaksanakan shalat khusuf....

Pesan Idul Fitri : Waspadai Penggerusan Akidah dan Akhlak

Ribuan umat Islam, Rabu pagi (6/7/2016) memenuhi Lapangan Teguhan, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, untuk mengikuti shalat Idul Fitri, 1 Syawal   1437 Hijriyah.  Pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang dikoordinir oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kelurahan Plumbungan bekerjasama dengan Takmir Masjid Juanda Teguhan itu menampilkan Imam dan Khatib, H. Fuad Mulyadi Nazir, MPd. Fuad dalam khutbahnya mengingatkan, lepasnya Ramadhan bukan berarti lepas pula kedalaman rohani yang kita salami selama sebulan yang penuh berkah dan rahmat itu.   “Kita tidak berharap menjadi orang yang berhampa tangan melepas Ramadhan sekedar beroleh bekas-bekas lapar dan kantuk belaka. Yang kita harapkan adalah mencapai puncak ketakwaan yang tak akan pernah pudar, yang terus tumbuh dalam sanubari dan perilaku kita. Semoga ibadah yang kita tanam selama Ramadhan ini tumbuh dengan subur sepanjang tahun, sejauh sisa usia kita,” pesan Fuad. ...