Skip to main content

Posts

Showing posts with the label hikmah

Tausiah Untuk Calon Temanten

Tujuan pernikahan adalah untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah—menciptakan ketenangan batin, cinta kasih, dan saling menyayangi. Ini menjadi wadah untuk bertumbuh bersama, saling melengkapi, serta memberikan dukungan emosional, spiritual, dan fisik dalam menghadapi lika-liku kehidupan.  Untuk menggapai tujuan ini banyak hal bisa dilakukan. Diantaranya melalui tiga prinsip. Y aitu prinsip "jalani, nikmati, syukuri." Prinsip ini bisa menjadi fondasi luar biasa untuk membangun rumah tangga yang bahagia dan penuh berkah. Ketiga langkah ini saling melengkapi untuk menjaga keharmonisan bersama pasangan: Jalani : Hadapi setiap proses dan fase pernikahan dengan kesabaran. Terima kenyataaon bahwa setiap rumah tangga memiliki dinamika, pasang surut, dan tantangan yang berbeda.  Jalani (Komitmen & Kesabaran): Pernikahan adalah perjalanan panjang. Komitmen dibutuhkan bukan hanya saat akad, tetapi terus-menerus dalam menyesuaikan diri dengan perubahan pasangan s...

Halal Bihalal dan Hari Kartini

Inti kegiatan Halal bihalal yang selama ini berjalan adalah saling memaafkan (islah) untuk membersihkan hati dari kesalahan dan mempererat silaturahmi, khususnya setelah bulan Ramadan dan Idul fitri.  Tradisi khas Indonesia ini bertujuan menyambung hubungan yang renggang dan menciptakan keharmonisan sosial.  Ungkapan yang sering muncul, Taqabbalallahu minna wa minkum.  Minal 'aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.  Sebenarnya saling memaafkan itu tidak harus dilakukan di bulan Syawal setelah Ramadhan. Yang terbaik, ketika orang merasa bersalah kepada orang lain, ya segera minta maaf.  ... Kegiatan Halal bihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa. Semangat Halal bihalal dan Hari Kartini menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan serta meningkatkan kontribusi perempuan di berbagai bidang.  “Momentum yang tepa...

Tiga Golongan Setelah Ramadan

Setelah Ramadhan berakhir, biasanya menjadikan manusia, terbagi dalam tiga kelompok. Pertama, adalah golongan yang tetap taat dalam kebenaran dan kebaikan. Yaitu orang yang istiqomah dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT. Golongan ini menjadikan Ramadhan sebagai ghanimah rabbaniyah atau hadiah termahal dari Allah SWT untuk meraih takwa. Kemudian setelah Ramadhan ibadahnya tetap dijaga dan menjadi lebih baik lagi. Kedua, adalah golongan yang kembali kumat setelah Ramadhan. Inilah orang-orang yang dijajah oleh hawa nafsunya. Mereka hanya beribadah dan melakukan berbagai macam ketaatan di bulan Ramadhan saja. Namun setelah selasai Ramadhan mereka kembali seperti semula, mereka kembali lalai, mereka kembali melakukan berbagai macam perbuatan dosa. Ketiga, golongan yang biasa-biasa saja, mau di bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan, baginya sama saja, tak ada yang istimewa. Istiqamah bukanlah perkara yang mudah, tetapi butuh perjuangan dan kesabaran untuk melakukannya. Akan tetapi istiqama...

Kisah Seorang Badui Yang Dirindukan Surga

Suatu hari ketika di sebuah  masjid Rosulullah bersama para sahabat selesai melaksanakan sholat, Beliau bersabda bahwa sebentar lagi akan datang seseorang yang dirindu surga. Para sahabat pun menunggu-nunggu siapa yang akan datang. Tidak lama kemudian datanglah seseorang yang langsung sholat dan setelah selesai dia berlalu begitu saja. Keesokan harinya Rosulullah mengatakan hal yang sama, lalu datanglah orang yang sama seperti kemarin. Kejadian ini berulang sampai 3 kali.  Salah satu sahabat Rosulullah yang bernama Abdullah Bin Amr penasaran dengan amalan orang yang dirindu surga itu. Orang tersebut dari suku Badui, sebut saja namanya Fulan. Rosulullah mengijinkan Abdullah Bin Amr untuk mengikuti Fulan dan mencari tau apa saja amalan Fulan sampai dia dirindu surga. Rasa penasaran yang terus menghantui Abdullah Bin Amr mengantar dia sampai ke rumah Fulan. Setibanya dia di rumah Fulan dia mengetuk pintu dan Fulan membukakannya. Sahabat Abdullah Bin Amr mengatakan bahwa dia sedan...

Pentingnya Halal Bihalal

Halalbihalal memiliki arti yang cukup dalam dan bermakna.  Yaitu mengurai yang kusut, menyambung yang putus, menghangatkan yang dingin, mencairkan yang beku dan mengendapkan yang keruh sehingga jernih kembali.  Saat halal bihalal dan silaturahmi ada waktu meminta maaf dan memberikan maaf (memaafkan).  Meminta maaf menunjukkan bahwa kita berhasil menguasai situasi jadi lebih baik dan menyadari bahwa nilai sebuah hubungan baik, relasi kita dengan orang lain (relationship) lebih berharga dari ego pribadi.  Saat memaafkan, kita tidak mengubah masa lalu tapi kita sedang mengubah masa depan menjadi lebih tenang, lebih jernih, lebih teratur dan lebih hangat.  Meminta maaf dan memaafkan tidak menghilangkan masa lalu yang pahit tapi belajar menerimanya dengan tulus untuk masa depan yang lebih baik.  Halalbihalal dan maaf memaafkan memiliki banyak manfaat.  Dari aspek psikologi merupakan terapi sosial massal yang efektif untuk melepaskan beban emosional melalui ...

Ikrar Halal Bihalal

Bapak Ibu yang kami hormati.  Mari kita mengucapkan Ikrar bersama, dengan penuh hikmat dan kesungguhan. Untuk itu mohon Bapak - Ibu berkenan menirukan pernyataan Ikrar yang kami bacakan.   Mari kita mulai: Bismillahirrahmanirrahim Astaghfirullah al 'adziim 3X **** Pada hari ini, Selasa, 7 April 2026 Kami Keluarga besar BAZNAS Sragen dan seluruh jajaran Unit di lingkungannya ( Lesbaz, TKIU Bazsra, Masjid dan RSB ).  Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan, mengucapkan Ikrar bersama:  Untuk saling meminta maaf dan memberikan maaf atas segala kesalahan kami,  baik yang disengaja maupun tidak disengaja.  Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita,  membimbing menuju kehidupan yang lebih baik dan harmonis di hari-hari yang akan datang. Serta meraih kehidupan bahagia di dunia maupun akhirat. Aamiin ya rabbal 'aalamiin. *** Terima kasih  Wassalamu 'alaikum Wr.Wb. Suparto

Nasihat dan Doa Untuk Temanten

  " Pernikahan adalah ibadah terpanjang dan terlama. Durasinya seumur hidup."  Mengapa? Karena pernikahan dimulai dari akad hingga akhir hayat. Mencakup seluruh aspek kehidupan sehari-hari.  Dapat bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah, jadi ladang pahala seumur hidup yang terus berlanjut hingga akhirat.  Ini jalan untuk menyempurnakan separuh agama, menjalankan sunnah Nabi, setiap detik bisa menjadi pahala. Jadi perjalanan panjang penuh ujian, harus dijalani bersama dengan landasan iman, ikhlas, sabar, lapang dada, ridlo, syukur dan Qonaah, serta  dan menjaga diri dari maksiat untuk sarana dekatkan diri kepada Allah.  Ini bagian dari upaya menyempurnakan syariat Agama Islam.  Potensi Pahala dan Dosa: Setiap tindakan, baik membahagiakan keluarga maupun merugikan, memiliki konsekuensi pahala atau dosa .  Intinya : Pernikahan itu ibadah berkelanjutan yang tidak singkat seperti salat, puasa, atau haji, tapi sebuah perjalanan panjang yang membent...

7 Kemuliaan Bagi Orang Yang Memaafkan

"Agar dapat memahami makna memaafkan .  Kita perlu merenungkan situasi hidup tanpa memaafkan." Menurut Ihab bin Fathi ‘Asyur (2012), hidup tanpa memaafkan akan melanggengkan derita psikis yang berawal dari sikap permusuhan dan keinginan mengalahkan. Biasanya sikap dan keinginan tersebut – tanpa disadari – berlatar belakang amarah, yakni suatu emosi yang menghabiskan energi mental dalam tekanan jiwa yang tak pernah berhenti. Kita terkungkung dalam penjara keinginan untuk balas dendam. Dengan dendam sebagai motif psikis, kita menginginkan orang yang bersalah kepada kita tersebut menderita. Dendam adalah  keadilan  instinctual  (naluriah) yang mencuat dari alam bawah sadar. Derita menghendaki derita atas nama keadilan  instinctual . Akibatnya kita terikat rantai dan berbalut kekerasan yang tidak pernah putus. Karena itu rantai derita ini harus diputus dengan sikap memaafkan. Memaafkan merupakan bagian dari ketulusan hati dalam menjalankan perintah Allah. Ada tujuh ...

Belajar Menikmati Ujian Hidup

  Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah mengaruniakan kepada kita beragam nikmat dalam hidup kita. Meskipun banyak di antara nikmat itu yang seringkali tidak kita sadari kehadirannya. Termasuk di antaranya nikmat dalam bentuk ujian dan musibah yang ditakdirkanNya dalam kehidupan kita. Hidup kita yang singkat ini tidak mungkin akan terlepas dari rangkaian ujian dan musibah. Mengapa? Karena tabiat dan karakter kehidupan dunia ini memang seperti itu adanya. Dunia adalah Darul Ibtila’, sebuah negeri dimana ujian dan musibah silih berganti kehadirannya. Apalagi jika kita telah memilih komitmen untuk beriman kepada Allah dan RasulNya. Allah SWT mengatakan: أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ * وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan menyatakan: ‘Kami telah beriman’, padahal mereka belum diuji? Sungguh, ...