Halalbihalal memiliki arti yang cukup dalam dan bermakna. Yaitu mengurai yang kusut, menyambung yang putus, menghangatkan yang dingin, mencairkan yang beku dan mengendapkan yang keruh sehingga jernih kembali.
Saat halal bihalal dan silaturahmi ada waktu meminta maaf dan memberikan maaf (memaafkan).
Meminta maaf menunjukkan bahwa kita berhasil menguasai situasi jadi lebih baik dan menyadari bahwa nilai sebuah hubungan baik, relasi kita dengan orang lain (relationship) lebih berharga dari ego pribadi.
Saat memaafkan, kita tidak mengubah masa lalu tapi kita sedang mengubah masa depan menjadi lebih tenang, lebih jernih, lebih teratur dan lebih hangat.
Meminta maaf dan memaafkan tidak menghilangkan masa lalu yang pahit tapi belajar menerimanya dengan tulus untuk masa depan yang lebih baik.
Halalbihalal dan maaf memaafkan memiliki banyak manfaat.
Dari aspek psikologi merupakan terapi sosial massal yang efektif untuk melepaskan beban emosional melalui maaf memaafkan, mengurangi stres (kortisol), dan memperbaiki hubungan satu sama lain.
Tradisi ini menumbuhkan empati, menurunkan perilaku ruminasi (memikirkan hal negatif berulang-ulang), serta memperkuat ikatan sosial (guyub) untuk kesejahteraan mental yang lebih baik.
Pelepasan Emosi Negatif :
Halalbihalal adalah momen untuk memaafkan secara tulus, yang menurut teori emotional forgiveness, membantu melepaskan dendam, kebencian, dan sakit hati. Ini bisa mengontrol dan menurunkan level kortisol (hormon stres) dan mengaktifkan saraf parasimpatis yang menciptakan ketenangan.
Memendam perasaan marah, kesal, sedih, benci dan agresif dapat membuat tubuh terus menerus mengeluarkan kortisol yaitu hormon stres yang membuat kondisi kesehatan fisik dan jiwa menjadi terganggu.
Terapi Sosial & Manajemen Ego:
Tatap muka dan bersalaman mengajarkan manajemen ego dan rendah hati, menurunkan intensitas konflik, serta menyembuhkan luka hati.
Kebiasaan berulang kali memikirkan konflik atau kesalahan orang lain (ruminasi) dapat berhenti saat permintaan maaf disampaikan dan diterima, mencegah kecemasan dan depresi.
Penguatan Ikatan Sosial: Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan koneksi. Halalbihalal memperkuat rasa persaudaraan dan mengurangi individualisme, meningkatkan kesehatan jiwa melalui dukungan sosial.
Peningkat Kesehatan Jiwa: Pertemuan fisik dan saling mendoakan menciptakan suasana bahagia dan positif, yang
memperbaiki
mood dan
energi mental
setelah bulan
Ramadhan.
Memaafkan dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang akan membuat jantung pernafasan dan pencernaan menjadi lebih rileks, santai dan tenang. Sementara marah dan kebencian mengaktifkan sistem saraf simpatis yang bila berkelanjutan dapat membuat jantung berdetak lebih kencang, nafas cepat dan pencernaan terganggu. Hal ini dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental. Tapi dengan memaafkan dapat terjadi keseimbangan antara sistem saraf simpatis dan parasimpatis.
Memaafkan membuat proses ruminasi (mengingat sesuatu yg negatif berulang ulang) menjadi berkurang. Pikiran dan perasaan negatif yang muncul berulang ulang saat kita belum memaafkan suatu peristiwa dapat menimbulkan trauma yang lebih dalam, berefek toksik dan dapat berujung pada gangguan cemas, depresi dan gangguan jiwa lainnya.
Dengan memaafkan proses ruminasi itu akan berhenti dan kesehatan jiwa dapat terjaga lebih baik.
Toxic adalah istilah untuk menggambarkan individu, hubungan, atau lingkungan yang memberikan dampak negatif, merugikan, dan menguras emosi atau kesehatan mental seseorang. Istilah ini merujuk pada perilaku "beracun" seperti manipulatif, egois, merendahkan, dan kurang empati.
...
Lontong dan opor terasa nikmat,
Dimakan hangat di malam hari.
Mohon maaf bila khilaf terucap,
Semoga hati bersih kembali

Comments
Post a Comment