Skip to main content

Posts

Showing posts with the label motivasi

Dampak Syukur Terhadap Kehidupan Sehari-hari

Syukur dalam Islam bukan sekadar ungkapan lisan, melainkan meliputi tiga aspek utama: hati, lisan, dan perbuatan.  Pertama .  Bentuk bersyukur dengan hati adalah dengan meyakini dan mengakui bahwa segala nikmat tersebut adalah semata-mata berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, adapun peran manusia hanyalah sebagai perantara sehingga semua yang terjadi adalah atas izin Allah Ta’ala. وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ “ Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”. (Qs. An Nahl: 53). Syukur dengan hati berarti merasa bahagia dan puas dengan segala pemberian Allah, baik yang besar maupun kecil.  Kedua , syukur dengan lisan berarti mengucapkan kata-kata pujian dan terima kasih kepada Allah, seperti mengucapkan "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah).  Hamba yang bersyukur, maka lisannya akan senantiasa digunakan untuk berdzikir, mengucapkan Alhamdulillah sebagai bentuk pujian atas nikmat Allah yang diberikan. Membicarakan kepada oran...

Hati Tetap Tenang di Tengah Kegelisahan

  Temukan ketenangan hati dengan mengamalkan doa.  Dalam kehidupan yang penuh gejolak ini, banyak orang merasakan kegelisahan, kecemasan, dan tekanan batin. Rasa tidak tenang bisa muncul karena berbagai sebab, pekerjaan yang menumpuk, masalah keluarga, atau bahkan kegundahan dalam menghadapi ketidakpastian hidup.  Di tengah segala kerumitan itu, umat Islam diajarkan untuk kembali kepada Allah melalui ibadah dan doa. Doa merupakan media spiritual yang menghubungkan seorang hamba dengan Tuhannya. Ketika hati tidak tenang, doa menjadi pelipur lara yang menyejukkan batin. Banyak orang telah membuktikan bahwa setelah berdoa, hati mereka merasa lebih ringan dan tenang.  Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman bahwa dengan mengingat-Nya, hati akan menjadi tenteram (QS. Ar-Ra’d [13]: 28). ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan men...

Perbarui Hidup Anda

Syekh Muhammad al-Ghazali (2015) dalam bukunya "Segarkan Hidupmu" mengingatkan, banyak orang ingin berubah tapi mereka sering kali menunggu momen tertentu atau peristiwa yang belum pasti. Misalnya, seseorang akan memperbarui hidup jika tubuhnya kembali segar bugar atau jika ia meraih jabatan tinggi, dan sebagainya. Kadang menunggu waktu atau kesempatan khusus. Misalnya, ia akan berubah ketika berulang tahun atau ketika memasuki tahun baru, dan sebagainya. Ia menunda langkah penting untuk berubah dan memperbarui hidup karena mengganggap bahwa situasi tertentu akan memicu turunnya energi langit. Ia berpikir, kekuatan dan anugerah Tuhan akan datang bersamaan dengan tibanya momen khusus yang dirancangnya itu. Ia yakin, jika momen itu datang, ia akan lebih bersemangat, tekun, dan penuh harapan. Jika momen itu tak juga datang, ia akan tetap lemah, malas, dan putus harapan.  Ingatlah! Semua itu hanya prasangka dan angan-angan. Anda tidak akan mengubah hidup dengan bersandar pada mom...

Buang Jauh Luka Emosional Anda

"Orang bijaksana tidak pernah duduk meratapi kegagalannya, tetapi dengan gembira hati dia mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya."            -Shakespear Ada kejadian, seseorang mengalami kecelakaan yang tidak terlalu berat, mengakibatkan luka fisik pada bagian wajahnya. Akibat luka fisik tersebut membuat dirinya merasa malu, takut bercermin atau berinteraksi dengan orang lain. Dia bahkan menarik diri dari kehidupan masyarakat dan menutup diri.  Padahal, luka fisik itu sebenarnya bisa disembuhkan dan pulih kembali. Luka fisik itu lebih mudah disembuhkan! Bagaimana dengan luka emosional?  Luka  emosional lebih menyakitkan!   Anda tidak dapat melihatnya, tidak  dapat merabanya, tetapi ia dapat membuat perut keroncongan dan hati berdebar. Tidak ada bukti keberadaannya, tapi ia dapat menimbulkan rasa pusing, mual, insomnia, serangan jantung, gangguan pencernaan, bahkan stres dan depresi.  Ia lebih dala...

Bekal New Normal

Menjelang pemberlakuan New Normal dalam pencegahan penyebaran wabah pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang belum jelas arahnya, muncul berbagai respon di tengah masyarakat, baik positif maupun negatif. Ada yang optimis, ada yang pesimis. Banyak pula yang tambah bingung.  Apa pun yang terjadi, saya selalu bersikap husnuzan (berprasangka baik), dan berpikir positif. Semua pasti ada hikmahnya.  Salah satu cara yang saya lakukan agar tetap normal (waras) adalah membaca buku ini : Quantun Change.  Semoga bisa menjadi bekal untuk menghadapi setiap perubahan. Karena sesuatu yang tetap dalam hidup ini adalah perubahan. Perubahan memang belum tentu membawa perbaikan. Tetapi untuk bisa menjadi lebih baik, harus ada perubahan.    (Suparto, 31052020)

Keyakinan Tanpa Batas

Dalam waktu sehari semalam kita banyak memohon kepada Allah. Namun apakah permohonan itu disertai dengan penuh keyakinan, kepercayaan atau keimanan? Amru Khalid (2008) dalam bukunya "Quantum Change" menyatakan, setiap permohonan kepada Allah harus dilandasi dengan kepercayaan tanpa batas, keyakinan yang tidak terkait dengan hasil. Artinya, kita percaya kepada pemberian Allah tanpa meragukan kemampuan dan kehendak-Nya. Percaya dan yakin kepada Allah tidak ada hubungannya dengan hasil yang ingin dicapai. Kita yakin kepada Allah, karena   Dialah Yang Maha Kuasa, Maha Mengawasi, Maha Mengalahkan dan Memaksa.  Seluruh alam ini berada dalam genggaman-Nya dan dapat dibolak-balikkan sekehendak-Nya.  Secara umum, keyakinan manusia dipengaruhi oleh perubahan dan keadaan yang ada. Sedangkan bagi orang beriman keyakinannya kepada Allah akan menguat dan semakin teguh, ketika musibah dan kesulitan yang dihadapinya kian bertambah. Mereka berkata, "aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah....

Rasa Kecewa Mendalam Dapat Mematikan Kegairahan Hidup

Jangan Biarkan Kekecewaan Menguras Energi Kehidupan Kita Kecewa,adalah sangat manusiawi. Tidak ada manusia di dunia ini, yang tidak pernah merasa kecewa.  Mulai dari penyebabnya adalah hal-hal sepele, seperti rapor anak jelek, rumah berantakan, di kantor dimarahin Boss, padahal merasa sudah kerja keras. Atau membeli barang, ternyata kualitasnya, tidak seperti diharapkan. Atau mungkin juga tulisan yang kita anggap bagus dan sudah dipersiapkan secara matang, ternyata tidak dilirik pembaca. Rasa kecewa seperti ini, biasanya dalam sehari dua hari, akan pupus dari ingatan kita, karena waktu dan pikiran sudah tersita oleh berbagai kegiatan lainnya. Tetapi rasa kecewa yang mendalam, akan menjadi sesuatu yang sangat membahayakan, bukan hanya diri pribadi, tapi juga akan merembet kepada seisi rumah.  Biasanya yang menjadi penyebabnya adalah hal hal yang dianggap sangat penting bagi kehormatan diri, maupun hal-hal yang mempertaruhkan kredibilitas diri kita. Karena yan...

Konsep Sabar Dalam Psikologi

Seorang  peneliti dari UGM, Subandi, tahun 2011 menerbitkan artikel dengan judul “Sabar: Sebuah Konsep Psikologi”. Perilaku sabar merupakan bagian dari psikologi. Kita biasa mengucapkan kata sabar ketika tengah didera  stresor  atau tekanan tertentu. Sabar juga identik dengan ajaran agama. Di dalam agama, perilaku sabar dianggap mencerminkan akhlak yang baik seseorang karena ia mampu menahan diri dari amarah. Secara harafiah, sabar memiliki makna sebagai perilaku untuk menahan diri dari emosi tertentu, terutama kemarahan. Berikut ringkasan dari konsep sabar : 1.   Pengendalian diri Pengendalian diri merupakan salah satu konsep sabar di dalam perspektif psikologi dimana seseorang akan berusaha mengatur dirinya sendiri sedemikian rupa untuk tetap menjaga kebaikan. Misalnya, seseorang akan menelaah apa yang sebenarnya sedang terjadi dan tidak serta merta melakukan hal yang mungkin bisa saja ceroboh. 2.   Sikap bertahan dalam sit...