Syukur dalam Islam bukan sekadar ungkapan lisan, melainkan meliputi tiga aspek utama: hati, lisan, dan perbuatan. Pertama . Bentuk bersyukur dengan hati adalah dengan meyakini dan mengakui bahwa segala nikmat tersebut adalah semata-mata berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, adapun peran manusia hanyalah sebagai perantara sehingga semua yang terjadi adalah atas izin Allah Ta’ala. وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ “ Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”. (Qs. An Nahl: 53). Syukur dengan hati berarti merasa bahagia dan puas dengan segala pemberian Allah, baik yang besar maupun kecil. Kedua , syukur dengan lisan berarti mengucapkan kata-kata pujian dan terima kasih kepada Allah, seperti mengucapkan "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah). Hamba yang bersyukur, maka lisannya akan senantiasa digunakan untuk berdzikir, mengucapkan Alhamdulillah sebagai bentuk pujian atas nikmat Allah yang diberikan. Membicarakan kepada oran...