Skip to main content

Posts

Showing posts with the label KISAH

INDAHNYA MALANG NIGHT PARADISE

 

JALAN KENANGAN MENUJU KAWASAN GUNUNG BROMO

Setiap perjalanan selalu menorehkan kenangan, baik menyenangkan,  mendebarkan, menyedihkan dan berbagai perasaan lain.  Perjalanan ke kawasan Gunung Bromo kali ini, meski untuk kedua kalinya saya lakukan, tetap memberikan kesan yang berbeda dibandingkan dengan tujuh tahun lalu. Biasanya wisata yang dilakukan oleh kantor, hanya diikuti teman-teman sekerja. Kali ini karena pesertanya tidak memenuhi kuota, ditawarkan untuk mengajak anggota keluarganya. Dan saya pun mengajak istri. Semula saya daftarkan juga anak, tapi sehari menjelang keberangkatan dia membatalkan diri karena ada acara lain. Kursinya kemudian digantikan keluarga teman.  *** Tiba di Desa Sukapura Probolinggo untuk start menuju puncak dengan kendaraan Jeep Hardtop, waktu sudah menunjukkan pukul 03.00. Ini agak lambat. Seharusnya pukul 02.00.  Dari empat kelompok, saya satu kendaraan bersama istri, dokter Shinta dan Lily. Kelompok kami didampingi Agung, pemandu travel.  Seperti biasa, wisata ke kawasa...

Guru, Ujung Tombak Pendidikan di Indonesia

Momen peringatan Hari Guru Nasional 2019 ini, saya gunakan membaca buku tentang pendidikan berjudul, "Anies Baswedan Mendidik Indonesia."  Buku Biografi yang ditulis Yanuardi Syukur itu terbit tahun 2014, saat  Anies masih menjabat Rektor Universitas Paramadina, Jakarta.  Beberapa waktu kemudian, Anies diangkat sebagai Menteri Pendidikan saat Jokowi terpilih menjadi Presiden periode pertama. Tapi sekitar dua tahun kemudian, Anies menjadi salah satu Menteri yang harus berhenti ketika Jokowi melakukan perombakan (Reshuffle) Kabinet.  Beberapa tahun setelah tidak menjadi Menteri, Anies berhasil memenangkan Pilkada dan dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta. *** Berikut saya nukilkan pernyataan Anies Baswedan, mantan Menteri Pendidikan yang kini menjabat Gubernur DKI, tentang kedudukan guru, dalam buku tersebut.  Anies menyatakan, Guru merupakan ujung tombak kualitas pendidikan di Indonesia. Bila kunci utama masalah ini dapat diselesaikan, ia sang...

Selamat Jalan, Mas Djaduk Ferianto

Ada kabar duka, Djaduk Ferianto, seorang aktor dan seniman musik ternama di Indonesia, Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 02.30 meninggal dunia di Yogyakarta dalam usia 55 tahun.  Seniman bernama lengkap RM Gregorius Djaduk Ferianto ini dimakankan pukul 14.00 di makam keluarga, Sembungan, Kasihan, Bantul, DIY.  *** Ada sekilas kenangan, tahun 2014 pertama kali saya bisa nonton penampilan dia saat pentas di acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sragen dalam tajuk “Halte Musik”. Saat itu Djaduk manggung bersama pelawak Kirun di depan Pasar Kota Sragen. Halte Musik digelar di sepanjang Jalan Raya Sukowati mulai dari dekat Masjid Al-Falah hingga masuk ke pelataran pendodo Rumah Dinas Bupati Sragen. Tahun berikutnya dia diundang lagi ke Sragen dalam acara yang sama. Sebelum tampil bersama penyanyi Tri Utami, Syaharani dan Sinden Mentir Mbah Suji di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen, saya sempat foto bareng mas Djaduk. Dua penyanyi papan atas Tanah Ai...

Selamat Jalan, Putut H. Pramana

Inna lillahi wainna ilaihi raji'un. Telah dipanggil Sang Khalik, Drs. Putut Handoko Pramana, M.Si, Sabtu (21/9/2019) sekira pukul 18.30 WIB dalam usia 64 tahun setelah menderita sakit beberapa bulan. Almarhum meninggalkan seorang istri (Apriliana Supardini), tiga orang anak (Sasongko Adi WS, Sekar Aprilia D, Tri Utomo Wahyu Jatmiko) dan 4 cucu. Ibu Apriliana, bersama tiga putra-putrinya Foto kenangan Selain dikenal sebagai seorang seniman lukis dan penata artistik terkenal, sebelum meninggal dunia almarhum masih menjadi dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret - UNS Surakarta. Almarhum dikebumikan di Makam Manding, Sragen, berdekatan dengan makam kedua orangtuanya, yakni Bapak Hadi Prayitno dan Ibu Siti Mintarsih.  Berangkat dari rumah duka, Perumahan RC Jalan Tunggulkawung, Ngringo, Palur, Karanganyar, Minggu (22/9) pukul 13.00 dihadiri ratusan pelayat. Terus Berkarya Dekan FSRD UNS, Dr. Rahmanu Widayat, M.Sn, saat ...

Untuk Almarhumah, Dik Vita

Novitasari Pengantar. Tulisan saya edisi tanggal 18 Januari 2019 tentang wafatnya seorang anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Solo bernama Novitasari, (  baca : Selamat Jalan, Novitasari  ), mendapat tanggapan dari suaminya, yaitu Danang Muhtar Safi’i. Tulisan saya tersebut hingga hari ini telah dikunjungi pembaca lebih dari 800 kali. Semoga almarhumah Novitasari husnul khatimah. Aamiin.  Lewat Grup WA FLP Solo, Danang mengungkapkan perasaannya atas kepergian istri yang sangat dicintainya itu. Berikut ungkapan Danang yang amat mendalam untuk almarhumah istrinya dan juga pesan bagi kita yang masih hidup.   *** Dik Vita Allahu Yarham, alhamdulillah kamu dikenal teman-teman penulis komunitas sebagai penulis yang sering menginspirasi banyak orang. Terutama saat dulu masih aktif menulis prosa atau puisi yang sarat dakwah. Hubunganmu dengan manusia juga baik. Mas Dan berharap itu semua menjadi amal jariyah untukmu. Aamiin. Selanjut...

HIDAY NUR : RISING STAR

Hiday Nur Februari 2016.   Saya mulai mengenal nama Hiday Nur sejak bergabung dengan komunitas One Day One Post (ODOP) yang   dibentuk Bang Syaiha. Di komunitas kepenulisan ini, setiap anggota diwajibkan menulis setiap hari dan memostingnya di Blog masing-masing kemudian disetor atau dilaporkan ke link ODOP di WA Group.  Untuk menjalin komunikasi seluruh anggota yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan ada yang dari Malaysia, disediakan media grup WhatsApp (WA). Di media inilah semua anggota berinteraksi untuk saling belajar, berbagi pengalaman dan membangun sinergi demi kemajuan bersama. Sebagai anggota tertua, saya kurang aktif terlibat dalam perbincangan yang berlangsung setiap hari. Tetapi saya berusaha mememuhi berbagai tugas dalam program harian, mingguan, dan bulanan. Hingga setahun berjalan, perhatian saya mulai intens terhadap salah satu anggota bernama Hiday Nur.   Dia sangat aktif dalam setiap perbincangan dengan pemi...

Selamat Jalan, Novitasari

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un . Keluarga besar Forum Lingkar Pena (FLP) Soloraya berduka. Salah satu anggotanya, Novitasari Mustaqimatul Haliyah, Kamis (17/1/2019) malam sekitar pukul 19.00 meninggal dunia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo. Novitasari menghembuskan nafas terakhir di usia 25 tahun setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama sepekan. Dalam enam bulan terakhir, dia harus rutin cuci darah dua kali sepekan karena menderita sakit gagal ginjal kronis. Jenazahnya malam itu langsung dibawa ke rumah orangtuanya di Dukuh Karangwaru RT. 28/7 Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen, dan dimakamkan Jumat (18/1/2019) pagi pukul 10.00 di pemakaman umum desa setempat. Selama ini Novitasari tinggal di kampung Sondakan, Kota Solo bersama suaminya, Danang Muhtar Safi’i. Ratusan orang datang ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah dan menyampaikan ungkapan belasungkawa. Mereka adalah para kerabat, tetangga, teman sekolah, ...