Skip to main content

Posts

Showing posts with the label mutiara lebaran

Halal bi Halal dan Tradisi Lebaran

Idul Fitri, sebenarnya merupakan hari raya umat Islam. Tapi peringatan hari besar nasional yang berlangsung usai bulan Ramadhan dan populer dengan sebutan Hari Lebaran ini hebatnya juga dirayakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia, tidak hanya umat Islam saja. Hal ini terkait dengan kegiatan saling memaafkan satu sama lain saat bertemu di hari lebaran. Kegiatan ini meski awalnya dilakukan oleh umat Islam karena berhasil menyelesaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan, dikemudian hari menjadi tradisi yang diikuti masyarakat umum. Mereka melihat dan merasakan betapa tradisi ini sebagai sarana silaturahmi yang mampu meningkatkan tali silaturahmi bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa membedakan agama, golongan dan suku. Kini, halal bi halal bukan lagi lagi sebagai ritual keagamaan namun telah menjadi tradisi yang turun menurun bagi sebagian besar bangsa Indonesia. Karena itu, walaupun istilah halal bi halal berasal dari kata-kata arab, namun tradisi ini tidak ditemukan di ...

Menanti Hadirnya Pemimpin Bertaqwa

Berikut beberapa pesan H. Abdullah Affandi, M.Ag (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sragen) dalam khutbah shalat Idul Fitri 1439 H, di Lapangan Teguhan, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Jumat (15/6/2018). Shalat Idul Fitri yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Plumbungan tersebut diikuti ribuan umat Muslim.  Selamat menyimak! *** Salah satu hal mendasar yang diajarkan oleh bulan Ramadhan adalah kesuksesan sejati dengan pakaian taqwa dalam kehidupan sehari-hari. Itu artinya, kita memilih warna kehidupan yang dipenuhi ketaatan kepada Allah dan Rasulnya, ketaatan kepada ajaran syariah dan Islam, dan selalu patuh pada fatwa dan bimbingan para ulama pewaris Nabi. Itulah hakikat Muttaqin - orang-orang bertaqwa yang diinginkan puasa Ramadhan ( La'allakum tattaquun).  Melestarikan nilai-nilai ketaqwaan seperti saat kita menjalani puasa ramadhan dalam bingkai kehidupan sehari-hari, merupakan jalan hidup yang akan ...

DAHSYATNYA KUPAT : BISA MENGATASI BERBAGAI MASALAH

Idul Fitri atau Hari Lebaran, di kalangan masyarakat Jawa dikenal dengan istilah   “Bakdo Kupat”. Untuk mengungkap salah satu makna filosofi Kupat, saya ingat mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman,   ketika dalam suatu kesempatan pernah menguraikan falsafah Orang Jawa tentang Kupat atau Ketupat. Secara tegas Agus menyatakan,  Agus Fathur Rahman  "Dengan Kupat berbagai persoalan bisa diselesaikan.” Lho kok bisa? Berikut ini Agus menjlentrehkan makna itu.        “Orang Jawa itu bisa menyederhanakan seluruh persoalan rumit dengan cara sederhana. Barang angel (rumit) ketika dipegang orang Jawa jadi gampang,” kata Agus mengawali uraiannya. Materi ajaran Islam tentang Lebaran dibulan Syawal, misalnya, yang oleh sementara orang kadang dianggap rumit dan amat komplek, mampu disederhanakan orang Jawa dengan satu istilah Bakdo Kupat . Maksudnya, pada Hari Lebaran, hampir semua orang dengan mudah dan senang menyat...

Inilah Rahasia Saling Memaafkan

Masih dalam suasana Idul Fitri 1438 H, ratusan orang jamaah Masjid At-Taqwa Plumbungan Indah Sragen, usai Shalat Jum’at (30/6/2017) terlihat saling berjabatan tangan untuk saling meminta dan memberi maaf diantara mereka. Diawali oleh Ketua RW setempat sebagai sesepuh kampung, dengan senyum ceria menyalami satu persatu jamaah dan diikuti jamaah lain yang berjalan mulai dari shaf pertama hingga shaf terakhir yang meluber sampai ke serambi masjid. Jabat tangan antar jamaah tersebut untuk memenuhi pesan khatib shalat Jum’at yang menyerukan perlunya sikap lapang dada untuk saling memaafkan diantara umat manusia. “Diantara ciri orang bertaqwa adalah mampu menahan amarah dan mau memafkan kesalahan orang lain. Jika kita menyimpan dan memendam kemarahan, dendam, dan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, maka sebenarnya kita sedang membawa beban kebusukan dihati kita. Akan ada perasaan berat, tertekan, juga kegalauan menyelimuti hati kita. Dan ini adalah suatu penyakit hati.” ...

RAMADHAN SEPANJANG TAHUN BISAKAH ?

"Sekiranya umatku mengetahui keutamaan-keutamaan yang ada di bulan Ramadhan, niscaya mereka menghendaki agar sepanjang tahun adalah bulan Ramadhan." (HR.Ibnu Majah). *** Ramadhan baru beberapa hari berlalu. Semoga seluruh ibadah kita di bulan Ramadhan diterima Allah SWT., segala dosa diampuni serta menjadikan kita orang-orang yang bertakwa. Mudah-mudahan ibadah selama sebulan Ramadhan itu menjadi bekal dalam perjalanan 11 bulan berikutnya. Semoga kita diijinkan Allah untuk bertemu Bulan Ramadhan tahun mendatang. Aamiin. Ya Rabbal ’alamin. Bagi sebagian orang, berpisah dengan Ramadhan amat memberatkan hati. Karena   harus berpisah dengan siang  dan malam  yang diisi beragam amal kebajikan dan ibadah kepada Sang Pencipta. Di saat mayoritas muslim bersuka cita menyambut satu Syawal, ada sebagian yang berlinang air mata. Bukan karena tidak ikut berbahagia menyambut hari raya Idul Fitri, namun lebih karena kesedihan ketika harus berpisah dengan bu...

Idul Fitri, Mudik dan Saling Memaafkan

Pemandangan indah yang kita lihat di hari Idul Fitri atau Lebaran adalah orang berkunjung ke rumah saudara atau teman untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan, agar bersih darinya segala noda. Bagi umat Islam, setelah sebulan menjalankan ibadah Ramadhan dan berharap dosa terhadap Allah (secara vertikal) diampuni, maka kesalahan terhadap sesama manusia (horizontal) juga harus bisa terhapus. Jarak yang jauh dan kesulitan di perjalanan tak menghalangi mereka untuk menemui keluarga, saudara atau temannya. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, kita mengenal istilah Halal bi Halal, yang sering dimaknai sebagai bersilaturahim dan bersalaman untuk saling meminta dan memberi maaf agar hati yang membeku menjadi cair. Dengan halal bi halal semua rasa benci, dendam, permusuhan, dengki, buruk sangka dan sifat negatif lainnya hilang dari diri kita.  Inti Halal bi Halal adalah silaturahim untuk saling memaafkan. Silaturahim berarti menyambung atau menghubungkan tali kasih sayang yang d...

Taqwa Bekal Utama Menuju Bahagia

KH. Qowam Karim, mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sragen, Ahad (25/6/2017) menjadi Imam dan Khotib shalat Idul Fitri 1438 Hijriyah di Lapangan Teguhan, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen. Shalat yang diikuti ribunan umat Islam tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Plumbungan bekerjasama dengan Takmir Masjid Juanda Teguhan, Plumbungan. Dalam khutbahnya, Qowam Karim menyatakan, seluruh umat Islam baru saja melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebulan lamanya, dan hari ini merayakan Idul Fitri. Semua berharap ibadah puasa itu akan mengantarkan orang yang menjalankannya menjadi manusia bertaqwa.Tetapi apakah kita sudah bisa menjadi manusia taqwa seperti dimaksudkan dalam al-Qur’an? Di momen merayakan Idul Fitri ini, ada baiknya semua mengoreksi diri : apakah kita sudah benar-benar menjadi manusia yang taqwa? Menurut Qowam, ada beberapa ciri orang bertaqwa berdasarkan keterangan Al-Qur’an. Setidaknya ada lima h...

Tangis Pilu Di Hari Nan Fitri

Usai Shalat Idul Fitri. Kami seluruh keluarga berkumpul di rumah Ibu untuk acara Sungkeman kepada orang tua.    Diawali dari saudara kami tertua, duduk bersimpuh di hadapan Ibu yang sudah berusia 80 tahun lebih. Disusul oleh saudara yang lain, selanjutnya diantara istri/suami dan anak-anak. Di hari nan suci ini, kami ingin mengucapkan kata maaf kepada orang tua dan seluruh keluarga atas segala kesalahan. Kami berharap mendapat ampunan  dan bersihnya hati. Namun seluruh rangkaian kata maaf yang ingin terucap,  tak kuasa terungkap. Yang terjadi adalah suasana haru biru.    Segala yang menyesak di dada meledak menjadi tangis pilu di pangkuan dan pelukan Ibu. Begitu pun ketika kami berhadapan dengan istri/suami, anak-anak dan saudara. Hanya isak tangis haru yang menjadi ungkapan saling memaafkan dan kasih sayang diantara kami. *** Meski tak ada kata yang sanggup kuucapkan Seluruh rasa menyatu dalam ketulusan Sucinya hati...