Skip to main content

Hikmah Ibadah Qurban dalam Islam

 


Ibadah qurban merupakan salah satu bentuk ketaatan seorang muslim kepada Allah SWT yang dilakukan setiap tanggal 10 Zulhijjah atau Hari Raya Iduladha. 


Melalui ibadah ini, umat Islam diajak untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS dalam melaksanakan perintah Allah. 


Di balik penyembelihan hewan qurban, tersimpan makna spiritual yang mendalam serta banyak pelajaran yang dapat diambil.


1. Sebagai Bentuk Ketaatan kepada Allah SWT


Salah satu hikmah ibadah qurban yang paling utama adalah sebagai wujud nyata ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Ketika seorang muslim melaksanakan qurban, ia sedang meneladani sikap Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Ismail AS, semata-mata karena perintah Allah. Peristiwa tersebut mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus lebih tinggi daripada cinta kepada siapa pun atau apa pun di dunia ini.


Hikmah ibadah qurban ini menunjukkan bahwa setiap perintah Allah mengandung kebaikan, walaupun terkadang sulit diterima oleh logika manusia. Ketika kita menyerahkan hewan qurban dengan penuh keikhlasan, hal itu menjadi bukti bahwa kita tunduk dan patuh kepada kehendak Allah, bukan kepada hawa nafsu atau kepentingan duniawi. 


Dalam Al-Qur’an Surah As-Saffat ayat 102-107, kisah Nabi Ibrahim dan Ismail menjadi contoh nyata bagaimana ketaatan total membawa rahmat dan pengganti terbaik dari Allah SWT.


Selain itu, hikmah ibadah qurban juga mengingatkan umat Islam bahwa ibadah bukan hanya sebatas ritual, tetapi juga pengorbanan yang mengandung nilai spiritual mendalam. 


Menjalankan perintah Allah dengan ikhlas merupakan bentuk cinta yang paling murni dan merupakan jalan untuk meraih ridha-Nya. Setiap tetes darah hewan qurban menjadi saksi atas kepatuhan seorang hamba terhadap Rabb-nya.


Hikmah ibadah qurban ini juga mengajarkan pentingnya kepasrahan dalam menjalani takdir Allah. Seorang muslim yang berqurban tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga menanamkan dalam dirinya sifat tawakal dan keikhlasan. Dari sini, muncul kesadaran bahwa kebahagiaan sejati terletak pada ketaatan, bukan pada kesenangan dunia semata.


Hikmah ibadah qurban dalam konteks ketaatan adalah sebagai bentuk penyucian jiwa. Melalui proses berqurban, hati seseorang menjadi lebih lembut, tunduk, dan penuh rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.


2. Menumbuhkan Keikhlasan dan Ketakwaan 


Hikmah ibadah qurban berikutnya adalah menumbuhkan keikhlasan dalam hati seorang muslim. 


Allah tidak melihat pada daging dan darah hewan qurban, tetapi pada niat dan ketulusan pelakunya. Dalam Surah Al-Hajj ayat 37 disebutkan, 


لَنۡ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُـوۡمُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلٰـكِنۡ يَّنَالُهُ التَّقۡوٰى مِنۡكُمۡ​ؕ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَـكُمۡ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ​ؕ وَبَشِّرِ الۡمُحۡسِنِيۡنَ‏ ٣٧


“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."


Hikmah ibadah qurban ini menegaskan bahwa nilai dari ibadah bukan pada besarnya hewan yang disembelih, melainkan pada niat tulus dalam menjalankannya. Keikhlasan adalah ruh dari setiap amal ibadah. Dengan berqurban, seorang muslim belajar untuk melakukan sesuatu bukan karena pujian manusia, tetapi semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT.


Melalui hikmah ibadah qurban, umat Islam diajak untuk membersihkan hati dari riya dan kesombongan. Ketika seseorang rela mengeluarkan hartanya untuk membeli hewan qurban, ia sedang berlatih untuk tidak terikat pada materi. Ia mengakui bahwa semua yang dimilikinya hanyalah titipan Allah yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan.


Selain itu, hikmah ibadah qurban juga mengajarkan bahwa keikhlasan membawa ketenangan batin. Seorang yang ikhlas dalam beribadah tidak merasa kehilangan ketika berkorban, melainkan merasa bahagia karena bisa memberikan yang terbaik kepada Allah. Ini menjadi bentuk latihan spiritual untuk menjauhkan diri dari sifat tamak dan cinta dunia.


Dengan demikian, hikmah ibadah qurban dapat memperkuat spiritualitas seseorang. Ia belajar bahwa setiap amal baik, sekecil apa pun, akan bernilai besar di sisi Allah jika dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas.


3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial


Salah satu aspek yang paling menonjol dari hikmah ibadah qurban adalah tumbuhnya rasa kepedulian sosial di antara umat Islam.


Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama mereka yang kurang mampu.


Hikmah ibadah qurban ini menjadi pengingat bahwa harta yang kita miliki memiliki hak orang lain di dalamnya. 


Dengan membagikan daging qurban kepada fakir miskin, kita menjalankan perintah Allah untuk membantu dan memperhatikan sesama. Ini sejalan dengan firman Allah pada Surah Al-Kautsar ayat 2, 

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ


"Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."


Selain sebagai ibadah, hikmah ibadah qurban juga memperkuat rasa persaudaraan dalam masyarakat. Saat daging qurban dibagikan, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, semuanya menikmati hasil pengorbanan bersama. Ini menciptakan suasana kebersamaan dan menumbuhkan rasa kasih sayang di antara umat Islam.


Lebih dari itu, hikmah ibadah qurban juga menjadi sarana untuk menumbuhkan empati. Seorang muslim yang berqurban akan lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Ia menyadari bahwa sebagian rezeki yang dimilikinya harus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Hikmah ibadah qurban dalam aspek sosial mengajarkan pentingnya saling membantu dan peduli terhadap kesejahteraan bersama. Dengan semangat berbagi yang lahir dari ibadah ini, masyarakat menjadi lebih harmonis dan penuh kasih sayang.
4. Meningkatkan Rasa Syukur
Hikmah ibadah qurban selanjutnya adalah meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan.


Dalam Surat Al-haj [22] : 36,  Allah berfirman


 كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ


Demikianlah Kami mudahkan binatang qurban untukmu, agar kamu bersyukur.” 


Melalui ibadah ini, umat Islam diingatkan bahwa segala rezeki, kesehatan, dan kemampuan berqurban adalah karunia besar dari Allah.
Hikmah ibadah qurban ini mengajarkan bahwa rasa syukur bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan dengan tindakan nyata. Berqurban menjadi bentuk rasa terima kasih kepada Allah karena masih diberikan kesempatan untuk berbagi dan berbuat baik kepada sesama.
Dalam konteks spiritual, hikmah ibadah qurban mengingatkan kita bahwa segala sesuatu di dunia ini bersumber dari Allah. Saat kita menyembelih hewan qurban, kita mengakui kebesaran dan kemurahan-Nya, serta mengingat bahwa tanpa izin-Nya, kita tidak akan mampu melakukan apa pun.
Selain itu, hikmah ibadah qurban juga menumbuhkan kesadaran untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan. Seorang muslim yang bersyukur tidak akan mudah mengeluh, karena ia menyadari bahwa setiap ujian sekalipun adalah bentuk kasih sayang dari Allah SWT.
Dengan menumbuhkan rasa syukur melalui ibadah qurban, umat Islam akan lebih bahagia, tenang, dan optimis dalam menjalani kehidupan. Syukur menjadikan hati lapang, dan qurban menjadi salah satu jalannya.


Pada Surat Ibrahim (14) : 34, disebutkan:
وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ

"Dan Dia (Allah) telah memberikan kepadamu keperluan dari apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu mau menghitung ni’mat Allah, pasti tidak akan dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat dzalim dan tidak tahu bersyukur.”


5. Bentuk Pengorbanan dan Keikhlasan Harta

Hikmah ibadah qurban juga dapat dilihat sebagai bentuk pengorbanan seorang hamba terhadap harta yang dimilikinya. Ketika seseorang rela mengeluarkan sebagian rezekinya untuk membeli hewan qurban, ia sedang belajar melepaskan keterikatan terhadap dunia.
Hikmah ibadah qurban ini mengajarkan bahwa harta bukanlah tujuan hidup, melainkan alat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan berqurban, seseorang memahami bahwa keberkahan rezeki bukan ditentukan dari jumlah yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar ia mau berbagi dengan orang lain.
Selain itu, hikmah ibadah qurban juga mengandung pelajaran tentang keikhlasan dalam beramal. Berqurban bukan tentang pamer kekayaan, tetapi tentang kesediaan untuk memberikan yang terbaik. Semakin besar pengorbanan, semakin besar pula nilai spiritual yang didapat.
Ibadah qurban mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak datang dari memiliki banyak harta, tetapi dari kemampuan memberi dengan hati yang lapang. Hikmah ibadah qurban inilah yang menanamkan nilai kedermawanan dalam diri setiap muslim.
Dengan demikian, ibadah qurban menjadi sarana untuk melatih diri agar tidak diperbudak oleh harta benda, melainkan menjadikannya sebagai jalan menuju ridha Allah SWT.
6. Meneladani Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail AS
Hikmah ibadah qurban tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail AS yang menjadi dasar perintah berqurban. Kisah tersebut bukan sekadar sejarah, tetapi pelajaran hidup tentang keimanan, ketaatan, dan ketulusan.
Hikmah ibadah qurban dari kisah ini adalah bahwa ujian terbesar dalam hidup adalah ketika kita diminta untuk mengorbankan sesuatu yang paling kita cintai demi Allah. Nabi Ibrahim rela mengorbankan putranya, sementara Ismail dengan sabar dan ikhlas menerima perintah itu. Keduanya menjadi simbol kesempurnaan iman.
Dari peristiwa itu, hikmah ibadah qurban mengajarkan umat Islam agar selalu menempatkan perintah Allah di atas segala-galanya. Tidak ada cinta yang lebih tinggi daripada cinta kepada Sang Pencipta.
Selain itu, hikmah ibadah qurban juga menanamkan nilai kesabaran dan kepasrahan. Dalam setiap ujian hidup, seorang muslim diajarkan untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah sebagaimana Nabi Ibrahim dan Ismail melakukannya.
Dengan meneladani kisah tersebut, hikmah ibadah qurban mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang kuat, sabar, dan tawakal dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.




7. Menyucikan Jiwa dan Mendekatkan Diri kepada Allah


Hikmah ibadah qurban yang terakhir adalah sebagai sarana penyucian jiwa. Melalui ibadah ini, seorang muslim melepaskan sifat egois, materialistis, dan menggantinya dengan sifat ikhlas, dermawan, dan taat.


Hikmah ibadah qurban ini menjadi bentuk tazkiyatun nafs (penyucian diri), di mana seseorang melatih hatinya untuk tunduk sepenuhnya kepada kehendak Allah. Ia belajar bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan di jalan Allah akan berbuah keberkahan dan kedamaian.

Selain itu, hikmah ibadah qurban juga menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT.


Dengan melaksanakan qurban, seorang hamba menunjukkan rasa syukur dan pengabdian total kepada Rabb-nya.

Lebih jauh lagi, hikmah ibadah qurban menumbuhkan rasa empati dan kasih sayang kepada sesama. Jiwa yang bersih akan selalu terdorong untuk berbuat baik, membantu, dan menebar manfaat bagi banyak orang.


Dengan demikian, hikmah ibadah qurban tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual seseorang, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan kemanusiaan dalam masyarakat.


Dari seluruh penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hikmah ibadah qurban dalam Islam sangatlah luas. Ibadah ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga tentang ketaatan, keikhlasan, kepedulian sosial, rasa syukur, dan penyucian jiwa. Melalui hikmah ibadah qurban, umat Islam diajak untuk meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam hal keimanan dan ketulusan beribadah kepada Allah SWT.


Semoga hikmah ibadah qurban senantiasa menginspirasi kita untuk menjadi muslim yang lebih ikhlas, dermawan, dan taat kepada perintah Allah, serta menjadikan setiap pengorbanan sebagai jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

.

Sumber :

https://baznas.go.id/artikel-show/7-Hikmah-Ibadah-Qurban-dalam-Islam/1952

Comments

Popular posts from this blog

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

ATUR PANAMPI CALON TEMANTEN PUTRI BADE IJAB

Ternyata, pelan-pelan saya harus menceburkan diri kedalam tata cara adat Jawa yang semula kurang saya sukai karena serba ‘njlimet’ dan kadang terlihat tidak rasional. Padahal yang saya jalani itu baru masuk pada bagian kecil dari serangkaian adat yang merupakan bagian dari budaya Jawa. Itupun baru sebatas pada ‘tanggap wacana’ yang jelas tampak, kasat mata,   dan mudah dipelajari. Namun bagi saya masih terasa berat. Episode berikutnya dari tugas kehidupan yang harus saya jalani adalah menjadi juru bicara dari keluarga calon mempelai wanita untuk menerima pasrah calon temanten pria. ****** Inilah tugas ‘Atur Panampi saking Calon Temanten Putri Bade Ijab’. Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. - Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. - Panjenenganipun   Bapa Drs. NUR SUSANTO minangka sulih sarira   BapaHaji EDY SUDADI sekalian Ibu Hajah KONITUN, S.Pd. ingkang tuhu kinurmatan. Kanthi ngonjukak...

Atur Wangsulan Lamaran Calon Temanten

Meski tugas juru bicara untuk menyampaikan lamaran (pinangan) seperti yang saya tulis kemarin berlangsung 'glagepan' dan 'gobyoss', namun oleh beberapa teman,  saya dianggap 'sukses'.  "Bagus Pak. Sederhana dan 'cekak aos' apa yang menjadi inti," kata teman.  Tapi bagi saya pribadi, respon teman itu mungkin bisa diartikan lain. Sekedar untuk menyenangkan saya atau 'nyindir'. Namun tetap saya ucapkan terima kasih, karena memberi saya kesempatan untuk belajar dari pengalaman.  Betul. Beberapa hari setelah kejadian itu, saya diminta lagi untuk menjadi 'juru bicara' sebagai pihak yang harus menyampaikan jawaban/tanggapan atas lamaran di keluarga lain. Saya pun tak bisa mengelak. Karena waktunya sangat mendadak maka konsep saya tulis tangan dengan banyak coretan.  Seperti diketahui, setelah adanya lamaran dari keluarga pihak lelaki, biasannya diikuti dengan kunjungan balasan untuk  menyampaikan jawaban atau balasan. ...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

Tanggap Wacana Basa Jawi dan Contoh Lamaran

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang berpengaruh pada perubahan perilaku masyarakat, ternyata masih banyak orang tetap memegang teguh   dan ‘nguri-nguri’ (melestarikan) warisan ‘Budaya Jawa’. Salah satu warisan tersebut adalah ‘Tanggap Wacana Basa Jawi’ atau pidato bahasa jawa dalam acara-acara adat maupun ‘pasamuan’ (pertemuan) keluarga dan warga kampung, terutama   di ‘tlatah’ (daerah) Jawa Tengah dan Jawa Timur. Atau di berbagai daerah di Indonesia yang terdapat komunitas atau kelompok masyarakat ‘Jawa’. Bagi sebagian orang, meski mereka hidup di lingkungan masyarakat berbudaya Jawa, tanggap wacana basa jawi (pidato bahasa jawa) sering dianggap momok karena sulit pengetrapannya. Ketidakmampuan mereka bisa karena sudah ngga peduli dengan bubaya jawa atau ngga mau belajar, sehingga keadaan sekarang ini ibarat ‘Wong Jowo Ilang Jawane’ – orang Jawa sudah kehilangan jatidirinya sebagai orang Jawa. Namun bagi orang yang kebetulan di- tua -...

laporan Panitia Halal Bihalal 1445 H

  Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh. . Yth. Ketua RT 26 . Sesepuh pinisepuh . Segenap warga RT 26 . Bapak Ibu hadirin yang berbahagia. Puji syukur kita persembahkan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat-Nya sehingga malam ini kita bisa hadir berkumpul di tempat ini dalam rangka mengikuti acara Halal Bihalal Tahun 1445 H / 2024 M, Warga RT 26 Plumbungan Indah dalam suasana penuh kebersamaan dan guyub rukun.  Ijinkan kami selaku panitia melaporkan secara singkat tentang kegiatan malam ini.  1.   Kegiatan Halal Bihalal tahun ini dilaksanakan berdasarkan hasil kesepakatan warga RT 26 Plumbungan dalam pertemuan tanggal 7 April dan 4 April 2024, serta rapat panitia tanggal 17 April 2024. 2.      Rencana Anggaran Biaya  sebesar  Rp. 3.000.000 dengan perincian :     a. Rapat-rapat            : Rp.      100.000     b. MMT     ...