Skip to main content

Tiga Golongan Setelah Ramadan

Setelah Ramadhan berakhir, biasanya menjadikan manusia, terbagi dalam tiga kelompok.

Pertama, adalah golongan yang tetap taat dalam kebenaran dan kebaikan. Yaitu orang yang istiqomah dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT. Golongan ini menjadikan Ramadhan sebagai ghanimah rabbaniyah atau hadiah termahal dari Allah SWT untuk meraih takwa. Kemudian setelah Ramadhan ibadahnya tetap dijaga dan menjadi lebih baik lagi.

Kedua, adalah golongan yang kembali kumat setelah Ramadhan. Inilah orang-orang yang dijajah oleh hawa nafsunya. Mereka hanya beribadah dan melakukan berbagai macam ketaatan di bulan Ramadhan saja. Namun setelah selasai Ramadhan mereka kembali seperti semula, mereka kembali lalai, mereka kembali melakukan berbagai macam perbuatan dosa.

Ketiga, golongan yang biasa-biasa saja, mau di bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan, baginya sama saja, tak ada yang istimewa.

Istiqamah bukanlah perkara yang mudah, tetapi butuh perjuangan dan kesabaran untuk melakukannya. Akan tetapi istiqamah ini memiliki beberapa keutamaan yang mengiringinya. Orang yang istiqamah akan selalu dilapangkan rezekinya. Selalu diberi rasa aman dan diangkat kesedihannya. Orang yang istiqamah akan diberi jaminan surga oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا
وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu." (QS. Fussilat [41] : 30). 

Dalam ayat ini diterangkan bahwa kita tidak cukup hanya mengatakan “kami beriman kepada Allah”, tetapi harus dibuktikan dengan istiqamah. Istiqamah berarti terus berada di jalan Allah—dalam ketaatan, dalam ibadah, dalam menjaga diri dari maksiat—hingga akhir hayat.

Allah SWT sangat mencintai hambanya yang senantiasa istiqamah. Meski dari arti istiqamah itu kecil dan sepele, bila dilakukan terus-menerus akan lebih bisa memberikan berkah pada pelakunya. 
Karena amalan yang sedikit tetapi istiqomah itu lebih baik daripada banyak tetapi hanya sesaat.

Rasulullah Shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ
“Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Subhaanahu Wa ta’ala adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ibnu Abbas memaknai arti Istiqomah.

Pertama adalah istiqamah dengan lisan dengan sikap bertahan dengan membaca syahadat.

Kedua adalah istiqamah dengan hati yakni dengan melakukan segala dengan disertai niat yang tulus. 

Terakhir adalah istiqamah dengan jiwa di mana seseorang senantiasa menjalankan ibadah serta ketaatan kepada Allah secara terus menerus.

Kenikmatan ibadah itu tidak datang secara tiba-tiba. la lahir dari kebiasaan. Ia tumbuh dari istiqamah.

Orang yang terbiasa membaca Al-Qur'an akan merasakan ketenangan dalam ayat-ayatnya. Orang yang terbiasa sujud akan merasakan kelezatan dalam shalatnya.

Orang yang terbiasa berdzikir akan merasakan hidupnyya penuh ketenangan. Namun semua itu hanya bisa dirasakan oleh orang yang istiqamah.

Sebaliknya, orang yang ibadahnya hanya sesekali, maka ia tidak akan pernah merasakan manisnya ibadah.

Mari kita isi seluruh hidup kita dengan ibadah kepada Allah, berpindah dari satu kebaikan kepada kebaikan yang lain.  Kita bertaqwa kepada Allah kapan pun dan dimana pun kita berada. Jangan sampai saat di bulan Ramadhan kita menjadi seorang yang begitu dekat dengan ketaqwaan, tetapi di luar Ramadhan sangat jauh dari-Nya. Ibadah tidak mengenal batasan waktu.

Selama Allah memberi kita kehidupan, maka selama itu pula kita berusaha mengabdikan hidup kita untuk beribadah kepadaNya.

Semoga kita senantiasa bisa beribadah secara istiqamah sampai ajal menjemput. 


Comments

Popular posts from this blog

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

No Comment

Sebuah mobil lawas, jenis  Colt Station berwarna putih itu sudah semingguan terparkir di pinggir jalan di sebelah barat kampung saya.  Kendaraan itu menarik perhatian setiap orang yang melihatnya lantaran di body -nya ada tulisan “No Comment” cukup besar berwarna merah. Saya tidak tahu siapa pemilik mobil itu. Saya mau nanya tetangga, sepertinya terpengaruh tulisan di body mobil "No Comment" yang artinya, "tidak ada komentar" atau "malas komen"   atau "ngga mau komentar"   atau sejenisnya. "Kalau saya nanya, jangan-jangan nanti dijawab No Comment," pikir saya ragu. Sebenarnya saya pengin tahu maksud atau alasan pemiliknya memberi lebel mobilnya dengan kalimat aneh itu. *** Saya jadi ingat zaman Orde Baru dulu, kalimat itu sangat populer di kalangan pejabat pemerintahan atau militer ketika berhadapan dengan wartawan.    Waktu itu tidak sembarangan pejabat boleh memberikan keterangan kepada wartawan at...

Pesan Asmara Seorang Pengamen

Wulan Action  Wulan, wanita berusia 54 tahun itu terus menyusuri jalanan kampung. Ia tak menghiraukan terik mentari yang membakar tubuh mungilnya. Peluh keringat berleleran menghapus bedak dan gincu di wajahnya. Dengan senyum yang selalu tersungging dibibirnya, ia berhenti di depan setiap rumah yang dilaluinya.   Dengan memainkan alat musik “Bas Betot” sederhana, berupa kotak papan kayu dilengkapi karet ban dalam  sepeda yang berfungsi sebagai dawai pada gitar, ia dendangkan lagu-lagu Jawa Campursari.  Suara emas Wulan yang berpadu dengan “bas betot” dan ketipak-ketipuk dari kotak yang dipukulnya, melahirkan musik yang indah. Uang receh senilai seratus duaratus rupiah pun diterima dari setiap penghuni rumah. Itulah Wulan, pengamen tradisional kelas kampung yang kini masih bertahan. Wulan adalah pengamen jalanan yang tetap bertahan ditengah kerasnya perjuangan hidup. Profesi ini dijalaninya demi mempertahankan biduk rumah tangga dengan kondisi yang me...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

PERISTIWA G30S-PKI DAN SISI GELAP SEJARAH INDONESIA

Oleh : Suparto Peristiwa tragedi Gerakan 30 Sepetember atau dikenal dengan sebutan G30S-PKI, terjadi tanggal 30 September 1965, lebih dari setengah abad yang lalu. Namun sampai sekarang masih menyisakan misteri bagi banyak pihak. Dalam perisitiwa tersebut, beberapa perwira tinggi militer Indonesia diculik dan dibunuh dalam suatu usaha kudeta (pengambilan kekuasaan) yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Seperti kita saksikan dalam sebuah film “Pengkhiantan G 30 S-PKI”. Film ini mengisahkan betapa sadisnya para anggota gerakan 30 September tersebut menculik, menyiksa, dan membunuh para jenderal, yang kemudian dimasukkan ke dalam sebuah sumur di Lubang Buaya. Terlepas dari siapa yang benar dan salah, namun hingga saat ini, nilai kebenaran sejarah September berdarah tersebut masih selalu ramai dipertanyakan dan diperdebatkan. Peristiwa ini pun menjadi sisi gelap dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.   Perstiwa tragedi G 30 S-PKI tel...

Deparpolisasi (Bag.5) : Buku ‘Nylekit’ Tentang Politisi

  Oleh : Suparto   Berbicara soal Deparpolisasi, saya teringat salah satu buku koleksi saya. Judulnya, menurut saya, cukup ‘nylekit’ dan ‘provokatif’, yakni : Kalau Mau Bahagia Jangan Jadi Politisi . Buku yang terbit Tahun 2009 ini masih relevan kita baca. Penulisnya, Arvan Pradiansyah, adalah seorang pembicara publik, kolumnis , dan beberapa karya bukunya menjadi bestseller. Baru membaca judulnya saja, saya langsung berkesimpulan bahwa penulisnya sedang marah atau jengkel dengan perilaku politisi, dan mengajak pembaca untuk menjauhi politik. Istilah yang lagi hangat sekarang, ia bisa dikategorikan melakukan gerakan ‘deparpolisasi’. Tetapi setelah saya membaca halaman demi halaman, walaupun kesimpulan saya sebagian ada benarnya, saya menemukan banyak pemahaman tentang politik dalam arti luas. Kapasitas keilmuan dan pengalaman Arvan yang pernah menjadi dosen FISIP UI puluhan tahun, konsultan sumber daya manusia dan berbagai jabatan lain, memang layak menulis tentang politi...