Skip to main content

Misteri Awan Dan Penjelasan Al-Qur’an


Pada tulisan sebelumnya berjudul 
Misteri Hujan dan Jawaban Allah Dalam Al-Qur’an, 
 ( https://supartoparto.blogspot.com/2017/02/misteri-hujan-dan-jawaban-allah-dalam.html?m=1 ) saya sampaikan tentang fenomena proses pembentukan hujan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum [40]:48.

Tulisan berikut saya sampaikan penjelasan lain dalam Al-Quran yang berkaitan dengan hujan melalui proses pembentukan awan.

Seperti diketahui, para ilmuwan telah mempelajari beragam jenis awan. Selain itu, kalangan ilmuwan juga meneliti proses terbentuknya awan dan bagaimana hujan terjadi. Secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa proses terjadinya hujan dimulai dari awan yang didorong angin.

Dalam buku berjudul “Al-Qur’an Mengungkap Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Modern”, Harun Yahya (2004) mengungkapkan, para ilmuwan yang mengkaji jenis-jenis awan menemukan fenomena yang amat mengejutkan berkenaan dengan formasi gumpalan awan hujan. Gumpalan-gumpalan awan terbentuk berdasarkan susunan udara dan tahap yang amat jelas. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan Allah dalam Al-Qur'an. 

Dalam Al-Qur’an Surat An-Nur [24] : 43, Allah menerangkan, “Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, lalu menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatan olehmu huja keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan, seperti) gunung-gunung. Maka, ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan."

Berdasarkan keterangan Al-Qur’an tersebut, Harun menguraikan tentang tahap pembentukan salah satu awan yaitu kumulonimbus, seperti berikut :

Pertama, digerakkan dengan tiupan angin. Gumpalan awan bergerak bersama oleh tiupan angin.

Kedua, berkumpul. Awan-awan yang kecil (awan cumulus) yang digerakkan oleh angin berkumpul bersama, membentuk gumpalan yang lebih besar.

Ketiga, terhimpun. Apabila awan-awan kecil telah berkumpul, udara yang bergerak ke atas dalam lingkungan awan yang lebih besar bertambah. Udara yang berada dekat dengan pusat awan lebih padat dibanding yang berada di tepi. Udara ini menyebabkan awan berkembang secara menegak sehingga gumpalan awan kelihatan bertumpuk-tumpuk.

Dengan perkembangan tersebut awan cenderung bergerak ke bagian yang lebih sejuk di dalam atmosfer. Tetesan air dan awan terbentuk dan mulai berkembang lebih besar. Apabila tetesan air dan salju ini menjadi lebih berat sehingga tidak bisa disangga oleh udara, akhirnya mereka akan gugur dari gumpalan awan sebagai hujan.

Harus diingat bahwa pakar meteorologi baru mengetahui informasi terperinci mengenai pembentukan hujan, struktur dan fungsinya akhir-akhir ini melalui perlatan canggih seperti pesawat terbang satelit, computer, dan lain-lain. Hal ini menjadi bukti bahwa Allah telah memberikan kepada kita informasi yang tidak diketahui 1500 tahun lalu,”  tegas Harun Yahya.

Subhanallah. Allahu Akbar.

Suparto
#OneDayOnePost
#MisteriAwan

Comments

  1. Hujan, Rezeki. dan penghapus dosa. juga penanda hal-hal buruk untuk kaum yang xxxxx (ntar ada yang tersinggung).

    ReplyDelete
  2. Wawww... Makasih pak parto ilmunya.

    ReplyDelete

Post a Comment