Skip to main content

Posts

Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Tak terasa hari ini kita memasuki bulan Ramadhan 1441 H. Bagi umat Islam, Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk bagi umat manusia, khususnya kaum muslimin, pembeda antara yang haq dan bathil serta penjelasan mengenai petunjuk itu sendiri.  Ramadhan satu-satunya nama bulan yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, di dalamnya terdapat malam yang digambarkan lebih baik dari seribu bulan (lailatul qodar). Bulan yang agung dan berlimpah keberkahan. Itulah Ramadhan. Maka dengan berbagai keistimewaannya inilah kita dianjurkan bergembira dan bersukacita dalam menyambutnya. Sebab kegembiraan menyambut Ramadhan itu juga menjadi salah satu tanda keimanan seorang muslim. Ibarat akan menyambut tamu agung yang dinanti-nanti, maka kita perlu mempersiapkan segalanya dengan senang hati. “ Katakanlah (Muhammad), Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih...

Gitarmu

Getar gitarmu Indah menyentuh

Virus Corona Bikin Kehidupan Merana?

Penyebaran Virus Corona (Covid 19) di Indonesia dalam dua bulan ini kian tidak terkendali.  Korban jiwa yang terus meningkat, menjadi teror menakutkan bagi seluruh warga. Berbagai usaha, cara dan gerakan dilakukan Pemrintah dan semua elemen di negeri ini untuk menghadapi penyebaran Virus Corona. Tapi hasilnya tak menggembirakan, malah menunjukkan tanda yang makin menggila.  Berbagai perintah, seruan, ajakan dan aneka kampanye dilakukan untuk mengajak semua warga di negeri ini bersatu melawan wabah Virus Corona dengan segala cara.  Petunjuk, informasi, penjelasan, dan apapun sebutan untuk menggambarkan tentang jenis, gejala, ciri-ciri maupun cara penularan, kemudian bagaimana pencegahannya diterbitkan dan disebarkan secara masif melalui berbagai media.  Intinya, untuk mencegah laju penyebaran virus mematikan ini diantaranya adalah menjaga kebersihan diri, terutama sering membasuh tangan dengan sabun dan muka, serta meminimalisasi kontak dengan orang lai...

Rasa Kecewa Mendalam Dapat Mematikan Kegairahan Hidup

Jangan Biarkan Kekecewaan Menguras Energi Kehidupan Kita Kecewa,adalah sangat manusiawi. Tidak ada manusia di dunia ini, yang tidak pernah merasa kecewa.  Mulai dari penyebabnya adalah hal-hal sepele, seperti rapor anak jelek, rumah berantakan, di kantor dimarahin Boss, padahal merasa sudah kerja keras. Atau membeli barang, ternyata kualitasnya, tidak seperti diharapkan. Atau mungkin juga tulisan yang kita anggap bagus dan sudah dipersiapkan secara matang, ternyata tidak dilirik pembaca. Rasa kecewa seperti ini, biasanya dalam sehari dua hari, akan pupus dari ingatan kita, karena waktu dan pikiran sudah tersita oleh berbagai kegiatan lainnya. Tetapi rasa kecewa yang mendalam, akan menjadi sesuatu yang sangat membahayakan, bukan hanya diri pribadi, tapi juga akan merembet kepada seisi rumah.  Biasanya yang menjadi penyebabnya adalah hal hal yang dianggap sangat penting bagi kehormatan diri, maupun hal-hal yang mempertaruhkan kredibilitas diri kita. Karena yan...

Konsep Sabar Dalam Psikologi

Seorang  peneliti dari UGM, Subandi, tahun 2011 menerbitkan artikel dengan judul “Sabar: Sebuah Konsep Psikologi”. Perilaku sabar merupakan bagian dari psikologi. Kita biasa mengucapkan kata sabar ketika tengah didera  stresor  atau tekanan tertentu. Sabar juga identik dengan ajaran agama. Di dalam agama, perilaku sabar dianggap mencerminkan akhlak yang baik seseorang karena ia mampu menahan diri dari amarah. Secara harafiah, sabar memiliki makna sebagai perilaku untuk menahan diri dari emosi tertentu, terutama kemarahan. Berikut ringkasan dari konsep sabar : 1.   Pengendalian diri Pengendalian diri merupakan salah satu konsep sabar di dalam perspektif psikologi dimana seseorang akan berusaha mengatur dirinya sendiri sedemikian rupa untuk tetap menjaga kebaikan. Misalnya, seseorang akan menelaah apa yang sebenarnya sedang terjadi dan tidak serta merta melakukan hal yang mungkin bisa saja ceroboh. 2.   Sikap bertahan dalam sit...

Kecewa Sumber Derita

Dalam hidup ini, kita sering mengalami dan berhadapan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan, harapan atau cita-cita. Ketika mengalami keadaan seperti itu maka reaksi spontan yang muncul adalah : kecewa! Kecewa adalah ungkapan rasa akibat harapan dan hasilnya tidak sama. Kalau kita kecewa pada seseorang, itu artinya kita terlalu berharap pada orang tersebut. Sedangkan hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Begitu juga kepada pasangan hidup, teman, atasan, pemerintah dan bahkan Tuhan, jika kenyataan yang dihadapi atau diterima tidak sesuai dengan harapan, yang muncul adalah kekecewaan. Rasa kecewa pada umumnya diekspresikan dalam beragam bentuk, seperti mengumpat, marah, kesal, sedih, malas, benci, dendam, putus asa, sakit hati, dan sebagainya. Ini yang disebut reaksi negatif. Kalau reaksi negatif tersebut dibiarkan, akan berdampak buruk pada orang yang bersangkutan, bahkan bisa kepada orang lain. Kondisi ini sangat membahayakan karena menjadi sumbe...

Aktualisasi Diri

Puncak kebutuhan manusia, seperti yang digambarkan Abraham Maslow dalam bentuk piramida, ternyata sesuatu yang sifatnya jauh dari materi. Sedangkan hal-hal yang sifatnya kebendaan, seperti makan dan minum berada pada lapis terbawah. Puncak kebutuhan yang membuat sosok manusia mencapai derajat kegemilangan itu adalah  aktualisasi diri.  Diri sebagai kesatuan antara ruh dan jasad membutuhkan sebuah perwujudan. Jasad barangkali sudah mewujud menjadi tangan, kaki, wajah, dan lainnya. Akan tetapi ruh, sebagai entitas spiritual manusia, juga membutuhkan perwujudan sesuai dengan kodrat keluhurannya.  Itulah kenapa, manusia-manusia luhur selalu terdengar kualitas rohaninya ketimbang kualitas ragawinya.  Kita sering meremehkan sosok laki-laki tua, yang kurus ceking, berpakaian tradisional, dan pergi kemana-mana menggunakan tongkat. Apa yang bisa dilakukan orang tua semacam itu? Menanggung dirinya pun dia sudah payah, hanya tinggal menunggu ajal.  Tapi lain halny...