Skip to main content

Posts

BELAJAR KE MASJID JOGOKARIYAN

Alhamdulillah. Rasa penasaran yang memunculkan keinginan kuat untuk bisa datang dan merasakan langsung geliat di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, dikabulkan Allah. Pertama, saat bulan Ramadhan 1440 yang lalu, bersama 30 orang jamaah Masjid At-Taqwa Plumbungan Indah, Sragen, kami datang di Masjid Jogokariyan menjelang berbuka puasa. MasyaAllah, kami saksikan pemandangan yang luar biasa. Beberapa ratus meter jalan menuju komplek Masjid sudah dipenuhi manusia yang duduk bersila, di hadapannya berjejer piring berisi nasi yang sudah siap dengan sayur dan lauknya. Mereka menunggu waktu berbuka puasa dan siap menyantapnya. Kami kagum dan penasaran bagaimana menyiapkan ribuan piring dan lain-lain yang begitu rumit, tapi para takmir dibantu ratusan petugas dengan sigap dan ceria melayani jamaah atau tamu yang berdatangan dari penjuru negeri. *** Kedua, kami datang bersama 50 orang  jamaah Ranting Muhammadiyah dan Ranting Aisyiyah Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Ahad, 29 Septemb...

PERISTIWA G30S-PKI DAN SISI GELAP SEJARAH INDONESIA

Peristiwa tragedi Gerakan 30 Sepetember atau dikenal dengan sebutan G30S-PKI, terjadi tanggal 30 September 1965, lebih dari setengah abad yang lalu. Namun sampai sekarang masih menyisakan misteri bagi banyak pihak. Dalam perisitiwa tersebut, beberapa perwira tinggi militer Indonesia diculik dan dibunuh dalam suatu usaha kudeta (pengambilan kekuasaan) yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Seperti kita saksikan dalam sebuah film “Pengkhiantan G 30 S-PKI”. Film ini mengisahkan betapa sadisnya para anggota gerakan 30 September tersebut menculik, menyiksa, dan membunuh para jenderal, yang kemudian dimasukkan ke dalam sebuah sumur di Lubang Buaya. Terlepas dari siapa yang benar dan salah, namun hingga saat ini, nilai kebenaran sejarah September berdarah tersebut masih selalu ramai dipertanyakan dan diperdebatkan. Peristiwa ini pun menjadi sisi gelap dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.   Perstiwa tragedi G 30 S-PKI telah memunculkan ...

Jamaah Pengajian Plumbungan Indah Sragen Baksos Air Bersih

Krisis air bersih yang dialami warga 36 Desa di 7 Kecamatan di Sragen, telah menyentuh hati beberapa pihak untuk membantunya. Puluhan tank air bersih tiap hari disalurkan ke sejumlah desa yang dilanda krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan ini. Beberapa waktu lalu, jamaah Pengajian Kamis Sore dan jamaah Pengajian Al-Hidayah Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, juga telah mengadakan bakti sosial dengan mengirimkan 3 tanki air bersih. Pertama dikirim ke Desa Galeh, Kecamatan Tangen, kedua dan ketiga ke wilayah Kecamatan Jenar (Dukuh Winong dan Dukuh Nadri Desa Dawung). Beberapa warga terlihat sangat senang dengan bantuan air bersih tersebut. Mereka menceritakan, akibat krisis air bersih dalam beberapa hari harus rela tidak mandi.  "Air bersih bantuan ini lebih baik untuk kebutuhan minum dan masak, juga untuk minum hewan peliharaan kami," kata beberapa warga.  Mereka berharap tiap hari ada bantuan air bersih yang disalurkan di d...

Selamat Jalan, Putut H. Pramana

Inna lillahi wainna ilaihi raji'un. Telah dipanggil Sang Khalik, Drs. Putut Handoko Pramana, M.Si, Sabtu (21/9/2019) sekira pukul 18.30 WIB dalam usia 64 tahun setelah menderita sakit beberapa bulan. Almarhum meninggalkan seorang istri (Apriliana Supardini), tiga orang anak (Sasongko Adi WS, Sekar Aprilia D, Tri Utomo Wahyu Jatmiko) dan 4 cucu. Ibu Apriliana, bersama tiga putra-putrinya Foto kenangan Selain dikenal sebagai seorang seniman lukis dan penata artistik terkenal, sebelum meninggal dunia almarhum masih menjadi dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret - UNS Surakarta. Almarhum dikebumikan di Makam Manding, Sragen, berdekatan dengan makam kedua orangtuanya, yakni Bapak Hadi Prayitno dan Ibu Siti Mintarsih.  Berangkat dari rumah duka, Perumahan RC Jalan Tunggulkawung, Ngringo, Palur, Karanganyar, Minggu (22/9) pukul 13.00 dihadiri ratusan pelayat. Terus Berkarya Dekan FSRD UNS, Dr. Rahmanu Widayat, M.Sn, saat ...

Pesan Qurban : Sembelih Angkara Murka

Ribuan umat Islam mengikuti shalat Idul Adha 1440 H di lapangan Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Ahad (11/8/2019). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Fuad Mulyadi Nazir, seorang Widyaiswara di Pemkab Sragen. Dalam khotbahnya, Fuad menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia bisa terwujud salah satunya karena hasil perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raga. "Sebagai negara yang kaya raya, dengan sumber daya alam yang luar biasa, bila dikelola oleh orang-orang yang sadar akan hikmah berqurban, bisa dipastikan tujuan kemerdekaan untuk mensejahterakan rakyat akan terealisasi," kata Fuad. Menurut Fuad, diantara pesan moral ibadah Qurban bagi bangsa Indonesia adalah perlunya menyembelih sifat dan perilaku keserakahan, kesombongan, kerakusan, dan kezaliman. Dengan menyembelih sifat-sifat angkara murka tersebut akan muncul orang-orang yang rela berkurban untuk bangsa dan negara, dalam rangka memperjuangkan cita-cita luhur kemerdekaan Indonesi...

Empat Faktor Munculnya Ketakutan dan Kesedihan

Ketakutan dan kesedihan sebagai sebuah gejala psikologis dan religious, sebenarnya dapat dilacak asal-usulnya melalui pemahaman mengenai sejumlah faktor yang memperpanjang proses ketakutan dan kesedihan tersebut. Menurut M. Ali Rahmatullah (2005), ada empat faktor yang menjadi sumber munculnya ketakutan dan kesedihan. Pertama, ketiadaan atau kurangnya ilmu .  Seseorang yang tiada atau kurang berilmu,  terutama keilmuan agama, akan menderita kesedihan yang panjang. Mereka yang tidak mengetahui hakikat sesuatu akan tersesat dalam segala hal. Manusia lebih sering berprasangka buruk kepada Allah karena kurangnya ilmu pengetahuan keagamaan. Contohnya, ketika seseorang ditimpa penyakit, kebanyakan manusia menganggapnya suatu siksaan baginya, padahal itu tidak seluruhnya benar. Dalam beberapa  nash  agama diterangkan bahwa penyakit itu sebenarnya ujian bagi manusia, yang dengan penyakit itu Allah berkehendak mengangkat derajatnya dan mengampu...

WARGA PLUMBUNGAN INDAH SRAGEN KERJA BHAKTI SAMBUT TUJUHBELASAN

SRAGEN – Warga RT.26/RW.08 Plumbungan Indah, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Minggu (14/7/2019) mengadakan kerja bhakti bersama. Menurut Ketua RT.26 Plumbungan, Bambang Kardoyo, kegiatan tersebut selain untuk memperbaiki fasilitas umum dan memperindah lingkungan kampung juga dalam rangka menyambut peringatan 74 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.   “Dalam rangka menyambut peringatan 74 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kami segenap warga memanfaatkan momen ini dengan kerja bhakti untuk memperbaiki fasilitas umum sekaligus memperindah lingkungan kampung,” kata Bambang Kardoyo. Sejak pagi ketua RT bersama puluhan warganya terlihat merapikan ranting pohon, mengecor jalan masuk gang yang mulai mengelupas, dan mengecat lis jalan. Mereka nampak guyub rukun dalam suasana kebersamaan dan canda ria. “Alhamdulillah. Meski peringatan tujuhbelasan masih agak lama, tetapi greget warga untuk menyambutnya sudah terlihat sejak sekarang,” tambah Bam...