Skip to main content

Posts

Tanggal Tua Tetap Ceria

Tanggal tua, seperti kebanyakan orang, menjadi saat penuh derita. Duit di dompet tak lagi terlihat, sedangkan kebutuhan hidup terus meningkat.  Di tengah situasi serba susah, tiba-tiba dapat kiriman dari teman beberapa paket humor pengusir stress.  Lumayan, bisa sejenak melupakan  penyakit menahun di tanggal tua. Merubah derita menjadi ceria. Tapi, saat menikmati beberapa kiriman paket humor penglipur lara itu, saya jadi senyum-senyum dan ngakak sendiri. Lho, gimana. Gawat, malah tambah stres ini.... 

Proses Memaafkan Menurut Al-Qur'an

Manajemen diri dalam proses memaafkan menurut Al-Qur’an Ketika ada orang lain yang menyakiti hati kita, secara tidak sadar kita langsung marah. Terjadi perubahan emosi menjadi emosi negatif dalam diri kita terhadap seseorang atau peristiwa tertentu.  Oleh sebab itu, dalam proses memaafkan terlebih dulu seseorang harus dapat mengalahkan amarahnya. Dalam surat Ali-Imran[3] : 133 disebutkan, “Dan bersegeralah kamu pada ampunan Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang yang bertaqwa. Yaitu orang yang berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan kesalahan orang lain.” Di dalam ayat tersebut ada tiga fase sikap, yaitu : Menahan amarah Di dalam fase ini, di dalam hati ada keinginan bereaksi kepada orang lain yang berbuat salah, namun ia menahan reaksi tersebut dan di dalam hatinya masih ada perasaan tidak tenang.  Dalam sebuah hadist riwayat Abu Hurai...

Sumpah Pemuda

Hari ini, Minggu, 28 Oktober 2018 diperingati 90 Tahun Sumpah Pemuda.   Sumpah Pemuda  adalah satu tonggak utama dalam sejarah  pergerakan kemerdekaan Indonesia . Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara  Indonesia . Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan  Kongres Pemuda Kedua  yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di  Batavia  (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan". Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya. Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum ...

Bahagia Dengan Memaafkan Orang Lain

Diantara ciri orang bertaqwa adalah mampu menahan amarah dan mau memafkan kesalahan orang lain. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran [3]: 134. Perintah Allah agar memaafkan orang lain itu ternyata untuk kebahagiaan bagi yang bersangkutan. Berikut penjelasannya.  Jika kita menyimpan dan memendam kemarahan, dendam, dan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, maka sebenarnya kita sedang membawa beban kebusukan dihati kita. Akan ada perasaan berat, tertekan, juga kegalauan menyelimuti hati kita. Dan ini adalah suatu penyakit hati. Oleh karena itu, dengan menjadi pemaaf, maka diri kita telah memusnahkan hasrat permusuhan yang merupakan sifat-sifat setan. Orang yang bersikap pemaaf akan menemukan kemuliaan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tapi syaratnya, orang yang memaafkan itu harus menghapus bekas-bekas luka di hatinya. Bukanlah memaafkan namanya, apabila masih tersisa bekas luka itu di dalam hati, bila masih ada dendam yang membara.  Menutup p...

3 Syarat Hidup Bahagia Dengan Iman dan Amal Shalih

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman  :"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. "(QS. An Nahl[16] : 97). Menurut Abu Nabilah Al Makassary (2011), yang dimaksud dengan amalan shalih adalah amalan kebaikan yang didalamnya mengandung tiga perkara yaitu: 1. Sesuai dengan petunjuk Nabi SAW. Firman Allah SWT.   "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah."   (QS. Al Hasyr[59]:7). 2. Hendaknya ikhlas, semata-mata karena Allah SWT Allah berfirman :  "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan (ikhlas) kepada-Nya semata-mata (karena) menjalankan agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan ya...

Komunikasi Politik Untuk Raih Sukses Pemilu

Partai politik (parpol) dan Calon anggota legislatif (Caleg) yang ingin meraih sukses pada Pemilu, perlu membangun komunikasi politik yang baik. Politik sebagai sarana merealisasikan tujuan bersama, tidak mungkin lepas dari komunikasi politik diantara pihak-pihak yang terlibat didalamnya. Pernyataan tersebut disampaikan Moh. Yulianto, S.Sos, M.Si, dosen FISIP UNDIP Semarang saat memberikan materi pada Sarasehan Komunikasi Politik di ruang Sukowati Setda Sragen beberapa waktu lalu. Menurut Yulianto, peran komunikasi politik sebagai sarana membangun demokrasi yang sehat ditentukan oleh beberapa pendekatan. Pertama , pendekatan linguistik, yang berkaitan dengan pemakaian bahasa politik para aktor yang akan disimak publik. Kedua,  pendekatan fungsional, menyangkut dinamika politik yang ditentukan oleh media komunikasi serta dampak dan pengaruhnya, seperti  fenomena iklan politik. Ketiga,  pendekatan soal lingkungan, yang dipengaruhi oleh relasi antara sistem polit...

Tiga Hal Perusak Kehidupan Manusia

Ada tiga faktor perusak kehidupan umat manusia yang perlu diwaspadai. Hal ini sesuai peringatan Rasulullah SAW dalam hadits, " Ada tiga hal yang merusak, hawa nafsu yang diikuti, kekikiran yang ditaati, dan bangga terhadap dirinya sendiri ."(HR. Thabrani).  1. Hawa Nafsu Yang Diikuti     Setiap orang punya nafsu ingin kaya, kedudukan yang tinggi, dan nafsu seksual. Kalau nafsu itu diarahkan dengan baik sesuai ketentuan dan norma, insya Allah akan berbuah kebaikan. Namun jika diikuti tanpa kendali kemudian melanggar aturan yang ditetapkan Allah, maka akan menimbulkan kerusakan pada kehidupan manusia.  " Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkan  sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?." ...