Skip to main content

Posts

Apa Enaknya Hidup Bersama Al-Quran

Ketika membaca judul buku "Al-Quran Kitab Zaman Kita" karya Syaikh Muhammad Al-Ghazali (2008), muncul beberapa pertanyaan dalam diri saya. Apa yang dimaksud dengan judul tersebut? Bukankah Al-Quran itu Wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril 1500 tahun yang lalu? Apa relevansinya dengan zaman kita? Dan berbagai pertanyaan lain. Namun setelah membaca sekilas isinya, beberapa pertanyaan itu mulai terjawab. Pertama , yang dimaksud dalam judul buku tersebut adalah "mengaplikasikan pesan kitab suci dalam konteks masa kini." Kedua , meski Al-Quran turun sejak 15 abad yang lalu, namun kitab suci umat Islam ini merupakan petunjuk bagi umat manusia. Seperti diterangkan di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah [2] : 185, "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)..." Ketiga , Al-Quran adal...

7 Cara Menghindari Hidup Ruwet

Dalam aktivitas sehari-hari, kita sering terjebak dalam situasi ketidakpastian, terburu-buru dan penuh ketegangan. Mau cari pulpen saja misalnya, sampai berjam-jam tidak ketemu karena lupa menaruhnya. Begitu juga hal penting lainnya, seharusnya kita bisa cepat melakukannya tetapi mendadak  pikiran menjadi buntu. Akibatnya,  hidup menjadi serba ruwet, bingung, kacau, berantakan, jengkel, marah dan stres. Itu semua karena ulah diri sendiri yang tidak memiliki sikap teratur dalam menjalani aktivitas. Nah, untuk menghindari hal tersebut,  7 cara berikut bisa dicoba. Metode ini saya olah dari buku karya Kate Keenan (1996) berjudul Pedoman Manajemen Pengaturan Diri Sendiri . 1. Gunakan buku harian sebagai sistem pencatatan informasi. Buku ini untuk mencatat hal-hal penting yang perlu dilakukan dan apapun yang terjadi. Dengan cara ini Anda tidak lagi harus mengaduk-aduk tas mencari catatan di balik amplop. 2. Biasakan segalanya selalu rapi. Ini akan membantu Anda men...

Manajemen Keseimbangan Hidup

Untuk menciptakan keseimbangan hidup, ada tiga bidang kehidupan yang harus dapat berjalan dengan baik. Ketiganya adalah kehidupan kerja, kehidupan rumah tangga, dan kehidupan pribadi. Hal itu diuraikan Kate Keenan (1996) dalam bukunya berjudul Pedoman Manajemen Pengaturan Diri Sendiri. Menurut Kate Keenan, kalau kita dapat mengatasi dua diantara ketiga bidang tersebut setiap saat, itu sudah bisa dianggap cukup berhasil. Tetapi jika dua bidang atau lebih diantaranya menimbulkan masalah, kita mungkin akan menghabiskan hampir seluruh tenaga untuk mengatasi masalah. Jika itu yang terjadi, kita hanya tinggal  mempunyai sedikit waktu untuk diri sendiri. Akibatnya, semakin berkurang lagi waktu yang tersedia untuk meninjau kembali cara kita dalam mengatur diri. Dengan gambaran tersebut, kita perlu meninjau ulang apa yang selama ini kita jalani. Dalam kajian Kate Keenan, hampir semua orang cenderung memikul terlalu banyak tanggungjawab. Banyak diantara mereka yang mau menerima t...

Dahsyatnya Air Putih Untuk Kesehatan

As'adi Muhammad (2013) dalam bukunya berjudul "Kedahsyatan Air Putih untuk Ragam Terapi Kesehatan" (Cetakan ke XI) menyatakan, Air merupakan komponen esensial yang tidak bisa disintesa oleh tubuh sehingga air harus diperoleh dari luar tubuh. Karena fungsi air yang sangat penting bagi tubuh inilah maka tubuh harus memperoleh air dalam dosis yang cukup setiap hari. Menurut As'adi, jika kadar cairan, khususnya air, dalam tubuh rendah, maka sel-sel tubuh juga akan kekurangan air. Akibatnya, sebagian besar dari berat tubuh kita akan dipindahkan ke tempurung / rangka tubuh sebelah luar. Kita mungkin sudah pernah merasakan akibatnya di  bagian punggung atau leher, seperti muncul rasa sakit dan pembengkakan. "Dari penelitian terbukti bahwa air putih juga mampu menangkal beberapa penyakit kanker, termasuk kanker payudara, karena pada dasarnya terapi air putih ini bersifat sebagai anti penuaan, anti oksidan dan juga anti kanker.  Selain itu, air putih ini mampu ...

Pertanyaan Tak Butuh Jawaban

Biasanya, orang bertanya kepada orang lain itu ingin mendapatkan jawaban sesuai keinginan penanya.  Tujuan bertanya diantaranya juga untuk menggali  dan memperoleh informasi dari orang yang ditanya. Namun dalam hubungan sosial, saya justru menemukan fakta yang berbeda. Banyak orang yang bertanya tapi tidak butuh jawaban. Awalnya mereka bertanya, setelah  dijawab, ternyata pertanyaan itu hanya basa-basi. Yang terjadi kemudian adalah retorika belaka! Berikut kisahnya. *** ( 1 ) Kang Marno , seorang PNS yang dikenal rajin, dengan senyum sumringah  suatu pagi mendekati saya dan bertanya.  "Pak. Jenengan  kemarin apa menghadiri acara pelantikan pejabat struktural di Rumah Dinas Bupati?" "Nggak, Mas," jawab saya singkat.  "Tapi siapa-siapa saja yang dilantik, tahu kan?" Saya hanya menggelengkan kepala.  "Wah, kemarin itu ternyata banyak wajah baru yang dilantik." Kang Marno meneruskan omongannya. "Contoh...

Sumber Getaran Hati

Agus Musthofa dalam bukunya berjudul  Pusaran Energi Ka’bah  (2003), menyebut hati atau jantung manusia bagaikan sebuah tabung resonansi gitar. Agus menjelaskan bahwa resonansi adalah penularan getaran kepada benda lain. Artinya, jika kita menggetarkan satu benda, lantas ada benda lain yang ikut bergetar, maka dikatakan benda lain tersebut terkena resonansi alias tertular getaran frekuensi. Setiap kita berbuat sesuatu, baik itu pada taraf berpikir maupun berbuat, selalu terjadi getaran di hati kita. Getaran tersebut bisa kasar, bisa juga lembut. Bergantung darimana getaran itu muncul. Ketika kita gembira, hati kita bergetar. Ketika sedang bersedih, hati kita juga bergetar. Ketika marah, hati kita pun bergetar. Secara umum, getaran tersebut berasal dari dua sumber. Hawa Nafsu dan Getaran Ilahiah. Hawa Nafsu adalah keinginan untuk melampiaskan segala kebutuhan diri. Getarannya cenderung kasar dan bergejolak-gejolak tidak beraturan. Dalam tinjauan ilmu Fisika, ge...

Selamat Di Kolong Tempat Tidur

Sabtu (10/3/2018) sekira pukul 12.00, nasib buruk menimpa Hadi Suwarno. Siang itu pria berusia 67 tahun ini tengah santai sendirian di rumahnya, Dukuh Salam RT.12 Desa Saren Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Tetiba datang angin kencang dengan suara gemuruh langsung menghajar tempat tinggalnya. Mengetahui rumah yang sudah reyot ini bergoyang, dia segera beranjak dari tempat duduknya. Saat dia bersiap keluar rumah untuk menyelamatkan diri, goyangan rumahnya kian keras seperti mau roboh. Dengan gerakan refleks Mbah Hadi langsung berlindung di bawah Amben (tempat tidur). Beberapa detik kemudian, rumah berukuran 8X12 meter persegi itu  pun ambruk rata dengan tanah. Para tetangga yang mendengar suara rumah roboh berdatangan ke tempat kejadian untuk memberikan pertolongan. Mereka melihat Mbah Hadi keluar dari persembunyian kolong tempat tidur di tengah puing-puing rumahnya yang sudah tak berbentuk. Dia selamat tanpa cidera. Mbah Hadi segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman...