Skip to main content

Posts

Pengaruh Motivasi, Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Karyawan

Dari keseluruhan sumber daya yang tersedia dalam suatu organisasi, baik organisasi swasta maupun pemerintah, sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang sangat menentukan untuk mencapai tujuan organisasi. Memang faktor-faktor yang lain seperti teknologi, modal, metode kerja modern juga penting, tetapi manusia tetap memiliki kedudukan yang paling sentral dan menentukan, karena manusia jugalah yang akan bertindak sebagai pengelola dan pelaksana sesuai bidangnya masing-masing. Keberhasilan pengelolaan orgasisasi sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia. Oleh karena itu sumber daya manusia harus lebih diperhatikan daripada faktor yang lain. Betapa bagusnya perumusan tujuan dan rencana organisasi, agaknya hanya akan sia-sia belaka jika unsur sumber daya manusia tidak diperhatikan, apalagi kalau diterlantarkan. Karena manusia merupakan faktor yang sangat menentukan dalam mencapai tujuan organisasi, maka karyawan yang ada jangan hanya dijadikan sebag...

Cara Kreatif Melawan Si Otak Kadal

Pernahkah, ketika kita merasa sedang menemukan ide brillian, ide itu justru cuma nempel sebatas angan-angan? Kita merasa ngga berani mewujudkan ide brilian itu. Takut dan menjadi tidak percaya diri ketika mau merealisasikan ide tersebut.  Awalnya, semangat kita membara, namun ketika mau dieksekusi, pelan-pelan semangat itu mengendur. Seperti ada sesuatu yang membisiki kita dengan kalimat-kalimat yang bikin pesimis, ragu, dan mengancam rasa aman kita.  "Jangan lakukan itu, nanti kamu rugi!" "Jangan bertindak, pasti kamu gagal!" "Awas, jika kamu berbuat seperti itu, orang akan menertawakanmu!" Kata-kata semacam itulah yang akan dibisikkan jika kita berniat melakukan sesuatu yang keluar dari zona nyaman kita.  Sang Pembisik itu, bernama Si Otak Kadal .  Menurut Seth Godin , pengarang buku Linchpin , otak kadal itu bukan sekedar konsep, tapi memang nyata di otak kita masing-masing. Dalam ilmu biologi, dia disebut sebagai amygdala ( Wahyu Aditya...

Apakah Kreatif Itu Harus Tampil Beda?

Kalau kita mendengar kata “kreatif” yang terbayang adalah sebuah tampilan berbeda dari biasanya. Sesuatu yang baru, hal-hal “nyleneh” dan unik. Tapi sesuatu yang nampak beda, unik atau baru, belum tentu disebut kreatif. Kreatif, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, berarti memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; atau bersifat (mengandung) daya cipta. Sedangkan kata kreativitas artinya kemampuan untuk mencipta. Contohnya, pekerjaan yang kreatif, artinya pekerjaan yang menghendaki kecerdasan dan imajinasi.  Philip Plus (2008) mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk menempatkan sejumlah objek yang ada dan mengombinasikannya menjadi bentuk yang berbeda untuk tujuan-tujuan yang baru.  Dengan pengertian di atas, kreativitas meliputi tiga hal.  Pertama , kreativitas merupakan kemampuan ( ability ) untuk membayangkan atau menemukan sesuatu hal yang baru.  Kedua , kreativitas merupakan sikap ( attitude ) yaitu kemampuan...

KOTHEKAN LESUNG TANDAI PERGANTIAN TAHUN

Selama ini, perayaan detik-detik pergantian tahun baru masehi yang dilakukan oleh hampir semua Pemerintah Daerah di Indonesia, identik dengan pesta kembang api. Tapi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen tahun ini sangat berbeda. Perayaan pergantian tahun yang dikemas dalam acara “Gebyar Tahun Baru 2018” tidak ada pesta kembang api. Acara detik-detik pergatian tahun yang berlangsung pukul 23.45-00.15 di Alun-alun Sasana Langen Putra ini justru ditandai dengan Kothekan   Lesung – pemukulan alat tradisional petani untuk menumbuk padi. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengawali pemukulan Lesun g dengan Alu , diikuti oleh   Wakil Bupati, Dedi Endriyatno, Sekda Tatag Prabawanto bersama-sama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen. Suara Lesung Jumengglung yang menandai pergantian tahun dari 2017 ke 2018, membahana memenuhi Alun-alun yang dipadati ribuan warga. Sebelum prosesi pemukulan lesung, di Alun-alun juga digelar pen...

Refleksi Tahun 2017 (Part 7)

Resolusi Keenam : Melaksanakan Tugas/Kewajiban Lebih Disiplin/Tertib Banyak tugas, kewajiban, amanah dan peran yang harus saya jalankan sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga. Hal ini memerlukan perencanaan matang dan penjadwalan secara ketat agar efisien dan efektif. Terutama untuk tiga bidang atau lingkungan, yakni di lingkup kedinasan, organisasi dan lingkungan keluarga. Lingkungan Kedinasan Alhamdulillah, dengan segala kekurangan yang ada, bisa melaksanakan tugas sebagai anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Buana Asri milik Pemerintah Kabupaten Sragen hingga akhir tahun 2017 dari masa kerja lima tahun sejak awal 2013. Selama masa kerja lima tahun, banyak hal bisa saya lakukan untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kinerja radio. Beberapa prestasi diraih, dan keberadaan dan kiprah LPPL Radio Buana Asri makin diperhitungkan oleh seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sragen. Setelah berakhirnya masa tugas, karena m...

Refleksi Tahun 2017 (Part 6)

Resolusi Kelima : Menyusun Naskah Panduan Pelatihan Jurnalistik Pengalaman menjadi kontributor freelance di website Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, di awal tahun saya berniat berbagi ilmu dan memberikan pelatihan bagi karyawan Pemkab maupun kelompok lain yang membutuhkan.  Beberapa kali saya dihubungi salah seorang pejabat Pemkab Sragen untuk memberikan materi kepenulisan praktis, terutama jurnalistik ringan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN, dulu bernama Pegawai Negeri Sipil/PNS).  "Teman-teman ASN itu kalau diminta membuat tulisan tentang kegiatan di lingkungan kerjanya, nggak  pernah beres.  Makanya mereka perlu dilatih," katanya.   Saya menyambut dengan senang hati permintaan pejabat tersebut. Saya sudah menyangupi, tapi belum terealisasi karena beberapa kendala, baik waktu maupun teknis.  Di tengah situasi ketidakpastian kapan bisa memberikan pelatihan tersebut, dalam rentang waktu enam bulan di tahun 2017 saya mendapat tawaran...

Refleksi Tahun 2017 (Part 5)

Resolusi Keempat : Membaca Buku-Buku Koleksi Pribadi Yang Belum Tuntas Kegemaran saya berburu buku untuk memenuhi minat baca, kadang menciptakan kondisi yang ironis. Banyak buku yang saya beli sekian tahun, tapi belum juga tuntas terbaca. Bahkan ada beberapa buku yang masih utuh terbungkus plastik, alias belum tersentuh untuk dibaca.  Sebagai salah satu sumber informasi, sumber ilmu, sumber inspirasi dan memacu motivasi. kalau sampai dibiarkan dan terabaikan, sunggguh terlalu. Itulah yang membuat saya tergugah untuk menuliskan salah satu Resolusi 2017 adalah menuntaskan baca buku-buku tersebut.  Tapi apa daya, hingga empat bulan berjalan, keinginan itu tinggal keinginan. Belum ada progres berarti. Ditengah kegaulan itu, tak disangka ada program menantang yang dicanangkan oleh Group One Day One Post (ODOP). Namanya Reading Challenge Odop (RCO).  Program RCO ini mewajibkan setiap anggota peserta untuk membaca tiap hari dan melaporkan berapa jumlah halaman yang dib...