Skip to main content

Posts

BIJAK DAN TABAH MENGHADAPI MUSIBAH

  Secara harfiyah musibah artinya mengenai, menimpa atau membinasakan. Musibah adalah kejadian apa saja yang menimpa manusia yang tidak dikehendakinya. Kita sepakat bahwa tidak ada satupun dari kita yang menghendaki musibah gempa bumi dan gelombang Tsunami, tanah longsor, wabah penyakit dll. Musibah telah terjadi, meskipun kita tidak menghendakinya tetap dan mungkin akan terjadi lagi, bahkan yang lebih besar dan lebih dahsyat. Musibah bisa dikelompokkan dengan dua sudut pandang. Musibah bisa disebut sebagai ujian jika orang atau masyarakat yang tertimpa musibah adalah mereka yang baik, shaleh atau taat kepada Allah swt, hal ini dinyatakan dalam firman Allah swt: Sungguh, Kami akan menguji kamu berupa sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya”. Mereka itu...

BAGAIMANA MENYIKAPI TAKDIR BURUK (Resep dari Ibnul Qayyim)

Oleh Ustadz Sa’id Abu Ukkasyah Bukanlah yang dimaksud dengan kata takdir dalam frasa “takdir buruk” pada judul di atas adalah perbuatan Allah menakdirkan suatu peristiwa. Karena Allah Maha Indah, baik dzat, nama, sifat, maupun perbuatan-Nya. Allah Maha Indah ditinjau dari segala sisi. Tidak ada satupun keburukan yang terdapat pada diri Allah. Tidak boleh satupun keburukan disandarkan kepada dzat, nama, sifat, maupun perbuatan-Nya.  Apakah yang dimaksud dengan Takdir Buruk? Maksudnya adalah peristiwa pahit yang Allah takdirkan terjadi pada makhluk-Nya. Dalam menjalani kehidupan terkadang seorang mukmin menghadapi takdir yang baik, yaitu peristiwa yang menyenangkan dirinya. Sebagai contoh, seorang menikah, berhasil melakukan kebaikan, dan mendapatkan keuntungan dalam bisnisnya yang halal. Ini adalah takdir baik dan menggembirakan. Tips Menghadapi Takdir Yang Buruk Namun, terkadang dalam hidupnya seorang mukmin harus menghadapi takdir yang buruk, misalnya sakit keras, ...

MERAIH KEBERUNTUNGAN BERDASAR AL-QUR'AN

  Semua orang sepakat bahwa dalam hidupnya selalu menginginkan keberuntungan. Lantas kalau ditanya siapakah sebenarnya orang yang beruntung itu? Boleh jadi beberapa orang akan menjawab berbeda-beda, tergantung mengartikan kata beruntung itu apa. Ada yang bilang orang yang beruntung ialah orang yang memiliki harta yang banyak, rumah mewah lagi megah, anak yang ditinggalkan harta warisan yang banyak, itulah orang-orang yang beruntung. Ada juga yang bilang orang yang dapat undian dan kaya mendadak. Masih banyak yang beranggapan bahwa keberuntungan berarti kaya harta. Di dalam Al-Quran ada 23 ayat yang menyebut kata 'beruntung' di kalimat terakhirnya. “Tuflihun dan muflihun"... lahum muflihun…. La’allakum tuflihun…”   Al-Qur'an adalah kalam Allah Swt, artinya ini janji Allah Swt memberi keberuntungan kepada kita. Dan janji Allah itu pasti akan ditepai, pasti terjadi. Ini harus mnjdi keyakinan kita sebagai orang yang beriman.   Dari banyak kalam Al-Qur'an untuk meraih k...