Mendengar atau membaca ungkapan ‘Zaman Edan’, ingatan kita langsung tertuju pada sosok Raden Ngabehi Ranggawarsita ( lidah orang Jawa biasanya mengucap Ronggowarsito ). Pujangga Keraton Surakarta (1802-1873) ini terkenal dengan salah satu karyanya berjudul ‘ Serat Kalatidha’ yang berarti ‘Zaman Keraguan’. Di dalam Serat Kalatidha yang terdiri dari 12 bait syair tersebut, terdapat sebuah bait yang hingga sekarang masih relevan untuk dibicarakan. Bunyi syair tersebut adalah : Amenangi Zaman Edan Ewuh aya ing pambudi Melu edan nora tahan Yen tan melu anglakoni Boya keduman melik Kaliren wekasanipun Ndilalah kersa Allah Begja begjane wong kang lali Luwih begja wong kang eling lan waspada. Maknanya: Menyaksikan Zaman Edan (Gila) Serba susah dalam bertindak (serba ragu-ragu) Ikut edan tidak akan tahan Tapi kalau tidak ikut edan Tidak akan mendapat bagian Kelaparan pada akhirnya Namun telah menjadi kehendak All...