Skip to main content

Posts

Sang Otodidak

tak kenal lelah  terus bereksperimen

Bekal New Normal

Menjelang pemberlakuan New Normal dalam pencegahan penyebaran wabah pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang belum jelas arahnya, muncul berbagai respon di tengah masyarakat, baik positif maupun negatif. Ada yang optimis, ada yang pesimis. Banyak pula yang tambah bingung.  Apa pun yang terjadi, saya selalu bersikap husnuzan (berprasangka baik), dan berpikir positif. Semua pasti ada hikmahnya.  Salah satu cara yang saya lakukan agar tetap normal (waras) adalah membaca buku ini : Quantun Change.  Semoga bisa menjadi bekal untuk menghadapi setiap perubahan. Karena sesuatu yang tetap dalam hidup ini adalah perubahan. Perubahan memang belum tentu membawa perbaikan. Tetapi untuk bisa menjadi lebih baik, harus ada perubahan.    (Suparto, 31052020)

Keyakinan Tanpa Batas

Dalam waktu sehari semalam kita banyak memohon kepada Allah. Namun apakah permohonan itu disertai dengan penuh keyakinan, kepercayaan atau keimanan? Amru Khalid (2008) dalam bukunya "Quantum Change" menyatakan, setiap permohonan kepada Allah harus dilandasi dengan kepercayaan tanpa batas, keyakinan yang tidak terkait dengan hasil. Artinya, kita percaya kepada pemberian Allah tanpa meragukan kemampuan dan kehendak-Nya. Percaya dan yakin kepada Allah tidak ada hubungannya dengan hasil yang ingin dicapai. Kita yakin kepada Allah, karena   Dialah Yang Maha Kuasa, Maha Mengawasi, Maha Mengalahkan dan Memaksa.  Seluruh alam ini berada dalam genggaman-Nya dan dapat dibolak-balikkan sekehendak-Nya.  Secara umum, keyakinan manusia dipengaruhi oleh perubahan dan keadaan yang ada. Sedangkan bagi orang beriman keyakinannya kepada Allah akan menguat dan semakin teguh, ketika musibah dan kesulitan yang dihadapinya kian bertambah. Mereka berkata, "aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah....

Rumah Menjadi Sekolah

Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2020 kita lalui dalam suasana duka akibat musibah wabah Virus Corona. Sebagian besar fasilitas umum tak terkecuali gedung sekolah sudah dua bulan ditutup rapat sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus yang menjadi pandemi global ini. Tagar #JagaKebersihan #PakaiMasker #JagaJarak dan #DirumahAja menjadi menu harian. Menjadi mantra yang terus terucap. Akibat Corona, kini, rumah menjadi sekolah bagi semua orang. 

Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Tak terasa hari ini kita memasuki bulan Ramadhan 1441 H. Bagi umat Islam, Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk bagi umat manusia, khususnya kaum muslimin, pembeda antara yang haq dan bathil serta penjelasan mengenai petunjuk itu sendiri.  Ramadhan satu-satunya nama bulan yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, di dalamnya terdapat malam yang digambarkan lebih baik dari seribu bulan (lailatul qodar). Bulan yang agung dan berlimpah keberkahan. Itulah Ramadhan. Maka dengan berbagai keistimewaannya inilah kita dianjurkan bergembira dan bersukacita dalam menyambutnya. Sebab kegembiraan menyambut Ramadhan itu juga menjadi salah satu tanda keimanan seorang muslim. Ibarat akan menyambut tamu agung yang dinanti-nanti, maka kita perlu mempersiapkan segalanya dengan senang hati. “ Katakanlah (Muhammad), Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih...

Gitarmu

Getar gitarmu Indah menyentuh

Virus Corona Bikin Kehidupan Merana?

Penyebaran Virus Corona (Covid 19) di Indonesia dalam dua bulan ini kian tidak terkendali.  Korban jiwa yang terus meningkat, menjadi teror menakutkan bagi seluruh warga. Berbagai usaha, cara dan gerakan dilakukan Pemrintah dan semua elemen di negeri ini untuk menghadapi penyebaran Virus Corona. Tapi hasilnya tak menggembirakan, malah menunjukkan tanda yang makin menggila.  Berbagai perintah, seruan, ajakan dan aneka kampanye dilakukan untuk mengajak semua warga di negeri ini bersatu melawan wabah Virus Corona dengan segala cara.  Petunjuk, informasi, penjelasan, dan apapun sebutan untuk menggambarkan tentang jenis, gejala, ciri-ciri maupun cara penularan, kemudian bagaimana pencegahannya diterbitkan dan disebarkan secara masif melalui berbagai media.  Intinya, untuk mencegah laju penyebaran virus mematikan ini diantaranya adalah menjaga kebersihan diri, terutama sering membasuh tangan dengan sabun dan muka, serta meminimalisasi kontak dengan orang lai...