Skip to main content

Posts

Tak Sekadar Berburu Hadiah

Hari Ahad (16/9/2018),  saya bersama istri ikut jalan sehat di kawasan Technopark Sragen. Kegiatan untuk memperingati HUT Merger BPR Karangmalang dan BKK Tanon yg dirangkai dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) itu diikuti ribuan peserta, menempuh jarak sekitar 4 kilometer. Pengibaran bendera Start pemberangkatan peserta gerak jalan santai dilakukan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Sudah berpuluh kali ikut kegiatan seperti ini, awalnya niat saya adalah ingin berburu hadiah menggiurkan yang disediakan panitia. Meski berbagai hadiah itu tidak pernah nyangkut, nyatanya saya tak lelah berusaha. Siapa tahu suatu saat nasib mujur menghampiri saya. Akhirnya saya sadar. Kalau ikut jalan sehat, sepeda santai dan event2 lain, niat saya hanya ingin berburu hadiah berupa mobil, motor, kulkas, mesin cuci, sepeda gunung, kompor gas, dan sebagainya - jika itu semua nihil -  pasti saya kecewa. Saya kemudian merubah niat. Tak sekedar berburu hadiah, tapi l...

Hanya Soal Waktu

Saat kita masih dalam perjalanan Jaga keseimbangan dan pertahanan Meski banyak lubang dan rintangan Terus melaju sampai tujuan Ketika berada pada gelapnya malam Ikuti saja detik dan menit yang terus berjalan Di ujung lorong waktu sana Cahaya terang pasti datang Kala kepahitan hidup terus menekan Hadapi kenyataan dengan lapang dada Tetap semangat penuh asa Allah sudah sediakan jalan terbaik-Nya Jika kita diejek dan dihina Tak perlu marah dan kecewa Pasti ada hikmah dibaliknya Antarkan kita ke derajat mulia Saat sakit menyerang badan Nikmati dengan kesabaran dan keikhlasan Setel erangan jadi dzikir kepasrahan Beban berat pun terasa ringan Semua hanya soal waktu Suparto #TetapSemangat #TerusBerkarya

Walau Hanya Setetes Darah

Demi rasa kemanusiaan Meringankan derita sesama Yang terkulai tak berdaya Kurelakan darah ini disedot untuknya Tak peduli siapa mereka dan apa latarbelakangnya Hari ini sejak 36 tahun lalu Genap 94 kali darah segar ini mengalir dari tubuhku Memenuhi kantong dan berpindah ke tubuh para insan yang tak pernah kukenalnya Allah Yang Maha Kuasa Augerahkan darah di tubuh manusia Yang terus mengalir sepanjang hayatnya Menjadi zat vital yang tak tergantikan Jika sirkulasi itu tak berjalan semestinya Tubuh manusia tak lagi punya kekuatan  Untuk menyelamatkan dari ancaman kematian Hanya bisa diganti lewat donor darah sesama Suparto #DonorDarahSukarela #SelamatkanJiwaSesama 

Berubah Di Tahun Baru Hijriyah

Ada ungkapan berbunyi, "perubahan belum tentu membawa perbaikan. Tetapi untuk menjadi baik, kita harus melakukan perubahan." Ungkapan tersebut sangat pas jika dikaitkan dengan momen umat Islam menyambut Tahun Baru Hijriyah. Dalam konteks sejarah, syariat,  filosofi maupun semangat perjuangan, tahun baru Hijriyah memberikan banyak pesan makna perubahan. Perubahan dari kondisi dan situasi yang tidak kondusif menuju era baru penuh harapan. Dari perilaku berlumur dosa menjadi manusia dengan akhlak yang mulia. Berubah dari kebiasaan buruk dan stagnan kepada semangat hidup yang produktif. Dan masih banyak lagi, yang intinya perubahan kearah yang lebih baik. Nabi Muhammad SAW berpesan, "barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin, dia mendapat keberuntungan. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin, dia termasuk rugi. Barangsiapa siapa yang hari ini lebih jelek daripada kemarin, dia menjadi orang yang celaka." Itulah substansi menyambut tahun baru ...

TUJUH PENYAKIT YANG MENGHANCURKAN UMAT

Ada 7 penyakit yang perlu diwaspadai karena bisa menghancurkan umat (Ahmad Yani, 2014).  Hal ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW, "Penyakit umat-umat (lain) akan menimpa umatku, (yaitu) meningkari nikmat, sombong, bermegah-megahan, bermusuhan dalam (perkara) dunia, saling mendengki, dan saling membenci sehingga melampaui batas." (HR. Hakim).  Dari Hadits Nabi Muhammad SAW tersebut, harus kita jadikan peringatan agar terhindar dari kehancuran umat.  Beberapa ayat Al-Qur'an berikut ini juga menguatkan hadits di atas.   1. Mengingkari Nikmat   Hati-hatilah, mengingkari nikmat itu merupakan penyakit berhahaya karena bisa mendatangkan siksa Allah.  "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu kufur (mengkingkari nikmat-Ku) maka pasti  siksa-Ku amat berat." ( QS. Ibrahim :7) 2. Sombong  Sifat sombong adalah sebab utama mengapa setan menjadi kafir kepada Allah. Setan merasa dirinya l...

Berani Mimpi...

Apa beda mimpi dengan cita-cita? Ada perbedaan dan persamaannya.  Mimpi ada dua pengertian. Pertama, artinya seseuatu yang dialami selama tidur. Kedua, berarti angan-angan, atau impian.  Sedangkan cita-cita, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah keinginan atau kehendak yang selalu ada dalam pikiran. Memimpikan juga punya arti mencita-citakan.  Dari gambaran tersebut, antara mimpi, impian dan angan-angan, dengan cita-cita, keinginan dan kehendak punya pengertian yang sama secara substantif.  Bedanya, jika mimpi diartikan sesuatu yang dirasakan, dilihat dan dialami dalam mimpi. Sedangkan cita-cita merupakan ide, gagasan, kehendak, keinginan dalam pikiran untuk diwujudkan dalam mkenyataan.  Nah, sekarang pertanyaannya, apakah yang menjadi mimpi Anda dalam hidup ini? Apa mimpi terbesar Anda?  Yang jelas, Anda harus berani mimpi! Dan sekarang, saatnya Anda mengambil keputusan untuk mewujudkan mimpi itu.  Anda harus membuat langka...

Pikiran Sadar dan Bawah Sadar

Dalam Ilmu Psikologi (Erbe Sentanu, 2007:86), pikiran didefinisikan sebagai perpaduan mental dari citra, konsep, kata, aturan, simbol dan instruksi-instruksi. Tapi, banyak ahli yang berpendapat bahwa kegiatan berpikir meliputi semua sel dalam tubuh. Seperti pernah dinyatakan Albert Einstein, berpikir dapat menjadi pekerjaan berat karena sering kali disertai ketegangan otot dan gerakan mikro-otot hingga ke tingkat sel. Menurut Erbe Sentanu, Software manusia meliputi semua pikirannya, perasaannya dan berbagai pendapat, keyakinan, serta prasangkanya tentang dirinya sendiri, orang lain, alam, dan Tuhannya. Jika kita mempunyai software yang baik tentang itu semua maka kebaikan software itu akan tercermin dalam hidup kita. Pikiran tak hanya terkait pembagian otak secara fungsional, tapi juga pembagian berdasarkan pikiran sadarnya yang memiliki kekuatan hanya 12 persen dari keseluruhan kekuatan pikirannya. Pikiran sadar inilah yang biasa kita maksud ketika menyebut seseorang sedang ...