Skip to main content

Posts

Menjelang Perpisahan

Tamu Istimewa itu selalu kurindu kedatangannya Kian dekat ia kan datang, kubersiap menyambutnya Ketika ia benar-benar datang Hati ini berdebar dan riang menerimanya Subhanallah, sungguh luar biasa tamu istimewa itu Seperti yang kudengar selama ini, ia membawa paket istimewa Untuk seluruh orang beriman yang bersedia Tamu itu bersama kami sebulan lamanya Memberikan paket istimewa Dari Sang Mahadiraja Berisi segala fasilitas dan jaminan untuk meraih keberkahan dan ampunan Kami diminta dengan ikhlas menjalani apa yang menjadi programnya Dengan paket istimewa itu ia membersamai kami Agar menjadi manusia mulia Agar hidup dalam ridha dan ketenangan Bahagia sejati Sebulan kami bersamanya dalam bimbingan penuh cahaya Kami rasakan keindahannya Dengan berkah yang melimpah Tapi belum puas kami rasakan Baru sedikit kami dapatkan Kami segera ditinggalkan Kami sedih karena belum banyak merasakan semua fasilitas yang disediakan Kami sering abaikan pesannya Kami...

Wayang Cokekan Ungkap Sejarah dan Realitas Sosial di Sragen

Sanggar Seni Serambi Sukowati Sragen, Rabu malam (21/6/2017) kembali menggelar acara Wungon. Kali ini menampilkan Wayang Cokekan dengan lakon "Ndaru Ing Bumi Sukowati." Wayang Cokekan dimainkan dalang Ki Joko Zenden dari Ngrampal dengan waranggana Nyi Ninik dari Pilangsari. Pagelaran Wayang kreatif Cokekan ini menjadi tontonan menarik karena berkolaborasi dengan Ketoprak Serambi Sukowati. Sejak pukul setengah sepuluh malam hingga dini hari menjelang makan sahur, puluhan penonton bertahan untuk menikmati suguhan hiburan kocak tapi sarat dengan pesan moral. Wayang Cokekan mungkin hanya dikenal di Kabupaten Sragen yang dijuluki sebagai tlatah Sukowati ini. Wayang yang ditampilkan menggambarkan karakter tokoh-tokoh dalam lakon dengan wujud yang lucu. Begitu juga gamelan yang ditabuh para niyaga grup karawitan selalu menyuguhkan gendhing-gendhing Cokekan gaya Sragenan. Lakon "Ndaru Ing Bumi Sukowati" bercerita tentang perjuangan Pangeran Mangkubumi melawan ...

Hari Yang Tersisa

Ramadhan segera pergi Tak lama lagi lenyap ditelan bumi Kini hanya tinggal tiga hari Rasa sedih dan kecewa pun menghampiri Masih adakah harapan Rasakan setitik cahaya Di penghujung hari yang tersisa Hampir sebulan lamanya Waktu banyak terbuang sia-sia Puasa hanya jadi topeng pura-pura Sekedar jalani ritual musiman Yang tak membekas dihati Jauh dari makna hakiki Kini di hari yang tersisa Muncul getaran dihati Menangkap sinyal ilahiah Menyambut malam kemuliaan Malam yang lebih baik dari seribu bulan Disediakan bagi yang ikhlas beribadah Dengan niat dan tekad kuat Tak ada kata terlambat Kembali pada jalan syariat Meraih kebaikan berlipat Untuk rasakan nikmat Bahagia dunia dan akhirat Suparto #RamadhanBerkah

Ramadhan dan Konsumerisme

Ada pernyataan Agus Purwanto, pakar fisika dari ITS saat mengisi kajian Ahad Pagi di Masjid Raya Al-Falah Sragen, Ahad (18/6/2017)    yang cukup menarik. Menurut Agus, misi istimewa ramadhan seharusnya dijalankan dan diperlakukan secara istimewa pula. Namun yang terlihat, menjelang ramadhan umumnya orang menyongsong ramadhan dengan aneka kegiatan tetapi sayangnya ketika hadir ramadhan kemudian diperlakukan biasa-biasa saja. Karena ramadhan tidak didukung dengan keadaan dan suasana yang tepat maka secara umum misi ramadhan tampak gagal.  "Alih-alih menahan diri dari berbagai keinginan, yang terjadi justru nafsu konsumeris meningkat signifikan di bulan ramadhan," kata Doctor of Science alumnus Universitas Hiroshima Jepang ini. . Agus menyebut, para pelaku bisnis di seluruh dunia termasuk Indonesia berlomba merangsang umat islam dan berhasil menjadikan bulan ramadhan sebagai the most important   bussines period . Nafsu berbelanja Muslim meningkat taj...

Bulan Peningkatan Kualitas Diri

Kajian Ahad pagi (18/6/2017) Masjid Raya Al-Falah Sragen, menampilkan pembicara Agus Purwanto, DSc, seorang dosen Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS). Mengambil tema “Ramadhan : Bulan Istimewa dengan Misi Peningkatan Diri”, Agus menjelaskan bahwa misi puasa Ramadhan adalah meningkatnya kualitas iman menjadi derajat taqwa, sebagaimana diterangkan dalam Qur’an Surat Al-Baqarah [2]: 183. Sedangkan taqwa merupakan barometer sukses seorang muslim (QS. Al-Hujurat [49]: 13). Imam Al-Ghazali didalam kitab Ihya nya melukiskan hubungan antara iman dan taqwa dengan mengutip hadits, “Iman itu telanjang, bajunya taqwa, hiasannya (rasa) malu, dan buahnya ilmu.” ( dirawikan oleh Al-Baihaqi, Abi Darda’, isnad dhaif ). Dalam Qur’an Surat Ath-Thalaq [65]:2-5) dijelaskan, orang yang bertaqwa akan mendapatkan beberapa jaminan hidup, yakni : Diberikan jalan keluar (dari kesulitan) Memperoleh rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka Mendapatkan kemudahan dalam urusannya Akan...

BHAKTI SOSIAL PEDULI SESAMA

Majlis Pengajian Al-Hidayah   Plumbungan Indah, Sragen, Ahad (18/6/2017) yang bertepatan tanggal 23 Ramadhan 1438 H, mengadakan bhakti sosial dengan membagikan 66 paket sembako kepada warga sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini bekerjasama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Plumbungan, Takmir Masjid At-Taqwa Plumbungan Indah dan donatur.   Pengurus Pengajian Alhidayah Plumbungan Indah, Ny. Bambang Kardoyo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan bhakti sosial ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bisa meringankan beban sebagian warga. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terselenggara secara rutin.   Ketua RW.08 Plumbungan, Sunarso, menyatakan kegemberiaan atas penyelenggaran kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan, apalagi menjelang Idul Fitri. Warga jangan menilai besar kecilnya pemberian, namun ini sebagai bukti kepeduli...

MERAIH TIGA SUKSES

Ada tiga sukses bidang kehidupan yang harus bisa diraih di bulan ramadhan. Yakni sukses dibidang pekerjaan, didalam keluarga dan dibidang spiritual. Ketiga bidang tersebut harus bisa diraih sekaligus. Kalau salah satunya gagal diraih, maka kebahagiaan hidup belum bisa dirasakan. Demikian dikemukakan Ustadz Lutfanudin, Lc, saat memberikan   kuliah tujuh menit (kultum)   di sela shalat tarawih di masjid Raya Al-Falah Sragen, Sabtu malam (17/6/2017) yang diikuti ratusan orang jamaah. Menurut Lutfan, hampir semua persoalan hidup yang dialami oleh umat manusia selalu bermuara kepada ketiga bidang tersebut. “Semua orang ingin mendapatkan pekerjaan dan bekerja dengan sukses. Hasil kerja yang baik untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya. Kalau sukses kerja dan keluarga sudah bisa dicapai maka diperlukan ketenangan batin melalui ibadah yang baik sebagai landasan spiritual.” Lutfan menerangkan. Oleh karena itu, bagi orang dewasa, bulan ramadhan menjadi media sagat...