Mengawali khutbah Jumat ini, kami mengingatkan pada diri sendiri dan kepada seluruh jamaah, mari kita kuatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah dengan senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah saw. Semoga kita senantiasa termasuk golongan yang mampu mengikuti sunnahnya dalam kehidupan di dunia dan mendapatkan syafaatnya di hari kiamat. Aamiin. Jamaah yang Berbahagia
Hari ini, kita umat Islam telah memasuki pekan kedua bulan Muharram 1448, yang menandai datangnya tahun baru hijriyah. Ada sejuta harapan dan impian memenuhi dada dalam menyambut datangnya tahun baru itu.
Pergantian waktu setahun ini, di satu sisi menunjukkan bahwa umur kita bertambah satu tahun, tetapi kesempatan hidup kita di dunia telah berkurang pula satu tahun. Ini berarti semakin jauh kita dari kelahiran dan kian dekat kepada kematian.
Secara historis, hijrah adalah peristiwa keberangkatan nabi besar Muhammad s.a.w. dan para sahabatnya dari kota Makkah menuju kota Yathrib, yang kemudian disebut al-Madinah al-Munawwarah.
Dalam konteks sekarang ini, makna hijrah tentu tidak harus identik dengan meninggalkan kampung halaman seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan kaum muhajirin, tetapi lebih kepada nilai-nilai dan semangat berhijrah itu sendiri.
Jadikan makna hijrah dengan semangat menyambut masa depan dengan penuh harapan. Kita yakin bahwa sehabis gelap akan terbit terang, setelah kesusahan akan datang kemudahan dan kita yakin bahwa pagi pasti akan datang walaupun malam terasa begitu lama dan panjang. Roda kehidupan selalu berputar dan tidak mungkin berhenti.
Mari kita jadikan peralihan tahun sebagai momen untuk melihat kembali catatan yang mewarnai perjalanan hidup masa lalu, dengan melakukan renungan atas apa yang telah kita perbuat. Kita gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup di dunia demi kebahagiaan akhirat kelak, dengan bercermin kepada nilai-nilai dan semangat hijrah dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Sebagaimana firman-Nya dalam surat al-Furqan:62, “Sesungguhnya Allah menjadikan pergantian siang dan malam sebagai pelajaran dan mengungkapkan rasa syukur, dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur." Dalam surat al-Hasyr 18 Allah berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ١٨
“Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan setiap diri hendaklah selalu melihat apa yang telah dikerjakan untuk hari esuk. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha teliti serta Maha Mendengar.” Orang yang berhijrah adalah orang yang tinggi derajatnya dan termasuk orang yang mendapat kemenangan besar.
Berhijrah dengan berusaha keras agar kehidupan diri, keluarga, masyarakat serta bangsa berjalan pada koridor yang diridhoi oleh Allah SWT, sesuai dengan tuntunan serta panduan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang diwarisi dan diajarkan oleh para ulama.
Inilah cara, yang harus kita ditempuh, untuk melakukan perubahan menuju kepada situasi dan kondisi kehidupan yang lebih baik dan beradab.
Dalam berhijrah, secara lebih spesifik, Rasulullah berwasiat kepada kita:
والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه (رواه البخاري)
Artinya: Dan orang yang berhijrah adalah orang yang telah meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah. (HR. Imam Al-Bukhari)
Wasiat Rasulallah di atas senada dengan apa yang telah Allah wajibkan dalam surah Al-Muddatstsir ayat 5:
والرجز فاهجر
Artinya: Dan dari segala perbuatan dosa, maka hijrahlah (tinggalkanlah).
Mari kita teguhkan niat dan perkokoh langkah dengan mengoptimalkan daya upaya untuk menaati segala perintah dan larangan Allah, inilah esensi dari kewajiban hijrah.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ َأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا يَوْمَ عَرَفَةَ وَعِيْدَ الْأَضْحَى وَنَحْنُ فِيْ أَحْسَنِ الْحَالِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةًوَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Comments
Post a Comment