Skip to main content

Posts

Ancaman Nyata Masa Depan Indonesia

Penyelundupan 1 ton sabu digagalkan (foto: detikcom) Berita tentang penyelundupan 1 ton sabu asal China yang berhasil digagalkan Tim gabungan Badan Narkotka Nasional (BNN), Ditresnakroba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok, Kamis (13/7) membuat miris mengenai ancaman nyata bagi masa depan bangsa kita. Apalagi dalam berita yang menjadi headline beberapa media nasional itu disebutkan, sabu seberat 1 ton senilai Rp.1,5 Trilyun asal Cina yang dibawa oleh jaringan Warga Negara (WN) Taiwan tersebut rencananya akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya. Bayangkan, kalau sampai sabu seberat 1 ton itu berhasil disebar ke seluruh penjuru nusantara, jutaan manusia Indonesia akan menjadi korban keganasan narkoba. Makanya tidak berlebihan jika Menko Polhukam Wiranto menyebut keberhasilan polisi menggalkan penyelundupan sabu itu membuat 5 juta orang Indonesia terselamatkan dari ancaman narkoba. Wiranto menyatakan, satu gram sabu bisa membuat lima orang terjerat narkotika. Dia mengap...

Trah Eyang Pawiro Sarono Sragen

Hari ini, Selasa Pahing (11/7/2017) rumah kami di Sragen giliran menjadi tempat berlangsungnya temu keluarga “Trah Eyang Pawiro Sarono” sekaligus acara Halal bi Halal.   Meski hanya kumpul-kumpul, suasana temu keluarga yang dikemas dalam acara “Arisan Paguyuban Keluarga Eyang Pawiro Sarono” ini lumayan gayeng, nyamleng dan regeng, tentu saja khas gaya wong ndeso. Tak terasa, pertemuan yang diadakan tiap 35 hari (selapanan) ini sudah berlangsung 16 tahun. Biasanya pertemuan diselenggarakan pada Ahad Pahing, tapi karena sesuatu hal, temu keluarga hari ini diajukan hari Selasa. Tempat pertemuan berpindah-pindah, keliling di pelosok desa, bergiliran di rumah-rumah anggota. Kegiatan yang amat sederhana ini menjadi sarana silaturahmi “temu kerluarga besar” wong ndeso yang tersebar di berbagai tempat. Temu keluarga, apalagi bisa berkumpul dalam jumlah banyak, adalah pekerjaan berat jika tidak diusahakan dengan sungguh-sungguh dan didasari niat yang ikhlas. Puluhan ...

DAHSYATNYA KUPAT : BISA MENGATASI BERBAGAI MASALAH

Idul Fitri atau Hari Lebaran, di kalangan masyarakat Jawa dikenal dengan istilah   “Bakdo Kupat”. Untuk mengungkap salah satu makna filosofi Kupat, saya ingat mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman,   ketika dalam suatu kesempatan pernah menguraikan falsafah Orang Jawa tentang Kupat atau Ketupat. Secara tegas Agus menyatakan,  Agus Fathur Rahman  "Dengan Kupat berbagai persoalan bisa diselesaikan.” Lho kok bisa? Berikut ini Agus menjlentrehkan makna itu.        “Orang Jawa itu bisa menyederhanakan seluruh persoalan rumit dengan cara sederhana. Barang angel (rumit) ketika dipegang orang Jawa jadi gampang,” kata Agus mengawali uraiannya. Materi ajaran Islam tentang Lebaran dibulan Syawal, misalnya, yang oleh sementara orang kadang dianggap rumit dan amat komplek, mampu disederhanakan orang Jawa dengan satu istilah Bakdo Kupat . Maksudnya, pada Hari Lebaran, hampir semua orang dengan mudah dan senang menyat...

Anda Sulit Memaafkan? Ikuti Petunjuk ini…

Manajemen diri dalam proses memaafkan menurut Al-Qur’an Ketika ada orang lain yang menyakiti hati kita, secara tidak sadar kita langsung marah. Terjadilah perubahan emosi menjadi emosi negatif dalam diri kita terhadap seseorang atau peristiwa tertentu. Kita rasanya sulit memaafkan orang tersebut.  Ketika sulit memaafkan orang, yang terjadi justru kita menjadi tersiksa. Hati kita selalu panas karena terus memendam amarah dan kebencian terhadap orang yang pernah menyakiti kita.  Apa yang harus kita lakukan?  Ihab bin Fathi 'Asyur (2012) dalam bukunya "7 Keajaiban Memaafkan" memberikan petunjuk sederhana.  Menurut Ihab, dalam proses memaafkan, terlebih dulu seseorang harus dapat mengalahkan amarahnya. Dalam surat Ali-'Imran [3] : 133-134 disebutkan, “Dan bersegeralah kamu pada ampunan Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang yang bertaqwa. Yaitu orang yang berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit,...

Inilah Rahasia Saling Memaafkan

Masih dalam suasana Idul Fitri 1438 H, ratusan orang jamaah Masjid At-Taqwa Plumbungan Indah Sragen, usai Shalat Jum’at (30/6/2017) terlihat saling berjabatan tangan untuk saling meminta dan memberi maaf diantara mereka. Diawali oleh Ketua RW setempat sebagai sesepuh kampung, dengan senyum ceria menyalami satu persatu jamaah dan diikuti jamaah lain yang berjalan mulai dari shaf pertama hingga shaf terakhir yang meluber sampai ke serambi masjid. Jabat tangan antar jamaah tersebut untuk memenuhi pesan khatib shalat Jum’at yang menyerukan perlunya sikap lapang dada untuk saling memaafkan diantara umat manusia. “Diantara ciri orang bertaqwa adalah mampu menahan amarah dan mau memafkan kesalahan orang lain. Jika kita menyimpan dan memendam kemarahan, dendam, dan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, maka sebenarnya kita sedang membawa beban kebusukan dihati kita. Akan ada perasaan berat, tertekan, juga kegalauan menyelimuti hati kita. Dan ini adalah suatu penyakit hati.” ...

RAMADHAN SEPANJANG TAHUN BISAKAH ?

"Sekiranya umatku mengetahui keutamaan-keutamaan yang ada di bulan Ramadhan, niscaya mereka menghendaki agar sepanjang tahun adalah bulan Ramadhan." (HR.Ibnu Majah). *** Ramadhan baru beberapa hari berlalu. Semoga seluruh ibadah kita di bulan Ramadhan diterima Allah SWT., segala dosa diampuni serta menjadikan kita orang-orang yang bertakwa. Mudah-mudahan ibadah selama sebulan Ramadhan itu menjadi bekal dalam perjalanan 11 bulan berikutnya. Semoga kita diijinkan Allah untuk bertemu Bulan Ramadhan tahun mendatang. Aamiin. Ya Rabbal ’alamin. Bagi sebagian orang, berpisah dengan Ramadhan amat memberatkan hati. Karena   harus berpisah dengan siang  dan malam  yang diisi beragam amal kebajikan dan ibadah kepada Sang Pencipta. Di saat mayoritas muslim bersuka cita menyambut satu Syawal, ada sebagian yang berlinang air mata. Bukan karena tidak ikut berbahagia menyambut hari raya Idul Fitri, namun lebih karena kesedihan ketika harus berpisah dengan bu...