Skip to main content

Posts

JOKOWI KE SRAGEN BAGIKAN 10.200 SERTIFIKAT TANAH

Di sela-sela persiapan acara pernikahan putrinya di Solo, Presiden Joko Widodo (Jokowi),   Selasa (7/11/2017) mengunjungi Kabupaten Sragen untuk membagikan 10.200 sertifikat tanah kepada 9.072 orang yang berasal dari 6 wilayah Kabupaten se Solo Raya. Pembagian sertifikat tanah berlangsung di Stadion Taruna Sragen. Semua warga memegang sertifikat tanah berwarna biru. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofjan Djalil mengatakan ada 9.072 warga yang hadir dalam pemberian sertifikat ini. "Semua sudah dapat sertifikat? Coba angkat tinggi-tinggi semuanya, mau saya hitung," kata Jokowi setelah memberikan sertifikat secara simbolis kepada warga. "Itu kalau nggak diangkat, nggak dicek, kita nggak tahu, apa benar segitu jumlahnya," lanjut Jokowi tersenyum. "Kenapa sertifikat ini penting, saya kejar-kejar terus ke Pak BPN. Setiap saya ke desa, setiap saya ke daerah dari Sabang sampai Merauke yang dikeluhkan adalah sengketa tanah, di mana-mana sengketa tana...

Bijak Lingkungan Adalah Konsekuensi Iman

Berikut saya tampilkan tulisan seorang teman, namanya Ibudh. Dia dikenal sebagai seorang aktivis lingkungan, pemerhati sosial, penyair jalanan dan esais. Buku karyanya berjudul "Membaca Negeri" merupakan kumpulan esai. Ibudh saat ini menjabat sekjen Forum Lingkar Pena ( FLP) Solo Raya. Ibudh. Saat membaca Puisi di acara Solo Muslim Fair Pria kelahiran Sragen ini sekarang tinggal di Solo bersama istrinya, Hidayatul Hasanah, yang juga aktif menulis. Selamat membaca, semoga bermanfaat. Bijak Lingkungan Adalah Konsekuensi Iman 2 NOVEMBER ·  PUBLIK Oleh: ibudh (Pelayan di # Rumah_Pemberadaban_Hijau ) Kerusakan lingkungan sudah nyata di depan mata. Ia butuh perhatian dan tindakan serius umat manusia. Konsep sekular yang hanya menyentuh aspek fisik semata tak mampu mengatasinya. Islam adalah jalan keluarnya, karena agama ini memiliki konsep yang mapan dan tegas tentang lingkungan: fisik dan spiritual tak dipisahkan. Tapi fakta saat...

AFIFAH AFRA PIMPIN FLP PERIODE 2017-2021

Alhamdulillah. Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Forum Lingkar Pena (FLP) yang berlangsung di Bandung, 3-5 November 2017, akhirnya menetapkan Afifah Afra yang bernama asli Yeni Mulaty sebagai Ketua Umum FLP periode 2017-2021 menggantikan Sinta Yudisia. Seperti dilansir beberapa media,   Afifah terpilih berdasarkan perolehan suara, setelah musyawarah belum bisa menghasilkan keputusan. Afifah unggul dari dua calon ketua umum lainnya, yaitu Yanuardi Syukur dan Ganjar Widhiyoga. Berdasarkan hasil perolehan suara delegasi Munas ke-4 FLP, Afifah Afra memperoleh 160 suara, Yanuardi Syukur 44 suara, dan Ganjar Widhiyoga 18 Suara. Dalam pidato pertamanya setelah diresmikan sebagai ketua umum, penulis produktif yang tinggal di Kota Solo ini menyatakan ingin melakukan tiga hal. Pertama, membuat program "Pulang ke Rumah". "Kita ingin FLP jadi rumah kita. Maka salah satu target di pengurusan yang akan datang, kita akan buat program "Pulang ke Rumah". Kita aka...

27 TAHUN MENJADI SOPIR PEMERINTAH KABUPATEN SRAGEN

Tanggal 1 November 2017 menjadi hari bahagia dalam kehidupan Supodo. Tepat tanggal tersebut, pria sederhana ini memasuki Purna Tugas (pensiun) dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Sragen. Podo, panggilan Supodo, tercatat telah mengabdikan diri sebagai PNS dengan masa kerja 27 tahun. Selama 27 tahun pula, Podo bertugas sebagai sopir (pengemudi) kendaraan dinas di lingkungan kantor Pemerintah Kabupaten Sragen.  Supodo Seperti yang dirasakan oleh PNS (sekarang bernama ASN - Aparatur Sipil Negara) pada umumnya, memasuki masa pensiun dianggap lulus dari ujian. Ya, lulus, karena selama menjadi PNS, berbagai ujian, baik ringan maupun berat sering dialami. Tak sedikit PNS yang gugur atau gagal di tengah jalan sebelum sampai di batas akhir pensiun. Bisa karena meninggal dunia, terjerat kasus hukum, dan sebab lain.  Oleh karena itu, tiada kata terindah selain ungkapan syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa atas lulusnya PNS memasuki masa pensiun.  Sela...

RGS PURBALINGGA STUDI KOMAPARASI KE SRAGEN

Puluhan pejabat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) beserta pengelola Radio Gema Soedirman (RGS) Kabupaten Purbalingga, Kamis (2/11/2017) berkunjung ke studio Radio Buana Asri Sragen. Rombongan yang dipimpin Prayitno ini diterima Sekretaris Diskominfo Sragen, Rahmad Purwadi, didampingi Anggota Dewan Pengawas dan Dewan Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Buana Asri. Menurut Prayitno, kunjungan ini dimaksudkan sebagai studi komparasi mengenai pengelolaan LPPL Radio. "Kami menilai, LPPL Radio Buana Asri Sragen merupakan salah satu LPPL Radio terbaik di Provinsi Jateng, bahkan di Indonesia. Makanya kami ingin belajar banyak ke Sragen," kata Prayitno. Sementara itu di hadapan para tamu, Purwadi menjelaskan berbagai hal tentang pengelolaan, perkembangan, peran dan prestasi LPPL Radio Buana Asri Sragen. "Radio Buana Asri kini menjadi salah satu media informasi andalan di Kabupaten Sragen. Para pengelola dan personilnya bergera...